Uncategorized

New Policy: Idul Adha 2026: Gubernur Khofifah Sebut Mampu Dongkrak Ekonomi Peternak Jatim

New Policy Membawa Harapan Besar untuk Ekonomi Peternak Jawa Timur Saat Idul Adha 2026

New Policy – Di tengah antusiasme umat Muslim Jawa Timur memasuki perayaan Idul Adha 2026, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa New Policy akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Dalam pembicaraannya, ia menegaskan bahwa strategi yang diusung pemerintah daerah ini diperkirakan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan menumbuhkan nilai ekonomi bagi sektor ternak. Potensi pendorong utama, menurut Khofifah, adalah tingkat permintaan hewan qurban yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama karena adaptasi terhadap kebijakan baru yang memberikan peluang lebih luas bagi peternak dalam memasarkan produk mereka.

Surplus Hewan Kurban Jadi Jaminan Ketersediaan Pasokan

Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat bahwa volume pasokan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 2.055.978 ekor, jauh melebihi kebutuhan pasar lokal sekitar 427.060 ekor. Hal ini memastikan ketersediaan ternak tidak hanya memenuhi permintaan Jatim, tetapi juga bisa dikirimkan ke daerah lain di Indonesia, bahkan luar negeri. New Policy, yang memperkuat kerjasama antara peternak dengan pengusaha kurban, menjadi faktor kunci dalam menciptakan surplus ini.

“Kebijakan yang kita siapkan bertujuan mengoptimalkan produksi ternak secara bertahap, sekaligus mendorong distribusi produk ke pasar internasional. Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang,” kata Khofifah saat mengunjungi Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Lamongan.

Peningkatan nilai pasar ternak, sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram, terus berlangsung meski harga sapi hidup mengalami kenaikan antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor. New Policy memberikan jaminan bahwa kebutuhan masyarakat untuk hewan kurban akan terpenuhi secara stabil, sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien. Dengan penyatuan data kebutuhan pasar dan peningkatan kapasitas produksi, ekosistem peternakan Jatim diproyeksikan lebih kuat menghadapi tantangan harga global.

Persiapan Mutu dan Keamanan Hewan Kurban

Untuk memastikan kualitas hewan kurban sesuai standar nasional, Pemprov Jatim telah menyiapkan 950 dokter hewan dan 1.500 paramedik veteriner yang bertugas mengawasi kesehatan ternak sebelum dan sesudah penyembelihan. Selain itu, 145 Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang sudah bersertifikat akan menjadi penjamin kehalalan produk. Kebijakan ini, yang disebut New Policy, mencakup penerapan biosecurity, vaksinasi rutin, serta pengawasan ketat terhadap mutu pakan yang digunakan.

Persiapan ini tidak hanya fokus pada kesejahteraan peternak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen. Ketersediaan 300 ekor sapi qurban di Lamongan, termasuk Peranakan Ongole, Limosin, Simental, dan sapi lokal, telah mencapai 80% penjualan ke Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Khofifah menekankan bahwa New Policy bertujuan memperkuat jaringan distribusi hewan kurban, sehingga memungkinkan peternak menjangkau pasar lebih luas, termasuk eksportir ke Arab Saudi dan Malaysia.

Meningkatnya permintaan hewan kurban juga berdampak pada perekonomian lokal. Aktivitas jual beli di Pasar Ternak Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan volume transaksi meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. New Policy, yang diterapkan secara bertahap sejak awal tahun 2026, menjadi sarana mengakselerasi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, sekaligus memastikan keterjangkauan harga untuk masyarakat umum.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, penggunaan New Policy dalam kebijakan penyembelihan hewan kurban telah meningkatkan transparansi dan standar produksi. Selain itu, penerapan teknologi digital dalam pelacakan hewan kurban di Jatim membantu mempermudah akses pasar dan mengurangi risiko kekurangan pasokan. Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa New Policy berhasil memperkuat rantai pasok, sekaligus meningkatkan daya saing produk ternak Jatim di tingkat nasional.

Khofifah menambahkan bahwa New Policy menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ekosistem peternakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan terpadu antara pemerintah, peternak, dan mitra ekspor, Jawa Timur diproyeksikan menjadi pusat produksi ternak berkualitas tinggi. Kebijakan ini juga memperkuat kemitraan dengan komunitas Muslim di luar Jatim, yang kini lebih aktif membeli produk ternak lokal sebagai bagian dari kebijakan nasional dalam peningkatan ekonomi.

Leave a Comment