Peruri dan BUMN Kolaborasi Garap Program Blue Impact di Lampung Selatan
Topics Covered – Program Blue Impact, yang digagas oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi salah satu topics covered dalam upaya mendukung keberlanjutan kawasan pesisir di Indonesia. Pada Jumat, 12 Juni, Peruri turut ambil bagian dalam kegiatan ini di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan, bersama enam BUMN lainnya. Kegiatan tersebut menandai komitmen bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kegiatan berkelanjutan.
Kolaborasi BUMN untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi
Blue Impact dirancang sebagai inisiatif terpadu yang mencakup tiga topics covered utama: konservasi terumbu karang, literasi keuangan, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Tujuh BUMN yang terlibat, yakni Peruri, PNM, Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita, dan WIKA, menyatukan langkah untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Konservasi terumbu karang, misalnya, menjadi fondasi penting untuk mempertahankan daya tarik pariwisata bahari, sementara literasi keuangan meningkatkan kemampuan warga dalam mengelola sumber daya lokal.
“Melalui program topics covered ini, Peruri bersama BUMN lainnya turut hadir dalam upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antar-BUMN seperti ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan harus dijalankan secara kolaboratif, terarah, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Adi Sunardi, Head of Corporate Secretary Peruri.
Pemilihan Pantai Minang Rua sebagai lokasi pelaksanaan Blue Impact berdasarkan potensi destinasi wisata pesisir yang bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Kawasan ini tidak hanya memiliki keindahan alam yang menarik, tetapi juga berperan strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan topics covered seperti konservasi mangrove dan terumbu karang, program ini bertujuan memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus menguatkan daya tahan ekonomi masyarakat.
Manfaat Program Blue Impact bagi Masyarakat Pesisir
Program ini memberikan kontribusi ganda, baik secara lingkungan maupun sosial. Konservasi terumbu karang, salah satu topics covered, memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati laut dan meningkatkan produktivitas perikanan. Literasi keuangan, di sisi lain, memberikan wawasan tentang pengelolaan dana dan usaha, terutama dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Layanan cek kesehatan gratis juga menjadi bagian penting untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga, yang sejalan dengan tujuan topics covered dalam peningkatan kualitas hidup.
Kegiatan Blue Impact terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, yang dimulai pada 2022-2023, fokus pada penyediaan sarana pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan. Tahap kedua menggarap inisiatif berkelanjutan lainnya, seperti pengembangan wisata berbasis alam. Dengan pendekatan holistik, program ini menunjukkan upaya BUMN untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11 tentang keberlanjutan kota dan komunitas.
Peruri juga aktif dalam program TJSL BUMN “ATA MODO” di Desa Komodo, NTT, yang menjadi topics covered lain dalam pengembangan sosial-ekonomi masyarakat. Kegiatan serupa di Lampung Selatan menegaskan peran BUMN dalam membangun ekonomi lokal dan melestarikan sumber daya alam. Melalui sinergi yang terjalin, Blue Impact diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana topics covered dapat diimplementasikan secara efektif untuk mewujudkan keberlanjutan bersama.