Uncategorized

Main Agenda: BI Kuatkan UMKM Ekspor Global Lewat KKM dan DIGIMAFest 2026 di Kediri

Bank Indonesia Memperkuat UMKM Ekspor Global Melalui KKM dan DIGIMAFest 2026 di Kediri

Main Agenda – Proyek utama Bank Indonesia (BI) tahun ini adalah memperkuat daya saing UMKM dalam pasar global melalui Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 2026 yang berlangsung di Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dari 26 hingga 28 Juni 2026. Event ini menjadi bagian dari main agenda BI untuk mendorong transformasi digital dan keberlanjutan bisnis UMKM, serta meningkatkan ekspor produk lokal ke pasar internasional. Dengan main agenda yang fokus pada inovasi dan pemasaran global, acara ini diharapkan menjadi platform yang efektif bagi pelaku usaha kecil menengah.

Transformasi Digital sebagai Kunci Kemandirian UMKM

KKM X DIGIMAFest 2026 menampilkan lebih dari 70 pelaku usaha yang memamerkan beragam produk, mulai dari tekstil tradisional, kerajinan tangan, kopi, hingga pangan olahan. Main agenda dari event ini adalah mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional UMKM, yang memungkinkan mereka mengakses pasar lebih luas dan meningkatkan efisiensi produksi. Yayat Cadarajat, Kepala Perwakilan BI Kediri, mengatakan bahwa “UMKM lokal memiliki peluang besar untuk menembus pasar global, terutama dengan memanfaatkan platform digital yang semakin berkembang.” Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang kapasitas bisnis yang adaptif terhadap perubahan ekonomi.

Program Edukasi dan Pelatihan untuk UMKM

Sebagai bagian dari main agenda BI, KKM X DIGIMAFest 2026 menyediakan rangkaian program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang digitalisasi dan pemasaran global. Talkshow bertema “Kewirausahaan dan Keberlanjutan” akan menghadirkan ahli dari berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif dan manajemen bisnis. Selain itu, ada sesi pelatihan praktis seperti workshop penggunaan QRIS untuk transaksi digital, serta kompetisi menulis artikel dan menggambar karya kreatif UMKM. “Kami ingin menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat pemersatu ekonomi lokal dan global,” tambah Yayat.

Kemitraan Regional untuk Mendukung Ekspor

Kemitraan antara BI dengan pemerintah daerah menjadi salah satu main agenda utama dalam acara ini. KKM X DIGIMAFest 2026 berlangsung bersamaan dengan 13 kota/kabupaten di eks Keresidenan Kediri dan Madiun, menunjukkan komitmen BI untuk membangun ekosistem UMKM yang kolaboratif. Event ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran, baik melalui pameran langsung maupun media digital. Dalam main agendanya, BI meluncurkan beberapa kompetisi, seperti Duta Guru dan Duta Muda CBP Rupiah, untuk menciptakan konten kreatif yang dapat menarik perhatian konsumen di luar daerah.

Peran Pameran dalam Memperkuat Branding Produk Lokal

Pameran di KKM X DIGIMAFest 2026 dirancang untuk memperkuat branding produk UMKM lokal, yang selama ini sering kali kurang dikenal di pasar internasional. Para peserta akan menampilkan produk-produk unggulan mereka, seperti tekstil berbasis ramah lingkungan dan makanan olahan yang menggabungkan tradisi dan inovasi. “Produk seperti kain tradisional tidak hanya mencerminkan budaya Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global,” jelas Yayat. Selain pameran, acara ini juga menyajikan parade wastra Mataraman berkelanjutan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Langkah Strategis BI untuk Meningkatkan Transaksi Nontunai

Dalam main agenda KKM X DIGIMAFest 2026, BI turut memperkuat kebijakan transaksi nontunai sebagai salah satu elemen penting dalam transformasi ekonomi digital. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi keuangan, tetapi juga memberikan akses lebih mudah bagi UMKM untuk memperluas jaringan perdagangan. Sebagai contoh, Kantor Perwakilan BI Maluku mencatat transaksi nontunai yang meningkat signifikan pada 2026, mencapai Rp2,54 miliar. Sementara di Pulau Dewata, BI Bali terus mendorong digitalisasi UMKM untuk menembus pasar ekspor.

Pengembangan Ekonomi Melalui Kolaborasi dan Inovasi

Event KKM X DIGIMAFest 2026 di Kediri tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan UMKM lokal, tetapi juga sebagai bagian dari main agenda BI dalam pembangunan ekonomi yang merata. Melalui kolaborasi dengan daerah, BI memberikan bantuan teknis dan pendampingan pemasaran untuk UMKM berpotensi ekspor. Inisiatif ini juga mencakup dukungan sektor pariwisata, yang menjadi salah satu bidang dengan potensi ekspor tinggi. Yayat menambahkan bahwa “keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan mereka beradaptasi dengan tren ekonomi digital dan global.” Dengan main agenda yang terpadu, BI ingin menciptakan sinergi antara inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Leave a Comment