Peran Lengkap 13 Tersangka Kelompok Anarko Pembuat Ricuh di Jalan Cikapayang Bandung
Key Strategy – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Ade Sapari, mengungkapkan bahwa penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap lebih lanjut terkait kericuhan yang terjadi selama aksi May Day 2026 di kawasan Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung. Polda Jabar telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka atas peran mereka dalam aksi anarkis yang melibatkan pelemparan molotov, pembakaran fasilitas umum, hingga pengorganisasian massa. Ade Sapari menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka.
“Masih dilakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” kata Ade di Mapolda Jabar, Selasa (12/5).
RR alias Mpe: Ketua Kelompok dan Perancang Aksi
RR, yang dikenal sebagai Mpe, menjabat sebagai pemimpin kelompok anarkis bernama “Selatan Ayaan” yang aktif di daerah Baleendah dan Banjaran. Menurut polisi, ia memiliki peran krusial dalam merancang aksi demonstrasi. RR diduga menyediakan dana untuk pembuatan molotov serta membeli logistik seperti helm proyek. Ia juga berupaya menanamkan konsep budaya keamanan agar peserta aksi tidak mudah terdeteksi oleh aparat. Selain itu, RR dikaitkan dengan pengelolaan akun Instagram kelompok yang menyebarkan propaganda anarki. Dalam rumahnya, ia juga diduga mengajarkan cara memproduksi molotov dan mengumpulkan perangkat komunikasi untuk menghindari pelacakan.
RN alias Kuplay: Penyumbang dan Pelaku Pelemparan
RN, yang disebut sebagai Kuplay, turut terlibat dalam pembuatan molotov di rumah RR. Pada aksi ricuh, ia melempar molotov ke arah videotron dua kali. Selain itu, RN bertugas mengumpulkan peserta aksi dari wilayah Baleendah dan mendistribusikan atribut berupa helm bertuliskan “Jaringan Konspirasi Sel-sel Api”. Ia juga diduga mengonsumsi obat psikotropika Alprazolam sebelum aksi, yang dibelinya dari apotek. RN berada dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan” dan “Jumat Bersih” untuk koordinasi.
FN: Pemasang Sumbu Molotov
FN berperan dalam proses pembuatan molotov, khususnya dalam pemasangan sumbu ke botol. Ia juga diduga melempar satu molotov ke arah videotron. FN memiliki riwayat mengonsumsi Alprazolam sebelum aksi dan tergabung dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan”.
FA: Distributor Molotov dan Koordinator
FA disebut membawa empat molotov dalam tas biru sebelum mendistribusikan ke RN dan FN. Ia juga menyediakan sepeda motor untuk digunakan saat aksi. Selain itu, FA terlibat langsung dalam pembakaran water barrier dan memimpin penutupan Jalan Cikapayang. Ia diduga melempar satu molotov ke arah videotron. FA tergabung dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan”.
HI: Pemasok Bahan Molotov
HI diduga membeli 20 botol bekas seharga Rp10 ribu untuk dibuat menjadi molotov. Ia juga membawa motor dan tas carrier milik RR, yang berisi 20 botol molotov, terdiri dari 10 botol berisi bensin dan 10 botol kosong. HI bertugas mendistribusikan molotov kepada beberapa tersangka lain, termasuk FA, FN, RN, dan D. Selain itu, HI melempar molotov ke arah videotron, meski terkena warung dan pos polisi di bawahnya.
RS: Pelaku Pelemparan Molotov
RS disebut menyimpan satu molotov dan melemparkannya ke arah videotron serta pos polisi. Ia juga diduga merusak tenda di Pos Lantas Cikapayang. CA terlibat dalam penyimpanan dan pelemparan molotov ke arah videotron serta pos polisi.
I alias Pablo: Koordinator Lapangan
I, yang dikenal sebagai Pablo, menjadi koordinator lapangan kelompok anarkis Bandung Selatan Ayaan. Ia diduga bertindak sebagai admin grup WhatsApp “Jumat Bersih” untuk mengatur titik kumpul peserta aksi. Pablo juga turut membuat 20 botol molotov pada 27 April dan 1 Mei. Ia diduga mengibarkan bendera merah hitam bertuliskan “Anti Fasis” di depan water barrier yang dibakar.
D alias Dilan: Penyumbang dan Pengatur Aksi
D, yang disebut sebagai Dilan, berada dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan” dan “Kluster Banjaran” untuk koordinasi. Ia diduga mendorong water barrier yang kemudian dibakar oleh massa. Selain itu, D bertugas mengatur titik kumpul di sebuah ruko di Batununggal sebelum peserta aksi bergerak ke Cikapayang. Ia juga membeli logistik seperti sarung tangan proyek dan masker.
HR dan RA: Pelaku Perusakan dan Blokade
HR diduga mendorong tenda di Pos Lantas Cikapayang ke arah api hingga terbakar. Ia juga ikut melakukan blokade jalan bersama enam orang lainnya. RA tergabung dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan” dan berperan dalam aktivitas perusakan serta penghalangan lalu lintas.
