Uncategorized

Latest Program: Grab Bantah Kabar Bakal Keluar dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital

Grab Bantah Kabar Bakal Keluar dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital

Latest Program – Grab Indonesia membantah isu tentang rencana keluar dari pasar Indonesia, menyatakan bahwa operasionalnya tetap berjalan dengan komitmen penuh. Perusahaan menegaskan bahwa Indonesia merupakan bagian integral dari perjalanan bisnisnya selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, serta tetap menjadi pasar strategis yang penting bagi pengembangan ekosistem digital.

Pernyataan CEO tentang Komitmen Grab

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa informasi mengenai rencana keluar dari Indonesia tidak akurat. “Rumor mengenai rencana Grab keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Perusahaan senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Neneng dalam pernyataan resmi, Rabu (3/6).

“Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab, kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh serta mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia,” tambah Neneng.

Grab menekankan bahwa setiap langkah korporat diambil dengan pendekatan hati-hati dan selektif. Perusahaan juga menjelaskan bahwa ekosistem transportasi daring tetap dijaga keseimbangannya, baik bagi mitra maupun konsumen. Dalam konteks ini, Grab memperkenalkan strategi khusus untuk menghadapi proyeksi perlambatan ekonomi pada tahun 2025.

Kontribusi Grab terhadap industri ride-hailing dan layanan pengantaran online mencapai sekitar 50 persen, sekaligus berperan dalam digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, perusahaan menyalurkan program berupa lebih dari Rp100 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Angka ini mencerminkan peran Grab dalam menopang kehidupan jutaan masyarakat Indonesia.

Peluang Kerja dan Inisiatif Bersama Kadin

Dalam rangka mendukung perekonomian nasional, Grab menyebut telah berkontribusi pada terciptanya 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM. Perusahaan juga menyoroti kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang mengajak swasta dan pemerintah bekerja sama menarik investasi digital serta memanfaatkan potensi ekonomi digital nasional di World Economic Forum (WEF) Davos.

Grab menilai kebijakan ekonomi yang pro-investasi dan stabilitas politik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan. Perusahaan juga menjadi salah satu peserta pertama yang mengikuti program dari KPPU, menunjukkan komitmennya dalam mengawal perubahan ekonomi digital.

Menjelang Ramadhan 2026, permintaan layanan Grab di Jabodetabek meningkat hingga 35 persen. Peningkatan ini, meski menyebabkan waktu tunggu lebih lama bagi pengguna, juga memberikan peningkatan pendapatan mitra pengemudi. Untuk memperkuat kesejahteraan mereka, Grab memberikan Bonus Hari Raya dengan total anggaran sekitar Rp 110 miliar.

Sebagai bagian dari inisiatif inklusif, teknologi AI digunakan untuk memastikan distribusi Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, transparan, dan terukur. Selain itu, Grab Indonesia berhasil mengantarkan mitra UMKM Coffeenatics ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, sebagai contoh potensi usaha kecil dalam ekonomi digital global.

Leave a Comment