Politik

New Policy: Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen PWI Pusat, Perkuat Konsolidasi Organisasi

New Policy: PWI Pusat Reorganisasi Struktur, Perkuat Konsolidasi Organisasi

New Policy – Dalam rangka mendorong New Policy, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, mengumumkan pengangkatan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Tindakan ini menjadi bagian dari strategi reformasi internal organisasi, yang bertujuan memperkuat sinergi dan konsolidasi di seluruh jajaran pengurus. Pengangkatan Susanto terjadi setelah wafatnya Sekjen sebelumnya, Zulmansyah Sekedang, serta untuk memastikan program kerja organisasi tetap berjalan lancar sesuai arah New Policy.

Struktur Kepengurusan Baru

Pengumuman New Policy tentang perubahan susunan kepengurusan PWI Pusat dilakukan pada Selasa, 20 Mei 2026, di Jakarta. Sebelumnya, Marthen Selamet Susanto menjabat sebagai Bendahara Umum, menunjukkan kinerja stabil dalam layanan keuangan. Keputusan ini diambil melalui Surat Keputusan Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026, tertanggal 18 Mei 2026. Selain itu, beberapa jabatan krusial mengalami reposisi untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja di bawah New Policy.

Dalam rangka New Policy, PWI Pusat melakukan pergeseran di sejumlah bidang. Sumber Rajasa Ginting kini menjabat sebagai Bendahara Umum, naik dari posisi Wakil Bendahara Umum. Untuk mengelola tugas keuangan yang semakin kompleks, Badar Subur ditunjuk sebagai Wakil Bendahara Umum I, sementara Herlina menjadi Wakil Bendahara Umum II. Penyesuaian ini menunjukkan komitmen organisasi dalam menerapkan New Policy untuk meningkatkan manajemen keuangan.

Konsolidasi dan Penyesuaian Jabatan

Akhmad Munir menegaskan bahwa New Policy ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi internal PWI. “Penyesuaian ini krusial agar roda organisasi terus berjalan optimal dalam era New Policy,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. Di bidang Organisasi dan Keanggotaan, Zulkifli Gani Ottoh tetap memimpin, didampingi Djoko Tetuko Abdul Latif. Bidang Pembinaan Daerah tetap dijabat oleh Mirza Zulhadi, dengan Novrizon Burman dan Sarjono sebagai anggota. Di Bidang Pendidikan, Agus Sudibyo kembali menjabat Ketua, ditemani Zarman Syah dan Iskandar Zulkarnain.

Posisi Jabatan Kerjasama dan Kemitraan kini dipimpin Ariawan, dengan Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus sebagai pendamping. Di Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap menjadi Ketua, didukung oleh Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu. Bidang Media dan Penyiaran masih dipegang oleh Auri Jaya, ditemani Danang Sanggabuana serta Dede Apriadi. Perubahan struktur organisasi ini bertujuan menjaga dinamika pelaksanaan program nasional sesuai New Policy.

Di Bidang Pengelolaan Aset, Endang Werdiningsih menjadi Ketua, didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel. Penyesuaian ini diharapkan mampu mendorong perkembangan PWI Pusat menjadi lebih solid dan kompetitif dalam konteks New Policy. Selain itu, tugas pengelolaan keuangan juga diperkuat dengan penambahan posisi Wakil Sekretaris Jenderal yang diisi oleh Haryo Ristamaji, Suprapto Sastro Atmojo, dan Kadirah.

Konsolidasi organisasi menjadi prioritas utama New Policy, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga dinamika dalam pelaksanaan program nasional.

Dalam konteks New Policy, pengangkatan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekjen PWI Pusat juga diharapkan menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas layanan dan koordinasi dengan berbagai pihak. Strategi ini mencerminkan upaya organisasi dalam menghadapi tantangan baru dan memastikan struktur kepengurusan tetap responsif terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, konsolidasi ini juga melibatkan kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta untuk mendukung keberlanjutan organisasi di bawah New Policy.

Leave a Comment