Special Plan Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Bali untuk Idul Adha dan Galungan
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan nasional, Perum Bulog melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap stok beras di gudang wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng, untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil sebelum Idul Adha dan Galungan. Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, melakukan inspeksi langsung ke gudang Bulog di Tangguwisia sebagai upaya mengawasi persiapan logistik yang diperlukan. Tindakan ini dilakukan guna menjaga harga beras dan memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari raya besar.
Dari hasil pengecekan per 21 Mei 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh gudang Kanwil Bali mencapai 10.739 ton. Angka ini memenuhi target Special Plan untuk menjamin kebutuhan beras hingga lima bulan ke depan. Hendra Susanto menegaskan bahwa komitmen Bulog dalam mengelola stok pangan menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi periode tinggi konsumsi selama dua hari raya besar tersebut.
Dalam rangka mendukung Special Plan, Bulog tidak hanya memperhatikan volume stok beras tetapi juga memastikan kondisi penyimpanan dan efisiensi distribusi tetap terjaga. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi nasional pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan. Tim pengecekan juga fokus pada penyebaran bantuan ke masyarakat yang paling membutuhkan, agar beras dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Kesiapan Stok di Buleleng
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu lokasi strategis dalam kebijakan Special Plan. Dalam pengecekan, stok CBP di daerah itu mencapai 442 ton, yang menjadi komponen penting dari total 10.739 ton di seluruh wilayah Bali. Hendra Susanto menyatakan bahwa stok beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan, bahkan bisa menjangkau permintaan tambahan saat Idul Adha dan Galungan.
“Kami terus memantau ketersediaan beras dan kondisi gudang sebagai bagian dari Special Plan, agar tidak terjadi kelangkaan di tengah lonjakan permintaan,” tambah Hendra Susanto.
Bulog juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna memastikan distribusi berjalan lancar. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan dan menyesuaikan strategi pengelolaan stok. Selain itu, proses distribusi dirancang agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik.
Pelaksanaan Distribusi Bantuan Pangan
Salah satu indikator keberhasilan Special Plan adalah realisasi distribusi bantuan pangan yang mencapai 10.054 penerima di Kecamatan Seririt, Buleleng. Angka ini mencerminkan efektivitas program distribusi yang telah dilakukan hingga 91,33 persen dari total 11.008 peserta. Di Desa Tangguwisia, penyaluran bantuan telah mencapai 238 penerima, atau 95,20 persen dari target 250 orang.
“Distribusi bantuan pangan menjadi prioritas dalam Special Plan ini, agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat akses bahan pokok,” ujar Hendra Susanto.
Persiapan Special Plan juga mencakup pengawasan terhadap distribusi logistik di setiap titik. Bulog menyiapkan sistem distribusi yang berkelanjutan, dengan memastikan setiap langkah pengelolaan stok dan distribusi dilakukan secara terpadu. Hal ini dirancang agar tidak terjadi kekurangan di saat kebutuhan pangan meningkat secara signifikan.
Dengan kebijakan Special Plan yang berjalan, Bulog berkomitmen untuk menjaga ketersediaan beras di Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng, selama periode kritis Idul Adha dan Galungan. Stok yang tercatat sebesar 13.000 ton di seluruh Bali menjadi jaminan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Pulau Dewata tetap terpenuhi. Ketersediaan ini juga menjadi dasar untuk memastikan harga beras tetap stabil di pasar.