Latest Program: Pedagang Bakso Serahkan Keluhan ke Jokowi tentang Kenaikan Harga Daging Sapi
Latest Program – Dalam rangka Latest Program, sejumlah pedagang bakso dari Paguyuban Sahabat Bakso Indonesia mengunjungi kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Solo, pada Senin (1/6). Mereka menyampaikan kekhawatiran terkait kenaikan harga daging sapi yang signifikan, membebani usaha mereka dan menurunkan pendapatan para pelaku usaha di berbagai daerah.
Kenaikan Harga Daging Sapi dan Ketergantungan pada Impor
Kenaikan harga daging sapi ini dianggap sebagai dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Bambang Hariyanto, Ketua Umum Paguyuban Sahabat Bakso Indonesia, menjelaskan bahwa situasi ekonomi yang memburuk berdampak langsung pada biaya bahan baku utama. “Latest Program membuktikan bahwa kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan besar bagi UMKM,” kata Bambang usai bertemu Jokowi.
“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus meningkat, menyebabkan biaya impor daging sapi dan gandum menjadi lebih mahal. Ini membebani pembelanjaan kita, terutama dalam memenuhi permintaan pasar,” ujar Bambang dalam wawancara dengan media lokal.
Bambang menambahkan bahwa produksi daging sapi dalam negeri hanya mencapai 400.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 700.000 ton. Defisit 300.000 ton ini harus dipenuhi melalui impor dari negara seperti India dan Australia. Kenaikan harga bahan baku impor, yang mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, membuat para pedagang bakso harus beradaptasi dengan menaikkan harga jual atau mengurangi ukuran produk.
Kebijakan Pemerintah dan Tantangan dalam Latest Program
Latest Program juga menjadi platform untuk mengkritik kebijakan impor yang terus berlanjut. Bambang menyatakan bahwa Jokowi menunjukkan komitmen untuk melindungi usaha kecil dan menengah. Namun, ia menyarankan penerapan regulasi yang lebih ketat terhadap produk asing, terutama dari Cina, yang menyumbang sekitar 4.000 jenis bahan baku berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengakui bahwa kenaikan harga daging sapi berdampak pada kebutuhan pokok lainnya. Harga kelapa, misalnya, melonjak sejak Ramadan, memperparah tekanan pada masyarakat. Jokowi menegaskan bahwa harga sembako di pasar rakyat tetap stabil, meski ada ancaman kenaikan harga di berbagai sektor.
Kenaikan kurs dolar AS juga mempercepat kenaikan impor kedelai, yang berdampak pada harga pangan nasional. Bambang berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan terhadap harga bahan baku dan memastikan stabilitas ekonomi dalam rangka Latest Program. Dengan peran aktif pemerintah, ia yakin para pedagang bisa bertahan di tengah tekanan eksternal.
Di sisi lain, aksi mogok para pedagang daging sapi di Bekasi memperparah kelangkaan pasokan. Situasi ini menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah bagi ribuan usaha bakso. Meski demikian, Jokowi menekankan bahwa pemerintah tetap mendukung pelaku usaha lokal dalam menjaga daya tahan ekonomi. “Latest Program ini adalah wujud kepedulian kita terhadap kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Kenaikan harga berbagai bahan pokok menjadi indikator tekanan eksternal yang semakin nyata. Bambang mengingatkan bahwa kelangkaan daging sapi dan kenaikan harga bahan baku bisa memicu inflasi jika tidak segera diatasi. Ia menyarankan pemerintah meninjau kembali kebijakan impor dan memprioritaskan produksi lokal sebagai solusi jangka panjang dalam rangka Latest Program.