Imigrasi Amankan 5 WNA di Tangerang Terkait Pemalsuan Tiket dan Terlibat Judol
Daftar Isi
Lima WNA Diamankan di Tangerang, Diduga Pakai Tiket Pulang Palsu dan Jalankan Judi Online
Beritanew.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang mengamankan lima warga negara asing yang diduga menggunakan tiket kepulangan palsu untuk memperpanjang izin tinggal kunjungan. Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas juga menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan perjudian online internasional yang menyasar pengguna di Vietnam.
Lima orang tersebut terdiri atas dua warga negara China, WH dan ZL, serta tiga warga negara Vietnam berinisial LVT, DVD, dan DIH. Kasus ini masih didalami, termasuk kemungkinan adanya pihak atau warga asing lain yang ikut terlibat.
Permohonan VOA Memicu Kecurigaan
Perkara bermula ketika kelimanya mengajukan perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan atau visa on arrival melalui aplikasi MOLINA pada 29 Agustus 2026. Permohonan elektronik itu masuk ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang.
Dalam proses verifikasi dokumen, petugas mencermati tiket pulang yang dilampirkan sebagai salah satu syarat perpanjangan VOA. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron, menjelaskan bahwa ada indikasi tiket tersebut tidak sesuai dengan identitas pemohon.
“Petugas verifikator kami menemukan kecurigaan dari return tiket (tiket kepulangan) yang dilampirkan oleh 5 (lima) WNA sebagai salah satu persyaratan mutlak dalam perpanjangan VOA. Petugas menduga tiket yang dilampirkan merupakan tiket milik orang lain yang diduga dipalsukan dengan merubah nama dari pemilik tiket sebenarnya.”
Petugas kemudian mengirimkan pemberitahuan melalui email agar kelima WNA datang ke kantor imigrasi untuk menjalani klarifikasi. Mereka memenuhi panggilan itu pada 7 September 2026 dan diperiksa oleh Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.
Riwayat Perjalanan dan Keterangan yang Tidak Selaras
Dalam pendalaman, pemeriksa menemukan dua orang di antara lima WNA tersebut mempunyai rekam perjalanan serta pernah tinggal di Kamboja. Temuan ini mendorong petugas memperluas pemeriksaan terhadap aktivitas kelimanya selama berada di Indonesia.
“Saat dilakukan pendalaman oleh Bidang Inteldakim terkait dugaan pemalsuan persyaratan izin tinggal yang dimaksud, petugas menemukan rekam jejak dari 2 (dua) orang WNA yang memiliki riwayat perjalanan dan menetap di Kamboja, sehingga timbul dugaan bahwa ke-5 (lima) WNA juga terlibat dalam aktivitas yang mencurigakan.”
Barron menyebut jawaban yang disampaikan kelima WNA selama pemeriksaan tidak konsisten satu sama lain. Keterangan mengenai lokasi tinggal serta kegiatan mereka di Indonesia juga dinilai berbelit-belit, sehingga pengawasan keimigrasian dilanjutkan ke alamat tempat tinggal mereka.
Tim mendatangi sebuah apartemen di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Pengawasan di lokasi itu menghasilkan penemuan sejumlah perangkat elektronik dalam jumlah yang dianggap tidak wajar. Saat ditemukan, perangkat tersebut disebut sedang berjalan secara otomatis.
Puluhan Perangkat Elektronik Diamankan
Dari apartemen tersebut, petugas menyita satu unit komputer, satu unit laptop, serta 26 telepon genggam. Keberadaan perangkat-perangkat itu memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut dipakai untuk aktivitas yang melanggar hukum.
“Hasil pengawasan keimigrasian di tempat tinggal ke-5 (lima) WNA petugas menemukan adanya perangkat elektronik dengan jumlah tidak wajar, yang dimana saat ditemukan petugas perangkat elektronik tersebut sedang beroperasi secara otomatis. Kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) Unit Komputer, 1 (satu) Unit Laptop dan 26 (dua puluh enam) Unit Telepon Genggam.”
Pemeriksaan selanjutnya mengungkap bahwa lima WNA itu telah tinggal dan berkegiatan di Indonesia selama sekitar satu bulan. Imigrasi memastikan tiket kepulangan yang dipakai dalam pengajuan perpanjangan izin tinggal memang dipalsukan.
Petugas juga menduga kelompok tersebut menjalankan perjudian online lintas negara dengan kedok permainan daring. Sasaran operasinya disebut berada di Vietnam. Dalam pembagian peran yang diduga dilakukan, WH dan ZL bertugas sebagai operator sistem, sedangkan LVT, DVD, dan DIH menangani transaksi keuangan.
“Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa tiket kepulangan yang digunakan memang dipalsukan dan kelima WNA diduga terlibat dalam praktik perjudian online internasional yang menyasar pelanggan di Vietnam dengan modus Game Online, dengan pembagian peran 2 WNA RRT berinisial WH dan ZL sebagai operator sistem dan 3 WNA Vietnam berinisial LVT, DVD, dan DIH pengelola transaksi keuangan.”
Penyidikan atau Deportasi
Keuntungan dari aktivitas judi online itu diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta dong Vietnam setiap hari. Nilai tersebut masih menjadi bagian dari materi pendalaman pihak imigrasi bersama barang bukti elektronik yang telah diamankan.
Kelima WNA diduga melanggar Pasal 122 huruf a dan/atau Pasal 123 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ketentuan itu berkaitan dengan tindakan penyalahgunaan izin tinggal dan pemberian keterangan atau dokumen yang tidak sesuai untuk memperoleh izin keimigrasian.
Kantor Imigrasi Tangerang akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok dan Vietnam. Apabila alat bukti dinilai mencukupi, penanganan perkara dapat dinaikkan ke tahap penyidikan. Jika unsur pidana keimigrasian tidak terpenuhi, tindakan administratif tetap dapat dijatuhkan berupa deportasi dan penangkalan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari selective policy dalam keimigrasian, yakni prinsip bahwa orang asing yang berada di Indonesia harus memberikan manfaat dan tidak mengganggu keamanan maupun ketertiban umum. Pemeriksaan dokumen perjalanan, alamat domisili, serta tujuan kegiatan menjadi unsur penting dalam pengawasan agar izin tinggal tidak dipakai untuk aktivitas di luar ketentuan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Imigrasi Amankan 5 WNA di Tangerang?
Imigrasi Amankan 5 WNA di Tangerang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Imigrasi Amankan 5 WNA di Tangerang matter?
Imigrasi Amankan 5 WNA di Tangerang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.