Istri Tahanan Bantu Skenario Kabur Suami Usai Sidang
Latest Program – Kasus kaburnya tahanan di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, semakin terbongkar setelah penyidik menemukan bukti bahwa istri terdakwa, YN (40), secara aktif terlibat dalam menyusun rencana pelarian suaminya, Anwar Safari alias Nuang (40). Fakta ini muncul setelah pemeriksaan terhadap YN dan adik kandungnya, ZH (39), yang diduga menjadi bagian dari skenario yang disusun rapi untuk memudahkan pelarian tahanan dari Rutan Kelas II B Baturaja. Pemimpin kepolisian setempat, AKBP Endro Aribowo, mengungkapkan bahwa istri terdakwa menjadi penjembatannya dalam upaya membantu suami melarikan diri usai sidang.
Rencana Kabur Diketahui Sebelum Pemindahan Tahanan
Kabur terdakwa dari penjara bukanlah kejadian spontan, melainkan hasil dari persiapan matang yang dilakukan keluarga. Dalam penyelidikan, penyidik menemukan bahwa YN telah mempersiapkan strategi untuk membuat kejutan saat tahanan diantar ke rutan. “ZN mengatur jadwal dan pemanduannya agar pelarian bisa berjalan lancar,” kata Endro. Dari data yang dihimpun, ada tiga terdakwa yang berhasil melarikan diri, dengan dua di antaranya dibawa kembali oleh petugas.
Kabur terjadi saat 23 tahanan dibawa ke Pengadilan Negeri Baturaja dalam sebuah mobil tahanan. Saat tiba di halaman rutan, tahanan mulai mendobrak pintu secara bersamaan sementara petugas mencoba menahan. Petugas terluka akibat benturan dengan tahanan yang berusaha kabur, dengan satu di antaranya mengalami cedera serius di bagian dada. Dalam adegan ini, ZH menjadi bagian dari tim yang menunggu di belakang mobil untuk menangkap pelaku yang berhasil kabur.
Keterlibatan Istri sebagai Pemimpin Skenario
Pelarian tahanan dinilai terencana dengan baik, dengan YN diduga sebagai otak dari skenario yang dijalankan. “Kami menemukan bukti bahwa istri terdakwa memberikan instruksi secara langsung kepada ZH,” jelas Endro. Menurut penyidik, YN berperan sebagai komandan yang memastikan semua langkah pelarian berjalan sesuai rencana. Skenario ini juga mencakup pembagian tugas antar anggota keluarga, termasuk pemanfaatan kendaraan warga untuk melarikan diri.
Setelah pelarian terjadi, tahanan yang berhasil kabur segera bersembunyi di Ogan Ilir. Dalam berjam-jam, mereka berusaha menghindari kejaran petugas. Anwar Safari, salah satu pelaku kabur, sempat melarikan diri dengan motor warga. Namun, dalam pengendaraan, ia terjatuh dan digiring kembali oleh petugas. ZH yang sebelumnya menunggu di belakang mobil segera menemani Anwar dengan motor, sehingga mereka bisa keluar dari lokasi kejadian.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan tingkat keterlibatan keluarga dalam upaya mengganggu proses hukum. Terdakwa Anwar Safari sebelumnya menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (25/3), di mana ia dituduh melakukan tindak pidana narkoba. Dalam pengakuan, YN mengatakan bahwa rencana kabur dibuat agar suaminya bisa menghindari hukuman yang dianggap terlalu berat. “Latest Program ini bukan hanya kejutan, tapi bagian dari strategi agar proses sidang bisa berjalan lembut,” ujarnya.
Investigasi Terus Berlanjut untuk Mengungkap Lebih Banyak Detail
Pihak berwajib menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menemukan lebih banyak pelaku atau anggota keluarga yang terlibat. “Kami masih memeriksa data keterlibatan keluarga dalam Latest Program ini,” kata Endro. Dalam penyelidikan, YN dan ZH dianggap sebagai pelaku utama, meskipun ada kemungkinan anggota lain dari keluarga terdakwa juga turut andil. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar untuk menetapkan tersangka dan menentukan tingkat keterlibatan masing-masing pihak.
Kasus kabur ini juga memicu diskusi tentang efektivitas pengawasan tahanan di lembaga peradilan. Sejumlah ahli hukum menilai bahwa adanya skenario pelarian seperti ini menunjukkan kelemahan dalam sistem penjara yang ada. “Latest Program ini menggambarkan bagaimana tahanan bisa merancang pelarian dengan bantuan keluarga, sehingga kita perlu meninjau kembali prosedur keamanan,” kata seorang peneliti hukum. Dengan adanya bukti ini, pihak berwajib semakin yakin bahwa kabur terdakwa tidak hanya akibat kebetulan, melainkan perencanaan matang.
“Latest Program ini bukan sekadar kejadian biasa, tapi membuktikan bahwa tahanan bisa merencanakan pelarian dengan bantuan dari orang terdekat,”
ungkap Endro dalam wawancara terpisah. Kapolres OKU juga menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap tahanan, terutama pada hari-hari sebelum sidang untuk mencegah serupa terjadi kembali.