Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

7 Fakta Ngeri BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By Michael Jackson - beritanew.com

Foto : Michael Jackson - beritanew.com

Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Libatkan BYD dan Lima Kendaraan Lain

Beritanew.com – Arus lalu lintas di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terganggu setelah sebuah mobil listrik BYD terlibat kecelakaan beruntun pada Jumat, 23 Oktober 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.48 WIB itu mengakibatkan empat mobil tertabrak serta seorang pengemudi ojek online berinisial HS (56) mengalami cedera serius pada kaki.

Pengemudi BYD berinisial S (46) telah menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya menunjukkan ia negatif alkohol dan narkoba. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Rangkaian Tabrakan Bermula dari Honda Brio

Mobil BYD dengan nomor registrasi B-1220-KDP awalnya bergerak dari arah selatan menuju utara di Jalan Panglima Polim. Di ruas jalan tersebut, kendaraan itu kemudian menghantam Honda Brio bernomor B-2967-NGY yang berada di jalur searah di depannya.

Setelah benturan pertama, BYD dilaporkan bergerak ke sisi kiri jalan. Kendaraan itu lalu menabrak sepeda motor Honda Beat A-3867-DD yang dikendarai HS, kemudian mengenai mobil Wuling B-1835-ERZ yang sedang berhenti di sebelah kiri jalan.

Perjalanan kendaraan belum berhenti di situ. BYD naik ke trotoar dan kembali menabrak dua mobil yang tengah terparkir di area hotel, yaitu Honda Mobilio B-1247-WZK serta Toyota Navi B-2447-TWB.

“Semula kendaraan mobil BYD NRKB B-1220-KDP, melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” kata Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa.

“Sesampainya di depan Win Hotel, karena kurang hati-hati dan konsentrasi, menabrak kendaraan Brio B-2967-NGY yang melaju searah di depannya, kemudian oleng ke kiri menabrak kendaraan Honda Beat A-3867-DD, lalu menabrak kendaraan Wuling B-1835-ERZ yang sedang berhenti di kiri jalan, lalu naik trotoar dan menabrak mobil Mobilio B-1247-WZK dan mobil Toyota Navi B-2447-TWB yang sedang parkir di Hotel Amaris,” ujarnya.

Pengemudi Ojek Online Dirawat di RS Fatmawati

HS menjadi korban yang mengalami luka fisik dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi ojek online itu menderita patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet. Setelah kejadian, ia dibawa ke RS Fatmawati untuk memperoleh penanganan medis.

“Korban mengalami luka pada kaki kiri patah, dan lecet-lecet. Mendapat perawatan di RS Fatmawati,” ujar Kompol Kharisma.

Kondisi korban menjadi perhatian utama dalam penanganan kecelakaan ini, mengingat benturan melibatkan kendaraan roda dua, beberapa mobil, dan area trotoar. Pada saat pemeriksaan lanjutan berlangsung, HS masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyebab Kecelakaan Belum Ditetapkan

Penyelidikan belum menetapkan penyebab akhir dari kecelakaan beruntun tersebut. Aparat masih mendalami rangkaian peristiwa, kondisi kendaraan, serta keterangan sejumlah pihak yang berada di lokasi.

“Dugaan sementara penyebab kecelakaan dalam proses penyelidikan,” ujar Kompol Kharisma.

Pemeriksaan atas kecelakaan lalu lintas biasanya mencakup posisi setiap kendaraan, kondisi jalan, bukti kerusakan, serta keterangan pengemudi dan saksi. Dalam kasus ini, urutan benturan menjadi bagian penting karena BYD mengenai kendaraan yang bergerak, kendaraan yang berhenti, hingga mobil yang sedang parkir.

BYD dan Honda Brio Diamankan

Mobil listrik BYD tersebut telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan. Kendaraan berwarna putih itu mengalami kerusakan besar, terutama pada area depan kanan. Kap mesin tampak penyok, sementara dudukan pelat nomor depan juga mengalami kerusakan.

Goresan panjang terlihat pada sisi kiri dan bagian depan bodi kendaraan. Fender di area tersebut tampak hampir terlepas. Tidak jauh dari BYD, Honda Brio putih yang turut terdampak juga ditempatkan di area yang sama.

Pada Honda Brio, kerusakan paling menonjol terlihat di bagian kiri belakang. Bagian tersebut mengalami penyok cukup berat akibat benturan dalam rangkaian kecelakaan.

Tes Urine Pengemudi Negatif

S telah menjalani tes urine setelah kecelakaan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyampaikan bahwa pemeriksaan itu tidak menemukan kandungan alkohol maupun narkoba.

“Terhadap terperiksa pengemudi BYD sudah dilakukan tes urine dengan hasil negatif,” kata AKP Joko Adi.

Hasil tes tersebut merupakan salah satu bagian dari pemeriksaan, tetapi tidak mengakhiri proses penyelidikan atas kecelakaan. Aparat tetap mengumpulkan informasi untuk menentukan faktor yang memicu tabrakan beruntun di kawasan padat aktivitas tersebut.

Pengemudi Sempat Menjadi Sasaran Massa

Usai kecelakaan, S sempat menjadi sasaran amukan warga di lokasi. Ia mengalami pembengkakan pada wajah. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan perkara.

Penanganan kecelakaan di jalan raya tetap memerlukan proses hukum dan pemeriksaan yang terukur. Masyarakat yang menyaksikan insiden serupa dapat membantu dengan menjaga keselamatan korban, memberi ruang bagi petugas, serta menyampaikan keterangan bila diperlukan.

Kasus di Panglima Polim ini memperlihatkan besarnya dampak yang dapat terjadi ketika sebuah kendaraan kehilangan kendali di jalan perkotaan. Dalam hitungan singkat, kecelakaan dapat melibatkan pengguna jalan lain, kendaraan yang berhenti, hingga mobil yang berada di lokasi parkir. Penyelidikan akan menentukan penjelasan resmi atas peristiwa tersebut serta langkah hukum berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 7 Fakta Ngeri BYD Tabrak 4 Mobil?

7 Fakta Ngeri BYD Tabrak 4 Mobil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 7 Fakta Ngeri BYD Tabrak 4 Mobil matter?

7 Fakta Ngeri BYD Tabrak 4 Mobil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.