Apa yang Dimaksud Metode Purposive Sampling? Simak!

metode purposive sampling

Dalam melakukan suatu penelitian khususnya penelitian kuantitatif dibutuhkan sampel yang digunakan untuk proses pengambilan data. Sampel adalah sebagian dari jumlah yang mewakili populasi, dengan demikian sampel adalah bagian dari populasi yang dapat mewakili. ada beberapa metode dalam proses pengambilan sampel salah satunya yaitu purposive sampling.

Metode purposive sampling adalah adalah salah satu teknik sampling non random dimana peneliti menetapkan kriteria-kriteria khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga dapat menjawab permasalahan yang ada.  Berikut merupakan beberapa pengertian purposive sampling menurut para ahli.

  1. Winarno (2013); purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan karena adanya pertimbangan tertentu, sampel yang diambil bukan secara random atau daerah tetapi didasarkan pada tujuan penelitian.
  2. sugiyono (2010); purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan mempertimbangkan secara khusus supaya data yang diperoleh dari hasil penelitian lebih representatif.
  3. Notoatmodjo (2010); purposive sampling adalah teknik pengambilan keputusan didasarkan atas pertimbangan tertentu seperti ciri dan sifat dari populasi.

Apa yang Dimaksud dengan Purposive Sampling dan Contohnya?

Apa yang Dimaksud dengan Purposive Sampling dan Contohnya?

Seorang yang peneliti yang akan melakukan penelitian pasti akan terlebih dahulu memperhatikan teknik apa yang akan kita gunakan dalam teknik pengambilan data. Di dalam penelitian ada 2 jenis pengambilan sampel yaitu sampel random dan non random. Sampel random adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acara tanpa melakukan pertimbangan tertentu. Sedangkan, Apa yang dimaksud dengan purposive sampling dan contohnya? Purposive sampling atau non random sampling adalah teknik pengambilan data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu seperti ciri, sifat, dan karakteristik yang memiliki hubungan didasari pada tujuan penelitian.

Berikut merupakan contoh purposive sampling

Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kualitas Kinerja Karyawan pada Perusahaan Maju Mundur

Penelitian ini mengenai budaya kerja ini dalam pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. kriteria dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  • Sampel merupakan seluruh karyawan tetap yang pada perusahaan tersebut
  • Sampel mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh peneliti
  • Sampel merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut selama 5 tahun

Berdasarkan kriteria khusus diatas diperoleh sampel adalah sebagai berikut

  • Populasi atau jumlah karyawan tetap dalam perusahaan tersebut sebanyak 99 orang
  • Karyawan yang mengisi kuesioner sebanyak 87 orang
  • Karyawan yang telah bekerja selama 5 tahun pada perusahaan Maju Mundur tersebut sebanyak 41 orang

Dari kriteria khusus diatas dapat disimpulkan bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian “Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kualitas Kinerja Karyawan pada Perusahaan Maju Mundur” adalah sebanyak 41 orang.

Kenapa Kita Menggunakan Purposive Sampling?

Kenapa Kita Menggunakan Purposive Sampling?

Metode purposive sampling bertujuan untuk menentukan sampel sesuai dengan kriteria tertentu, jadi kenapa kita Kenapa kita menggunakan purposive sampling?

Kita menggunakan purposive sampling untuk melakukan penelitian baik kuantitatif dan kualitatif maupun penelitian yang tidak melakukan generalisasi sehingga akan mendapatkan hasil penelitian yang representatif.

Apa Saja Kriteria Purposive Sampling?

Apa Saja Kriteria Purposive Sampling?

Metode purposive sampling merupakan teknik pengambilan data yang menentukan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu, lalu apa saja kriteria purposive sampling? Berikut ini merupakan kriteria purposive sampling

  1. Dalam menentukan sebuah objek atau sampel penelitian, peneliti harus harus melakukan studi pendahuluan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  2. Sampel yang akan dipilih harus memiliki sifat, karakteristik dan ciri khusus yang sesuai dengan populasi yang akan  dipilih sebagai sampel
  3. Dari keseluruhan populasi, subjek dan objek penelitian harus mendekati tujuan dari penelitian sehingga bisa menjawab rumusan masalah yang ada.
  4. Peneliti harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk membuat kriteria-kriteria sesuai dengan tujuan penelitian.

Berikut merupakan ulasan lengkap mengenai metode purposive sampling yang kita gunakan dalam penelitian, semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca. Terimakasih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.