Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

8 Kebakaran di Jakarta dalam 2 Hari, Pemprov Beberkan Langkah Pencegahan

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By Mary Smith - beritanew.com

Foto : Mary Smith - beritanew.com

Waspada Kebakaran, Pemprov DKI Perkuat Pencegahan hingga Permukiman Padat

Beritanew.com – Rangkaian delapan kebakaran yang terjadi di Jakarta dalam kurun dua hari mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali menekankan pentingnya pencegahan sejak dari lingkungan warga. Peristiwa yang tercatat sejak Kamis (8/10/2026) itu berdampak pada ratusan warga dan tersebar di empat wilayah kota.

Jakarta Pusat serta Jakarta Timur masing-masing mengalami tiga kejadian kebakaran. Satu kejadian lainnya tercatat di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Peristiwa dengan dampak paling besar terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis pukul 18.45 WIB.

Lokasi kebakaran di Senen berada di permukiman di Jalan Kramat Pulo Dalam Gang 2 Nomor 15, RT 10 RW 8, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen. Kejadian di kawasan hunian padat kembali menunjukkan perlunya kesiapan warga, peralatan pemadaman awal, serta akses cepat terhadap layanan darurat.

Cuaca dan El Nino Jadi Perhatian

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyampaikan keprihatinan Pemprov DKI atas sejumlah kebakaran tersebut. Ia menilai kondisi cuaca perlu menjadi perhatian tambahan, terutama karena fenomena El Nino yang diperkirakan selesai pada September ternyata masih berlangsung hingga Oktober.

“Pemprov DKI Jakarta menyampaikan keprihatinan atas rangkaian kebakaran dalam dua hari terakhir,” kata Chico kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

“Soal pencegahan, ini memang yang paling utama, apalagi El Nino yang semula diperkirakan berakhir September masih berlanjut hingga Oktober,” sambungnya.

Dalam situasi seperti ini, langkah sederhana di rumah menjadi sangat penting. Instalasi listrik yang bermasalah, penggunaan kompor tanpa pengawasan, hingga penyimpanan bahan mudah terbakar di ruang terbatas dapat meningkatkan risiko api cepat membesar. Di kawasan padat, jarak antarbangunan yang berdekatan juga membuat api berpotensi menjalar lebih cepat apabila penanganan awal terlambat dilakukan.

APAR Didorong Menjangkau Tingkat RT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi prioritas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD juga diminta menjalankan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat agar informasi kesiapsiagaan mudah dipahami dan diterapkan.

Pemprov DKI telah menyiapkan alat pemadam api ringan melalui Gerakan Masyarakat Punya APAR atau GEMPAR. Program ini dilaksanakan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025. Ketersediaan APAR tidak hanya diarahkan di tingkat RW, melainkan terus diperkuat hingga tingkat RT.

“APAR di tingkat RW sudah tersedia dan terus kami perkuat hingga ke tingkat RT, terutama di kawasan padat seperti Tambora dan Cakung,” ujarnya.

Keberadaan APAR dapat membantu warga melakukan pemadaman pada tahap awal, selama api masih kecil dan kondisi di lokasi aman. Namun, alat tersebut harus diperiksa secara rutin agar tetap berfungsi. Pramono telah meminta pengecekan ulang APAR yang tersedia untuk memastikan peralatan bisa digunakan sewaktu diperlukan.

Pemeriksaan ini mencakup kesiapan alat di lingkungan warga. APAR yang disimpan terlalu lama tanpa perawatan berisiko tidak bekerja optimal saat keadaan darurat. Karena itu, penempatan alat yang mudah dijangkau dan pemahaman dasar warga mengenai penggunaannya menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Peran Warga dan Relawan Pemadam Kebakaran

Selain memperluas akses APAR, Pemprov DKI mengandalkan keterlibatan Relawan Pemadam Kebakaran atau Redkar. Edukasi keamanan instalasi listrik serta kanal pelaporan dini melalui layanan darurat 112 juga menjadi bagian dari strategi untuk menekan dampak kebakaran.

Respons cepat dari lingkungan sekitar dapat membuat perbedaan besar sebelum petugas tiba. Sepanjang September 2026, terdapat 34 potensi kebakaran yang berhasil dikendalikan sebelum meluas. Keberhasilan tersebut didukung laporan warga yang cepat dan gotong royong untuk menangani api pada tahap awal.

“Koordinasi ini terbukti membantu. Sepanjang September, 34 potensi kebakaran berhasil ditahan sebelum meluas karena warga cepat melapor dan bergotong royong memadamkan api di awal, sebelum petugas tiba,” jelas Chico.

Meski demikian, warga tidak dianjurkan mengambil risiko apabila api telah membesar, asap semakin tebal, atau terdapat ancaman dari tabung gas maupun jaringan listrik. Dalam kondisi tersebut, langkah paling aman adalah segera menjauh dari titik bahaya, mengingatkan penghuni lain, dan menghubungi petugas pemadam kebakaran melalui nomor darurat 112.

Langkah Pencegahan di Lingkungan Rumah

Warga yang tinggal di permukiman rapat diimbau meningkatkan kewaspadaan sehari-hari. Instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala, terutama apabila terdapat kabel yang terkelupas, sambungan tidak layak, atau penggunaan perangkat listrik secara berlebihan pada satu titik.

Barang mudah terbakar sebaiknya tidak ditumpuk sembarangan, khususnya di jalur keluar rumah atau lorong sempit. Jalur akses yang bersih dapat membantu penghuni menyelamatkan diri dan memudahkan petugas ketika kebakaran terjadi. Penggunaan kompor dan tabung gas juga perlu dilakukan dengan hati-hati, termasuk memastikan kondisi selang dan regulator tetap aman.

Chico mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pelaporan saat melihat tanda awal kebakaran. Asap, bau kabel terbakar, percikan api, atau api kecil yang tidak segera padam perlu ditangani dengan cepat sesuai kondisi keamanan.

“Penanganan awal oleh warga, ditambah respons cepat Damkar, adalah kunci agar api tidak membesar,” pungkasnya.

Dengan kesiapan alat, kewaspadaan terhadap sumber api, dan akses cepat ke layanan 112, risiko kebakaran yang meluas dapat ditekan. Pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama bagi warga, terutama di lingkungan yang padat dan memiliki potensi rambatan api lebih tinggi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 8 Kebakaran di Jakarta dalam 2 Hari?

8 Kebakaran di Jakarta dalam 2 Hari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 8 Kebakaran di Jakarta dalam 2 Hari matter?

8 Kebakaran di Jakarta dalam 2 Hari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.