10+ Contoh Buah Non Klimaterik dan Klimaterik!

Contoh Buah Non Klimaterik

Apakah kalian tahu perbedaan antara buah klimaterik dengan non klimaterik? Berikut Mimin berikan penjelasan tentang perbedaan serta contoh buah non klimaterik dan klimaterik.

Secara sederhana buah klimaterik sendiri merupakan buah yang dapat mengalami pembusukan yang lebih cepat.

Sedangkan buah non klimaterik merupakan kebalikannya yang berarti buah yang mengalami pembusukan lebih lambat.

Laju respirasi mempengaruhi pembusukan buah-buah tersebut, dan menurut riset mengatakan bahwa laju respirasi dipengaruhi oleh ketersediaan oksigen, subtrat, suhu, dan umur tumbuhan tersebut. Lalu, kira-kira bagaimana perbedaan antara kedua jenis buah0buahan tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa yg Dimaksud dengan Buah Klimaterik dan Non Klimaterik?

Apa yg Dimaksud dengan Buah Klimaterik dan Non Klimaterik?

Penjelasan lebih mendetail mengenai apa yg dimaksud dengan buah klimaterik adalah buah yang memiliki tingkat laju respirasi yang paling tinggi sebelum fase pemasakan. Semantara itu, berdasarkan pola respirasi juga terdapat buah non klimaterik, yaitu buah yang tidak mengalami kenaikan atau laju respirasi. Respirasi sendiri merupakan proses perombakan senyawa organik oleh O2 menjadi H2O, O2, dan juga energi.

Buah klimaterik mengalami proses pematangan setelah panen sehingga rasanya terasa lebih manis dan tekstur dagingnya menjadi lebih lunak. Sedangkan, proses pematangan buah non klimaterik justru terjadi saat buah masih berada pada pohonnya.

Buah klimaterik seperti mangga dipanen ketika bentuk buahnya sudah penuh dan warna kulit mangganya sudah agak terang. Berbeda dengan contoh buah non klimaterik seperti belimbing, yang dipanen ketika sudah mencapai umur tua optimal, hal ini dikarenakan buah tidak dapat matang walaupun mencobanya dengan proses pengeraman.

Jadi, mudahnya adalah buah klimaterik adalah proses buah yang dapat melanjutkan proses pematangan setelah dipetik dari pohonnya, sedangkan contoh buah non klimaterik tidak dapat melanjutkan proses pematangannya setelah dipetik dari pohonnya. 

Buah Klimaterik yang dipetik sebelum matang dapat melakukan proses pematangannya sendiri karena buah tersebut memproduksi etilen endogen, dan pematangan bisa berjalan lebih cepat jika kalian mendekatkan sesama buah klimaterik satu dengan yang lainnya.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan buah non klimaterik yang walaupun sudah didekatkan dengan gas etilen dari buah yang sudah matang, tetapi tetap buah non klimaterik tidak akan merespon gas etilen tersebut, sehingga ia hanya bisa melakukan proses pematangan apabila masih tersambung dengan induk pohonnya.

Buah Apa Saja yang Termasuk Buah Klimaterik?

Buah Apa Saja yang Termasuk Buah Klimaterik?

Kalian pasti berpikir, setelah Mimin berikan penjelasan panjang lebar mengenai definisi buah klimaterik dan non klimaterik, kira-kira buah apa saja yang termasuk buah klimaterik? Berikut Mimin berikan sederet contoh buah klimaterik, yaitu:

  1. Pepaya
  2. Mangga
  3. Jambu
  4. Pisang
  5. Sawo
  6. Durian
  7. Sirsak
  8. Melon
  9. Manggis
  10. Apel

Apa Saja Buah Non Klimaterik?

Apa Saja Buah Non Klimaterik?

Setelah membahas contoh jenis klimaterik, tidak afdol jika kita tidak membahas lawannya. Sekarang saatnya Mimin membahas contoh buah non klimaterik. Lalu, apa saja buah non klimaterik? Simak daftarnya di bawah ini, yaitu: 

  1. Jeruk
  2. Anggur
  3. Raspberry
  4. Strawberry
  5. Blackberry
  6. Ceri
  7. Melon
  8. Kacang polong
  9. Zaitun
  10. Semangka

Penutup

Demikianlah pembahasan Mimin mengenai perbedaan serta contoh buah non klimaterik dan klimaterik. Bagaimana? Apakah kalian sudah paham dengan perbedaan dari kedua jenis ini? Hal ini sangat menarik untuk dibahas karena kita jadi mengetahui bahwa buah-buahan itu memiliki berbagai macam jenis yang berbeda-beda dan kompleks.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.