Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Fakta Mahasiswi di Jakbar Tewas Usai Dicekoki Narkoba

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Mark Martin - beritanew.com

Foto : Mark Martin - beritanew.com

Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Hotel Jakarta Barat Usai Pesta Karaoke

Beritanew.com – Seorang mahasiswi berinisial S ditemukan meninggal di sebuah hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (3/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Polisi menduga korban sebelumnya diberi narkotika dan obat keras saat mengikuti acara karaoke bersama teman-temannya di PIK 2.

Perkara ini berujung pada penetapan seorang pria berinisial ID sebagai tersangka. ID diduga menyediakan serta memberikan pil ekstasi dan obat jenis Riklona kepada korban. Hasil pemeriksaan forensik menyatakan S meninggal akibat intoksikasi amfetamin dan metamfetamin.

Ajakan karaoke pada malam hari

Rangkaian kejadian bermula ketika S diajak ID untuk berkaraoke pada Rabu (2/9) malam. Dalam kegiatan tersebut, korban hadir bersama sejumlah rekan, termasuk seorang saksi berinisial ML.

Polisi mengungkap ID telah menyiapkan ekstasi serta Riklona sebelum acara berlangsung. Saat berada di lokasi karaoke, ID membawa S dan ML ke toilet. Di tempat itu, korban ditawari pil ekstasi.

"Sesampainya di tempat karaoke, Tersangka kemudian mengajak korban dan rekannya berinisial ML ke toilet," kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah, dalam keterangan, Jumat (10/9/2026).

Korban sempat menolak ekstasi

S pada awalnya disebut menolak ketika ditawari ekstasi. Namun, ID kemudian kembali mengajak korban dan ML ke toilet. Keduanya masing-masing diberi setengah butir ekstasi.

Beberapa jam setelah itu, ID diduga kembali memberikan narkotika dengan dosis yang sama. S dan ML disebut lagi-lagi menerima setengah butir ekstasi per orang.

"Korban dan temannya ini diberi ekstasi masing-masing setengah butir untuk kedua kalinya," jelas Rahis.

Setelah sesi karaoke selesai, pemberian obat diduga tidak berhenti. ID disebut memberikan dua butir Riklona kepada S dan dua butir kepada ML. Selanjutnya, ID mengajak korban serta sejumlah saksi untuk menginap di hotel di wilayah Cengkareng.

Kondisi korban memburuk saat tiba di hotel

Setibanya di hotel, kondisi S sudah terlihat sangat lemah. Ia bahkan perlu dipapah ketika memasuki bangunan dan sempat terjatuh di area depan lift.

Petugas hotel menyediakan kursi roda agar korban dapat dibawa menuju kamar. Setelah sampai di kamar, S diangkat lalu dibaringkan di atas tempat tidur. ID bersama para saksi disebut sempat mencoba membantu dengan memberikan susu dan minuman elektrolit.

"Namun korban hanya sempat meminum sedikit," ujarnya.

Kondisi lemas yang dialami korban menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena terjadi setelah rangkaian konsumsi zat yang diduga diberikan selama acara karaoke hingga perjalanan menuju hotel. Keesokan harinya, ID dan sejumlah saksi meninggalkan S sendirian di kamar karena mereka harus bekerja. Pada saat ditinggalkan, korban masih berada di hotel dan sudah tampak lemah.

Ditemukan tak bernyawa pada siang hari

Pada Kamis sekitar pukul 13.30 WIB, petugas hotel menemukan S tidak bernyawa di dalam kamar. Temuan itu segera diteruskan kepada kepolisian, yang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah benda yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu mencakup minuman elektrolit dan 19 butir obat jenis Riklona. Penyidik juga mengamankan rekaman CCTV serta percakapan WhatsApp milik para saksi untuk menelusuri urutan kejadian dan peran masing-masing pihak.

Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan melalui visum luar dan visum dalam atau autopsi. Hasilnya mengarah pada kematian akibat paparan zat narkotika.

"Berdasarkan hasil visum luar dan dalam atau autopsi terhadap korban, diketahui korban meninggal dunia akibat intoksikasi zat amfetamin dan metamfetamin," jelasnya.

ID ditetapkan sebagai tersangka

Polisi menetapkan ID sebagai tersangka setelah menduga ia memberikan ekstasi dan Riklona kepada S. Tes urine terhadap pria tersebut juga menunjukkan hasil positif mengonsumsi narkoba.

"ID kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memberikan narkotika jenis ekstasi dan obat jenis Riklona kepada korban," kata AKP Rahis Fathlillah.

Dalam video yang diterima wartawan, ID tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Pria berkacamata dan bertato itu kini menjalani proses hukum sebagai tersangka.

Atas dugaan perbuatannya, ID dijerat Pasal 116 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ketentuan tersebut mengatur tindak pidana narkotika yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

Forensik menyebut korban mengalami intoksikasi

Polisi menjelaskan bahwa kesimpulan dokter forensik menunjuk intoksikasi narkoba sebagai penyebab kematian S. Rahis menyampaikan, kondisi tubuh korban diduga mengalami reaksi berat terhadap zat yang dikonsumsi.

"Dokter forensik dapat menyimpulkan bahwa korban ini badannya kaget terhadap obat tersebut karena korban tidak pernah sebelumnya. Korban tidak pernah sebelumnya mengonsumsi obat tersebut," kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah, dalam keterangan, Jumat (11/9/2026).

Kasus ini memperlihatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pemberian obat atau zat apa pun dalam situasi pergaulan, terutama ketika seseorang tidak mengetahui jenis, dosis, maupun dampaknya bagi tubuh. Dalam perkara S, penyidik menelusuri bukti fisik, rekaman pengawasan, dan komunikasi para pihak untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 5 Fakta Mahasiswi di Jakbar Tewas?

5 Fakta Mahasiswi di Jakbar Tewas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Fakta Mahasiswi di Jakbar Tewas matter?

5 Fakta Mahasiswi di Jakbar Tewas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.