Uncategorized

Main Agenda: DPR Rapat Bareng KNKT, Ketua Komisi V Pertanyakan Sinyal Hijau saat Kecelakaan Kereta di Bekasi Tewaskan 16 Orang

Main Agenda: DPR dan KNKT Rapat, Ketua Komisi V Pertanyakan Sinyal Hijau saat Kecelakaan Kereta di Bekasi

Main Agenda – Sebagai bagian dari Main Agenda, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pertemuan dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Rabu, 21 Mei. Rapat ini menyoroti penyelidikan kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, menyebabkan 16 korban jiwa. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat KA 5181 Commuter Line bertabrakan dengan mobil taksi pada pukul 20.48.29 WIB. Sementara itu, KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal hijau yang diberikan. Main Agenda ini menjadi panggung untuk menyelidiki peran sinyal hijau dalam kecelakaan tersebut.

“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau,” ujar Soerjanto dalam sesi rapat. Ini menunjukkan bahwa sinyal hijau diterbitkan meskipun ada kondisi yang memungkinkan risiko. Pertanyaan tentang keputusan ini menjadi fokus utama Main Agenda hari ini.

Ketua Komisi V DPR, Lasarus, secara aktif menginterogasi KNKT terkait kondisi sinyal hijau saat kecelakaan. “Berarti kesimpulan yang didapat KNKT saat terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, kemudian kereta Argo Bromo Anggrek melanjutkan perjalanan dengan sinyal hijau Pak ya?” tanyanya. Soerjanto menjawab, sinyal KA Argo Bromo Anggrek saat itu memang hijau. “Sinyalnya hijau Pak,” jawabnya. Lasarus mengusulkan revisi sistem sinyal agar lebih aman, terutama dalam konteks Main Agenda yang menekankan keselamatan transportasi.

“Harusnya merah kan Pak ya? Karena di depan ada obstacle,” tanya Lasarus kembali. Pertanyaan ini memicu diskusi lebih lanjut tentang prosedur pemberian sinyal dan keselarasan antara sistem KNKT dengan regulasi perkeretaapian.

Dalam investigasi, KNKT menegaskan bahwa mereka belum merilis analisis menyeluruh, hanya menyampaikan fakta-fakta yang terkumpul. “Pada presentasi kali ini, kami hanya menyampaikan data faktual, tanpa analisis dan kesimpulan tentang penyebab kecelakaan,” kata Soerjanto. Polda Metro Jaya terus mengeksplorasi insiden tersebut dengan memeriksa 31 saksi, mengungkap fakta penting dalam proses penyelidikan. Main Agenda ini menjadi titik awal untuk menggali akar masalah yang mungkin tersembunyi.

Korban dan Duka Cita

Dalam kecelakaan di Bekasi Timur, total korban mencapai 106 orang, dengan 46 di antaranya masih dalam pengamatan. Sopir taksi listrik Green SM mengklaim kendaraannya mengalami mesin mati saat melewati jalur perlintasan kereta. Akibat kejadian tersebut, puluhan orang mengalami cedera. Karangan bunga berjejer di Stasiun Bekasi Timur sebagai simbol kesedihan atas tragedi ini. Main Agenda ini juga menjadi ajang untuk menyoroti dampak psikologis dan sosial terhadap masyarakat sekitar.

Keselamatan Transportasi dan Infrastruktur

Kecelakaan yang terjadi pada 28 April 2026 menyebabkan pembatalan beberapa perjalanan kereta jarak jauh di Pulau Jawa. KNKT mengungkapkan jeda antara kecelakaan taksi dan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur hanya 3 menit 43 detik. Komisi V DPR RI menyoroti kerusakan parah jalan Tol Jakarta-Tangerang yang berpotensi membahayakan pengendara, mendesak perbaikan sebelum arus mudik Lebaran 2026. Main Agenda ini juga menekankan pentingnya evaluasi sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh.

Selain itu, Lasarus juga meminta tindakan permanen untuk mengatasi penurunan jalur kereta Semarang yang sering ambles. Ia menekankan bahwa Main Agenda tidak hanya fokus pada kecelakaan di Bekasi, tetapi juga mencakup perbaikan infrastruktur transportasi nasional. DPR juga menyoroti masalah harga tiket pesawat, meski belum dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. Diskusi tentang sinyal hijau menjadi salah satu elemen penting dalam Main Agenda untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Leave a Comment