FOTO: Rudal Rusia Hantam Katedral Bersejarah di Kyiv, Puluhan Warga Terluka
FOTO – Pada malam Minggu, 15 Juni 2025, serangan udara dari Rusia kembali mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina. Serangan tersebut melibatkan rudal balistik dan drone, yang mengakibatkan kerusakan parah pada kompleks biara Kyiv Pechersk Lavra. Kompleks biara ini berdiri sejak abad ke-11 dan merupakan pusat spiritual penting di Ukraina, menyimpan berbagai situs suci serta peninggalan bersejarah. Foto-foto dari peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial, memperlihatkan bagian atap katedral yang hancur dan reruntuhan di sekitar area yang dikenal sebagai simbol keagungan negara tersebut.
Dampak Serangan pada Infrastruktur Kyiv
FOTO – Serangan udara Rusia tidak hanya menyasar Katedral Asumsi, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung apartemen bertingkat di berbagai wilayah Kyiv. Menurut laporan awal, lebih dari 50 rudal, termasuk rudal hipersonik Zircon, dan hampir 500 drone ditembakkan dalam serangan tersebut. Foto-foto yang diambil oleh warga setempat menunjukkan kerusakan pada beberapa jalan raya dan jaringan listrik, yang memicu pemadaman listrik bagi sekitar 140.000 pelanggan di kota tersebut. Selain itu, sebelas kendaraan terbakar akibat serangan, menambah kerusakan infrastruktur yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
FOTO – Jumlah korban luka mencapai 23 orang, termasuk seorang anak dan seorang perempuan hamil. Informasi ini menyebar melalui laporan media, dengan foto-foto yang menjadi bukti langsung dari kerusakan yang terjadi. Angkatan Udara Ukraina sebelumnya telah memperingatkan adanya pergerakan puluhan drone menuju Kyiv, serta ancaman rudal balistik di sejumlah daerah tengah dan timur negara. Foto-foto dari serangan ini tidak hanya menyoroti kekacauan di Kyiv, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi konflik yang terus berkembang.
Reaksi dari Pihak Terkait
FOTO – Pemerintah Ukraina dan organisasi internasional langsung mengutuk serangan tersebut. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa serangan ini adalah “pembunuhan simbol budaya dan spiritual Ukraina.” Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan bangunan bersejarah, seperti Katedral Asumsi, yang telah menjadi sasaran serangan sebelumnya. Foto-foto dari katedral yang rusak tersebut menarik perhatian dunia, dengan banyak media meminta akses ke lokasi untuk meliput peristiwa tersebut.
FOTO – Dalam konteks global, serangan ini juga menarik perhatian organisasi seperti UNESCO, yang menyebutkan bahwa katedral tersebut merupakan situs warisan dunia. Foto-foto yang diambil oleh jurnalis dan warga Kyiv memperlihatkan bagian atap katedral yang hancur dan tembok yang retak, menjadi bukti dari dampak serangan udara yang menggemparkan. Serangan ini menunjukkan bagaimana Rusia berusaha menghancurkan simbol identitas nasional Ukraina, dengan seni foto menjadi cara efektif dalam menyampaikan kekecewaan masyarakat internasional.
FOTO – Selain Kyiv, Rusia juga menyerang kota-kota lain seperti Dnipro dan Zaporizhzhia. Di Zaporizhzhia, fasilitas industri menjadi korban, sementara di Dnipro, beberapa bangunan sipil rusak parah. Tidak hanya itu, dalam operasi penyelundupan di perairan Sulawesi Utara, tiga WNA asal Filipina diamankan, menunjukkan bahwa konflik Ukraina juga memengaruhi pengawasan internasional. Dalam konteks foto-foto dari peristiwa di Kyiv, ini menjadi bagian dari laporan media yang terus berlanjut.