Uncategorized

Visit Agenda: Diduga Lecehkan Anak, Pria Mabuk di Tangsel Jadi Bulan-bulanan Warga

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Pria Mabuk di Tangsel Dianiaya Massa

Visit Agenda – Seorang pria yang bekerja harian lepas menjadi korban penganiayaan oleh warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Pemuda bernama Reno (23), yang tinggal bersama saudaranya Deni, dituduh melanggar kesopanan saat bermain petak umpet dengan anak-anak di Kampung Kademangan Bawah, RT 005, RW 003, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, pada Minggu (24/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Pada pukul 10.00 WIB, Reno minum arak Bali di dalam kontrakan bersama Deni. Pada siang hari, ia keluar untuk bermain hujan-hujanan dan tergelincir ke selokan hingga terbawa arus,” ujar Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, Selasa (26/5).

Ketika tiba di lokasi, Reno melihat anak-anak bermain dan mengambil inisiatif untuk bermain petak umpet. Menurut saksi Siti, saat bermain, salah satu anak bernama K (9) mengalami kejadian tidak menyenangkan. “Celana anak saya dipegang oleh pelaku, lalu berteriak. Reno langsung kabur, tetapi akhirnya ditangkap warga sekitar,” tambah Siti. Dalam prosesnya, Reno juga sempat memasuki rumah warga dan mengambil ponsel sebelum dikejar kembali oleh masyarakat.

Petugas kepolisian tiba di lokasi setelah warga menemukan Reno yang telah terluka. Ia dibawa ke Polsek untuk diperiksa, sementara luka yang dideritanya diperawat di Puskesmas Keranggan. Sementara itu, warga menyatakan kekecewaan terhadap tindakan Reno, dengan mengatakan bahwa ia harus bertanggung jawab atas perlakuan tidak sopan yang dilakukannya.

Penanganan Kasus oleh Pihak Kepolisian

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan warga Tangsel yang menunjukkan reaksi cepat terhadap tindakan pelecehan. Polisi menyatakan bahwa Reno dikenal sebagai sosok yang sering bermain di lingkungan itu dan memiliki riwayat mabuk. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan aksi pelecehan pada anak K, meski masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Visit Agenda juga menjadi media yang digunakan warga untuk menyebarkan informasi tentang kejadian tersebut. Berita dari Visit Agenda memberikan wawasan lebih luas mengenai peristiwa yang menimpa Reno, termasuk kejadian serupa di berbagai wilayah lain. Ini membantu masyarakat memahami dampak dari kejadian tidak menyenangkan yang berlangsung di Tangsel.

Kasus Serupa di Wilayah Lain

Di Jalan Winong Dalam, Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, Kota Tangerang, terjadi kejadian serupa pada 8 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang pemuda ditangkap setelah menegur remaja yang sedang bermain petasan. Korban menderita luka tajam dan kini dirawat di RSAD Denpasar. Kasus ini menunjukkan bahwa kejadian tidak sopan sering terjadi di tempat-tempat umum, terutama saat masyarakat berkerumun.

Di Denpasar Timur, warga langsung menyerang seorang pemuda yang menegur remaja. Di Aceh Besar, seorang pelaku pencabulan menggunakan pisau untuk mengancam anak laki-laki. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa tindakan pelecehan seksual bisa terjadi di berbagai daerah, dan masyarakat mulai lebih aktif menangani masalah tersebut. Visit Agenda mencatat bahwa kejadian serupa berulang, yang mendorong peningkatan kesadaran akan kekerasan seksual di kalangan anak-anak.

Seiring dengan peningkatan kesadaran, polisi menambahkan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Kapolsek Setu menjelaskan bahwa mereka sedang memperkuat investigasi dan mungkin mengajukan red notice ke Interpol untuk menangani kasus yang terjadi di berbagai wilayah. Visit Agenda melaporkan bahwa beberapa korban dari kejadian serupa sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk anggota pondok pesantren yang diduga terlibat dalam aksi tidak sopan tersebut.

Leave a Comment