Tiga Perusahaan di Kapuas Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla dengan Pelatihan untuk 90 Karyawan
New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tiga perusahaan besar di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menggelar program pelatihan teknis berdurasi lima hari, 2–6 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan total 90 peserta dari PT Dwie Warna Karya (DWK), PT Susantri Permai (SP), dan PT Kapuas Maju Jaya (KMJ), dengan fokus pada penguatan kapasitas SDM dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla sebelum musim kemarau tiba.
Program pelatihan ini disusun sebagai bagian dari New Policy perusahaan untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Materi yang dibahas mencakup berbagai aspek, seperti peraturan terkini terkait karhutla, strategi pencegahan, teknik pemadaman api, serta simulasi respons darurat di lapangan. Selama pelatihan, peserta juga diberikan kesempatan untuk menguji coba peralatan pemadam modern dan memperkaya pemahaman mereka tentang koordinasi antar tim dalam situasi darurat.
Komponen Utama Pelatihan Berdasarkan New Policy
Bimtek Karhutla Kapuas dibagi menjadi dua gelombang untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan materi secara komprehensif. Gelombang pertama, 2–4 Juni, diikuti oleh 45 karyawan, sementara gelombang kedua, 4–6 Juni, menampung 45 peserta lain. Pemisahan ini memungkinkan pengulangan materi dan penguatan praktik langsung, yang menjadi inti dari New Policy untuk meningkatkan keahlian tim secara bertahap.
“New Policy ini tidak hanya mengutamakan pencegahan karhutla, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan sekitar perusahaan,” kata Jannes Manurung, coordinator perwakilan pimpinan perusahaan. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dilakukan secara terstruktur untuk memastikan setiap peserta memahami peran mereka dalam sistem pengendalian api yang efektif.
Kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi bagian penting dari New Policy ini. TNI-Polri, Manggala Agni, dan tim pemadam kebakaran turut berpartisipasi dalam program, menyediakan pengetahuan praktis serta mendukung simulasi respons darurat. BPBD Muara Enim juga turut andil dengan menyediakan motor pemadam khusus sebagai alat bantu menghadapi kemarau panjang 2026. Semua elemen ini saling terkait dalam membangun kerangka kerja yang lebih terpadu.
Implementasi New Policy dalam Praktik Lapangan
Salah satu strategi utama dalam New Policy adalah penggunaan teknologi canggih dalam pemadaman api. Perusahaan-perusahaan tersebut telah memperbarui sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai regulasi pemerintah, termasuk pemasangan sistem deteksi dini dan penggunaan alat berbasis digital. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak karhutla serta meningkatkan efisiensi operasional tim tanggap darurat.
Kemampuan SDM menjadi prioritas dalam New Policy. Para peserta pelatihan tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis, tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung seperti pemeriksaan peralatan, pemadaman api secara simulasi, dan penggunaan drone untuk pemantauan area rentan karhutla. Dengan memadukan teknologi dan penguasaan keterampilan, New Policy ini dirancang untuk menciptakan ekosistem keamanan yang lebih tangguh.
Menurut Sarfin Situmeang, perwakilan dari Regional Sustainability, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan antar sektor. “New Policy tidak bisa berjalan optimal jika tidak didukung oleh komunitas lokal dan pihak terkait lainnya,” tuturnya. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran hutan dan meningkatkan respons cepat dalam situasi darurat.