3 Limbah Pertanian Yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Adalah

Limbah Pertanian Yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Adalah

Teman – teman pasti sudah tidak asing lagi dengan sahabat petani yang satu ini kan? Tentu saja sahabat petani itu adalah Pestisida. Pestisida adalah suatu zat yang dimana selalu digunakan oleh para petani untuk menjaga tanaman, padi, ataupun hasil tani milik mereka. Pestisida ini juga sering dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil tani yang pastinya akan menghasilkan kualitas terbaik dan memuaskan. Akan tetapi pestisida ini juga akan menjadi musuh terbesar untuk makhluk hidup karena lingkup pertanian juga bisa saja menghasilkan limbah berbahaya. limbah pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah pestisida.

Namun sebelum kita membahas lebih detail tentang pestisida. Yuk kita ketahui terlebih dahulu apa itu pestisida, limbah pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah pestisida Ini dibuat dengan berbahan dasar zat kimia.

Tentunya sangat berbahaya jika seseorang membuatnya tanpa mengetahui dulu resiko atau bahan dasar yang dibutuhkan. Bahan kimia yang terkandung dalam pestisida sangatlah beracun jika kita salah dalam menggunakan benda ini.

Limbah pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah pestisida ini digunakan oleh para petani untuk mengurangi resiko gagal panen yang disebabkan oleh hama atau pengganggu hasil panen mereka yang pastinya akan merugikan para petani.

Biasanya hama tersebut akan memakan tanaman atau tumbuhan yang petani tanam yang nantinya akan dijual untuk kebutuhan manusia. Contohnya tikus, ulat, kutu daun, jamur, burung, keong mas, walang sangit, wereng, dan kepik hijau.

Berdasarkan asal usulnya, pestisida berasal dari kata atau akronim bahasa inggris yang memiliki arti yaitu pest yang artinya hama dan cida  memiliki arti bunuh atau pembunuh. Setelah kita mengetahui limbah pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah pestisida dan berbagai kandungan yang terdapat pada benda itu tentunya berbahaya, yuk kita bahas tentang dampak negatif yang disebabkan oleh penggunaan pestisida di bidang pertanian,berikut diantaranya

1. Menyebabkan Pertumbuhan Tanaman Menjadi Tidak Normal

Menyebabkan Pertumbuhan Tanaman Menjadi Tidak Normal

Dampak pertama adalah Menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Bahan kimia yang terkandung dalam pestisida akan merusak jaringan atau mengganggu proses tumbuhan untuk terus berkembang. Biasanya akan menghasilkan produk hasil tanam yang cacat seperti kulit buah yang mudah busuk, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, dan berkurangnya kandungan nutrisi pada buah.

2. Mengganggu Kesuburan Tanah

Mengganggu Kesuburan Tanah

Seperti yang kita ketahui, wujud dari benda atau pestisida ini adalah cair. Hal itulah yang menyebabkan cairan pestisida mudah jatuh dan dapat mencemari tanah di sekitarnya. Selain kandungannya yang berbahaya dan mengganggu kesuburan tanah. Tentunya akan mengganggu ekosistem di dalam tanah seperti cacing, unsur hara, dan lain-lainnya. Sehingga, sisa zat kimia yang terkandung dalam pestisida dapat merugikan makhluk hidup lainnya.

3. Mengganggu Kesehatan Manusia

Mengganggu Kesehatan Manusia

Mudahnya membeli atau mendapatkan bahan kimia ini dan juga kurangnya kesadaran para petani akan resiko yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia atau pestisida. Pestisida juga akan berdampak bagi orang-orang yang mengonsumsinya.

Kurangnya edukasi tentang bahaya atau dampak negatif dari penggunaan pestisida akan membuat petani terus menerus menggunakannya. Selain mengganggu lingkungan, hasil residu yang terdapat pada tanaman atau hasil tani tersebut akan sangat berbahaya jika dikonsumsi dan akan mengganggu kesehatan manusia dalam waktu jangka panjang.

Residu kimia yang terdapat pada tanaman atau hasil tani itulah yang nantinya akan menimbulkan berbagai penyakit yang berbahaya seperti kanker, mengganggu sistem saraf, merusak organ reproduksi dan juga akan menyerang sistem kekebalan tubuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.