3 Obat Untuk Anosmia di Apotik

Obat Untuk Anosmia di Apotik

Anosmia adalah ketidakmampuan untuk merasakan bau. Ini bisa bersifat sementara  atau permanen  dan didapat atau bawaan. Ada banyak penyebab  misalnya, penyumbatan mekanis yang mencegah bau mencapai saraf penciuman dapat menyebabkan hilangnya indra penciuman. Keadaan ini juga dapat memicu penurunan berat badan karena nafsu makan berkurang, malnutrisi, bahkan hingga depresi. Banyak obat untuk anosmia di apotik yang dapat mengobati penyakit ini.

Indera penciuman adalah satu dari panca indera yang dimiliki manusia. Sungguh tidak nyaman rasanya jika kita menemukan ketidaknormalan pada indera kita. Misalkan saja ketika kita tidak dapat mencium suatu bau dan makanan juga minuman yang kita konsumsi menjadi hambar rasanya. Hal ini biasa disebut dengan anosmia.

Bagaimana cara mengembalikan anosmia?

Penyebab anosmia yang sering terjadi pada kebanyakan orang adalah dikarenakan alergi atau pilek yang sifatnya sementara. Namun jika anosmia berlangsung dalam waktu yang lama, bisa jadi anosmia sebagai pertanda penyakit serius yang perlu anda konsultasikan dengan dokter Anda. Sehingga kita tidak boleh meremehkan jenis penyakit apapun, meski gejala yang datang terlihat sepele.

Cara pencegahan penyakit ini selain dapat membeli obat untuk anosmia di apotik adalah dengan menghindari paparan pestisida, logam berat, dan berhenti merokok. Biasanya setelah dokter memberikan suatu pemeriksaan, dokter akan memberikan resep obat untuk gejala anosmia ringan, namun jika sebaliknya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengetahui adakah penyakit kronis yang menyerang.

 

Berapa lama penyakit anosmia bisa sembuh?

Obat Untuk Anosmia di Apotik

1. Dekongestan

Obat ini digunakan untuk mengobati anosmia yang disebabkan oleh hidung tersumbat.

2. Antibiotik

Umumnya dokter akan memberikan obat ini untuk anosmia yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

3. Operasi

Operasi dilakukan untuk mengatasi anosmia yang disebabkan oleh polip hidung atau kelainan tulang hidung.

Itulah obat untuk anosmia di apotik yang dapat Anda konsumsi, jika Anda mengalami penyakit anosmia. Memperhatikan kesehatan juga perlu dilakukan, tidak hanya untuk menghindari penyakit anosmia, namun juga melindungi diri dari berbagai penyakit lain yang tentu tidak kita inginkan. Selalu ingatlah bahwa “mencegah lebih baik daripada mengobati.”

 

Apakah anosmia itu berbahaya?

Bagaimana Cara Mengembalikan Anosmia?

Lalu, bagaimana cara mengembalikan anosmia? Untuk mengembalikan penciuman akibat anosmia, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  1. Melatih indera penciuman

Anda dapat melakukan cara ini dengan menghirup bau yang kuat seperti aroma parfum. Hirup dalam-dalam selama 15-20 detik. Lakukan cara ini sebanyak 2 hingga 3 kali sehari selama 3 bulan lamanya atau hingga penciuman kembali membaik.

  1. Mengonsumsi teh jahe

Tidak dapat dipungkri bahwa jahe memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk mengatasi anosmia. Jahe memliki aroma yang kuat yang juga dapat melatih indera penciuman saat anosmia melanda. Mengonsumsi jahe juga dapat mengatasi peradangan yang terjadi di saluran pernafasan. Buatlah teh jahe dengan menumbuk jahe mentah dan seduhlah dengan air panas selama 15 menit.

  1. Melakukan irigasi hidung

Cara ini dapat dilakukan untuk mengobati anosmia karena infeksi atau alergi, yaitu dengan cara menggunakan larutan garam. Lakukan cara ini dengan menyemprotkan larutan garam ke salahsatu lubang hidung dengan posisi kepala dimiringkan ke salah satu sisi. Biarkan larutan garam keluar dari lubang hidung lainya.

Apakah penyakit anosmia sangat berbahaya?

Berapa Lama Penyakit Anosmia Bisa Sembuh?

Seseorang yang mengalami penyakit anosmia sering bertanya-tanya, berapa lama penyakit anosmia bisa sembuh? Biasanya anosmia akan mereda dalam hitungan minggu atau bulan, namun ada pula yang permanen.

Apakah Anosmia itu Berbahaya?

Menurut Anda, apakah anosmia itu berbahaya? Sebenarnya anosmia hanyalah gejala gangguan indera penciuman. Dalam beberapa kasus, anosmia terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan beberapa usaha penyembuhan. Namun, berbeda dengan anosmia yang ternyata merupakan gelaja dari penyakit serius seperti covid-19. Karenanya, pemeriksaan dan pengomatan perlu sekali dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.