Berita

Keluhan Anker Jalan Jauh Usai Stasiun Karet Tinggal Kenangan

stasiun-karet-1-september-ditutup-padahal-penumpangnya-sebanyak-ini-1788159262089_169-1
Foto : Anthony Taylor - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Transisi Stasiun Karet ke BNI City: Penumpang Merasakan Dampak Langsung di Hari Pertama
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Transisi Stasiun Karet ke BNI City: Penumpang Merasakan Dampak Langsung di Hari Pertama

Beritanew.com – Sejak Selasa, 1 September 2026, wajah transportasi commuter di kawasan Karet, Jakarta Selatan, berubah secara fundamental. Stasiun Karet yang selama puluhan tahun menjadi titik naik-turun KRL Jabodetabek resmi menghentikan seluruh operasinya. Seluruh penumpang yang sebelumnya bergantung pada stasiun tersebut kini diarahkan menggunakan akses selasar penghubung menuju Stasiun Sudirman Baru, yang lebih dikenal dengan nama BNI City. Jarak tempuh berjalan kaki dari peron BNI City ke area Karet mencapai sekitar 500 meter, dan sebagian jalur pejalan kaki di sepanjang rute itu telah dilengkapi kanopi sebagai pelindung dari panas dan hujan.

Perubahan ini bukan sekadar perpindahan nama pada peta transit. Bagi ribuan komuter harian, keputusan KAI Commuter untuk mengalihkan seluruh operasional Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City berarti mengubah rutinitas pagi dan sore mereka secara permanente. Penumpang yang biasa turun di Karet kini harus menempuh jarak tambahan sebelum mencapai tujuan akhir, sebuah konsekuensi yang langsung terasa pada hari pertama transisi.

Beban Fisik bagi Penumpang yang Membawa Barang

Salah satu keluhan paling menonjol datang dari pedagang kecil yang menjadikan Stasiun Karet sebagai titik akses ke pasar. Abdul, seorang pengguna KRL yang ditemui di area Karet pada Selasa (1/9/2026), mengungkapkan bahwa berjalan melewati selasar penghubung sambil membawa barang dagangan terasa sangat melelahkan.

“Kalau bagi saya saat ini sih sulit. Terasa agak sulit sih karena kan bawa barang,” kata Abdul di Karet, Selasa (1/9/2026).

Keluhan serupa diungkapkan Lisa, perempuan berusia 43 tahun yang menjadikan Stasiun Karet sebagai titik turun harian untuk berbelanja di pasar. Baginya, perpindahan ke BNI City bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal kemampuan fisik untuk membawa beban belanjaan setelah menempuh perjalanan tambahan.

“Itu yang harus dipikirkan tuh kayak lansia mungkin gitu ya, terus yang kedua orang yang ke pasar beli barang buat dibawa pulang itu nggak akan sanggup kata saya mah. Capek, bawa diri aja udah capek,” tutur Lisa.

Lisa menambahkan bahwa secara keseluruhan Stasiun BNI City memang menawarkan ruang yang lebih lapang dan nyaman dibandingkan stasiun lama. Namun, ia menyoroti persoalan penerangan di area samping selasar yang menurut pengamatannya belum memadai, terutama pada malam hari.

“Terus kalau malam, itu kayaknya belum siap lampu-lampunya ya di samping itu. Itu sih kalau saya lihat. Kalau secara keseluruhan sih memang sebenarnya lebih nyaman sih,” kata Lisa.

Dampak pada Lansia dan Pensiunan

Bagi penumpang lanjut usia, tambahan 500 meter berjalan kaki bukan angka kecil. Sariya, perempuan 58 tahun yang telah pensiun, mengakui bahwa waktu tempuh dari BNI City ke area Karet jelas lebih lama dibanding sebelumnya. Ia memilih untuk tidak terburu-buru demi menjaga kondisi tubuhnya.

“Waktunya lebih lama, cuman kayaknya sih harus nyantai dikit gitu. Kalau yang buru-buru sih susah. Kalau saya kan orang pensiunan, jadi saya jadi lebih santai santai gitu kan,” ujarnya.

Masrunah, penumpang berusia 60 tahun, menyampaikan keluhan yang lebih spesifik: nyeri pada kaki setelah menempuh jarak berjalan yang lebih panjang. Bagi kelompok usia ini, transisi yang tampak sederhana di atas peta dapat menjadi hambatan nyata setiap hari.

“Ya capek. Capek, kaki juga lagi sakit ini habis jalan,” ujarnya.

Hari Terakhir di Stasiun Karet

Sebelum gerbang stasiun lama benar-benar tertutup, suasana di hari terakhir pelayanan, Senin (31/8/2026), masih menunjukkan kepadatan khas sebuah stasiun commuter yang telah melayani jutaan penumpang selama bertahun-tahun. Peron 1, yang melayani kedatangan dari arah Bekasi, Manggarai, dan Cikarang, tercatat lebih padat dibandingkan peron 2. Para pekerja antre keluar dari stasiun, sementara perjalanan KRL tetap berjalan normal dengan kereta tiba setiap sekitar lima menit.

Kepadatan serupa kembali terlihat pada hari pertama di Stasiun BNI City. Penumpang dari peron 1 tampak berbondong-bondong keluar melalui pintu sisi barat stasiun, lalu melanjutkan langkah melewati selasar penghubung menuju arah Karet. Papan penunjuk arah telah terpasang di pintu keluar stasiun, dan proyek pembongkaran struktur Stasiun Karet juga mulai berjalan di lokasi.

Kesiapan Infrastruktur di Sisi BNI City

Menjelang transisi, fasilitas di sisi barat Stasiun BNI City telah diaktifkan secara penuh. Gate elektronik, loket penjualan tiket, dan area hall beroperasi normal. Dua papan penunjuk arah menuju area Karet dipasang di sepanjang selasar penghubung untuk membantu penumpang menemukan rute yang benar. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya integrasi layanan yang diumumkan KAI Commuter, yang menyatakan bahwa seluruh operasional Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City mulai 1 September 2026 demi meningkatkan kualitas layanan integrasi.

Ke depan, tantangan utama bukan lagi soal ketersediaan infrastruktur, melainkan soal kenyamanan dan aksesibilitas bagi kelompok rentan—lansia, penyandang disabilitas, serta pedagang yang membawa beban. Tanpa penyesuaian lanjutan seperti penambahan tempat istirahat di sepanjang selasar, perbaikan penerangan malam, atau penyediaan fasilitas bantu mobilitas, transisi ini berisiko menjadi beban harian yang tidak proporsional bagi sebagian penumpang.

Frequently Asked Questions

What is Keluhan Anker Jalan Jauh Usai Stasiun?

Keluhan Anker Jalan Jauh Usai Stasiun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Keluhan Anker Jalan Jauh Usai Stasiun matter?

Keluhan Anker Jalan Jauh Usai Stasiun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment