Special Plan: Kronologi Pria di Sulsel Cekoki Pacar dengan 4 Butir Asam Mefenamat hingga Tewas Keluarkan Darah dari Hidung
Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Berdarah
Special Plan adalah salah satu langkah strategis yang diambil oleh penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Sulawesi Selatan. Seorang pria, yang dikenal sebagai EB, terlibat dalam peristiwa mematikan tersebut setelah meminta pacarnya, MA, menyewa kamar di penginapan Jalan Sungai Saddang, Rappocini, Makassar. Tanggal 17 Mei 2026 menjadi titik awal kejadian, saat mereka menginap bersama dalam sebuah kamar. Dalam suasana yang seharusnya harmonis, EB melakukan tindakan keji dengan mencampurkan empat butir asam mefenamat ke dalam minuman korban. “Pelaku menyembunyikan racun di dalam minuman korban saat ia bangun tidur, “ungkap AKP Wawan Suryadinata, Kanit Resmob Polda Sulsel, dalam keterangan tertulis.
Pembunuhan ini merupakan bagian dari investigasi kriminal yang dikenal sebagai Special Plan. Teknik penyelidikan khusus ini mempercepat proses mengungkap kejahatan yang dianggap melibatkan faktor emosi dan kecemburuan. Menurut informasi, EB merasa cemburu setelah mengetahui MA diduga memiliki hubungan dengan pria lain. Dalam Special Plan, polisi menekankan pentingnya menggali motif dan alur kejadian secara terperinci. Dalam kasus ini, pelaku memilih metode yang tidak langsung, yaitu dengan mengenalkan racun melalui minuman, sehingga memperumit investigasi.
Proses Pemeriksaan dan Penemuan Mayat
Setelah korban kehilangan kesadaran, pelaku kembali ke penginapan untuk memastikan kondisi korban. EB mengecek keadaan pacarnya dan memutuskan untuk mencari informasi online mengenai efek overdosis asam mefenamat. Dalam Special Plan, penyidik mencatat bahwa pelaku tidak langsung mengambil tindakan ekstrem, tetapi mempersiapkan langkah-langkah perlahan. “Pelaku memberi korban minuman yang dicampur racun sebelum memastikan bahwa korban tidak bergerak lagi, “jelas Wawan.
Kasus ini mencapai titik puncak saat mayat MA ditemukan setelah masa sewa berakhir. Karyawan penginapan mengatakan bahwa saat pintu diketuk, tidak ada respons dari penyewa. Dari balik jendela belakang, mereka melihat korban terlentang dengan darah mengalir dari mulut dan hidung. Polisi yang datang langsung melakukan pemeriksaan awal dan menemukan tanda-tanda kekerasan. Dalam Special Plan, investigasi terus dilakukan untuk mengungkap detail lebih lanjut, termasuk apakah korban meninggal karena overdosis atau kombinasi trauma fisik.
Sebelumnya, diberitakan bahwa MA ditemukan tewas di guest house Kelapa Dua pada 25 Mei 2026. Jasad korban menunjukkan keanehan, seperti luka sayatan di sekitar leher dan gejala pernapasan yang tidak normal. Kasus ini dianggap sebagai bagian dari Special Plan karena melibatkan alur yang terencana dan penggunaan racun sebagai alat kejahatan. Polisi memeriksa luka-luka tersebut sebagai indikasi kekerasan tambahan, sementara hasil autopsi akan menjadi penentu akhir.
Proses Pemangkasan dan Pengembangan Kasus
Tim Resmob Polda Sulsel dan Jatanras Polrestabes Makassar berhasil menangkap EB di rumahnya beberapa hari setelah penemuan mayat MA. Dalam Special Plan, penyidik memastikan bahwa semua bukti dan saksi dihimpun secara lengkap untuk memperkuat kasus. Pelaku ditemukan dengan bukti-bukti kejahatan di tempatnya, seperti sisa minuman yang telah dicampur asam mefenamat. “EB menyadari bahwa korban telah meninggal saat diajukan pertanyaan oleh tim investigasi, “kata Wawan. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak langsung berupaya menyembunyikan mayat, tetapi masih merasa yakin akan hasilnya.
Kasus ini juga menarik perhatian masyarakat dan media lokal karena menggambarkan bagaimana kecemburuan dapat berujung pada tindakan kekerasan berdarah. Dalam Special Plan, polisi meminta warga sekitar untuk memberikan informasi tambahan, termasuk mengenai kebiasaan korban dan hubungan pelaku. Polisi juga melakukan rekonstruksi peristiwa untuk memastikan alur kejadian tidak terlewat. Selain itu, kasus ini menjadi contoh bagaimana kejahatan bisa terjadi di tempat yang seharusnya aman, seperti penginapan.
Pelaku EB yang telah diamankan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengambilan sampel DNA dan tes psikologis. Dalam Special Plan, penyidik menekankan pentingnya memahami psikologis pelaku untuk mengungkap alasan penggunaan racun. Polisi juga mengumpulkan data dari saksi mata, seperti penghuni penginapan dan tetangga sekitar. Kasus ini menjadi perhatian khusus karena menyebabkan kematian seorang perempuan muda dalam kondisi yang mengerikan.
Perbandingan dengan Kasus Serupa
Kasus MA bukanlah yang pertama dalam Special Plan. Sebelumnya, polisi juga mengungkap kejahatan serupa di Badung, NTB, di mana pelaku NP melakukan pemerkosaan terhadap MF. Dalam kasus tersebut, pelaku mengira korban berencana mencuri motornya, sehingga melakukan serangan fisik. Dalam Special Plan, polisi menegaskan bahwa kasus di Sulsel dan Badung memiliki kesamaan dalam motif dan metode kejahatan. “Kedua kasus ini menunjukkan bagaimana emosi berlebihan bisa memicu tindakan ekstrem,” ujar Kompol Ismail, Kapolsek Rappocini.
Analisis dalam Special Plan menunjukkan bahwa beberapa pelaku serupa menggunakan racun atau benda tajam sebagai alat kejahatan. Dalam kasus MA, penggunaan asam mefenamat menjadi pusat perhatian karena racun tersebut relatif mudah ditemukan dan digunakan dalam dosis besar. “Asam mefenamat memiliki efek sedatif yang kuat, sehingga bisa menyebabkan kematian dalam waktu singkat,” tambah Wawan. Selain itu, Special Plan juga mencakup pengecekan ke semua penginapan di Makassar untuk mencari tanda-tanda kejadian serupa.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam hubungan intim, terutama saat merasa tidak aman. Dalam Special Plan, polisi berharap kejadian serupa tidak terulang dan mendorong masyarakat untuk melaporkan kejadian kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Sebagai bagian dari proses, polisi juga mengadakan sosialisasi mengenai bahaya overdosis obat dan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.
Dengan terus diperkaya data dari saksi dan alat bukti, Special Plan memastikan bahwa kasus ini akan terungkap secara menyeluruh. Polisi berharap penangkapan EB bisa menjadi titik balik dalam investigasi, dan hasil autopsi akan menegaskan apakah korban meninggal akibat racun atau kombinasi trauma. Kasus ini juga memicu refleksi lebih dalam mengenai penggunaan obat-obatan dalam kejahatan, termasuk dampaknya pada korban dan pelaku.