Anak-Ibu di Jakbar Ngaku Diminta Bapak Belajar Ngelas, Ternyata untuk Bobol ATM
Anak Ibu di Jakbar Ngaku Belajar Ngelas untuk Bobol ATM
Beritanew.com – Anak Ibu di Jakbar Ngaku bahwa ia hanya diajari keterampilan las oleh ayah tirinya, tanpa pernah diberi tahu bahwa keahlian itu akan dipakai menjebol mesin ATM. Kasus ini mencuat dari sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, tempat pemuda berinisial H dan ibunya berinisial D kini berstatus tersangka. Ayah tiri mereka, berinisial RH, masih buron dan berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Interogasi yang Membongkar Dalih
Kombes Nasriadi, Kapolres Metro Jakarta Barat, memaparkan kronologi perkara dalam konferensi pers di Mapolres Jakbar, Selasa (1/9/2026). Saat Nasriadi bertanya langsung kepada H tentang apa yang diajarkan RH, jawaban pemuda itu terdengar polos: mengelas untuk memotong besi.
"Ngelas buat motong besi, Pak," ujar H di hadapan Nasriadi.
Nasriadi mendalami apakah RH pernah menyebut tujuan sebenarnya. H menjelaskan bahwa RH awalnya berdalih keterampilan itu akan dipakai untuk pekerjaan borongan memotong bangunan terbengkalai, bahkan menyebut nama aplikasi Lalamove sebagai pembenaran.
"Pertamanya belum, dia bilang nanti ikut Lalamove. Lalamove biasanya ada borongan-borongan buat motong-motong kayak gitu, motong-motong kayak bangunan terbengkalai," tutur H.
Baru kemudian RH mengubah arah rencana: bukan untuk bekerja, melainkan memotong mesin ATM. H mengaku terkejut dan mempertanyakan janji awal.
"Itu waktu dia bilang nanti kita potong mesin ATM aja. Kamu udah ngerti kan caranya, kayak gitu. 'Lha katanya buat kerja?' saya bilang kayak gitu. Akhirnya, singkat cerita, niat motong ATM," kata H.
Ibu yang Menolak Las, Lalu Terlibat
D, ibu kandung H, menuturkan bahwa RH semula meminta dirinya sendiri yang belajar mengelas. Ia menolak karena memakai kacamata dan khawatir percikan api mengenai mata.
"Tadinya saya yang disuruh belajar ngelas sama dia, saya enggak mau. Takut, mata saya kan enggak awas, saya pakai kacamata. Saya bilang takut, karena membal api nya takut kena mata," ungkap D.
Penolakan itu mendorong RH menjadikan H sebagai eksekutor lapangan. D menambahkan bahwa keputusan melakukan pembobolan berakar pada tekanan ekonomi. Ia memiliki tujuh anak dengan H sebagai anak pertama; anak-anak lainnya kini diurus oleh anak keduanya, sementara RH tidak pernah menjadi tulang punggung keluarga.
"Emang dari dulu juga dia (RH) enggak jaga (anak-anak) saya yang jadi tulang punggung. Anak ini juga sama. Makanya terbentur di ekonomi. Mau enggak mau dia (H) ikut (bobol ATM)," kata D.
D mengakui keterlibatannya dan berharap RH segera ditangkap agar proses hukum berjalan seadil-adilnya.
"Ya memang saya salah, ya seadil-adilnya aja. Saya ingin dia juga ditangkap. Itu aja harapan saya yang membawa anak saya untuk masuk ke sini," ucapnya.
Misi Gagal: Oksigen Las Habis di Tengah Aksi
Ketiga pelaku merencanakan pembobolan pada pertengahan Februari 2026. Skenarinya: RH dan H masuk ke dalam minimarket untuk mengelas mesin ATM, sementara D berjaga di luar. Namun setelah berhasil masuk dan mulai bekerja, tabung oksigen las tiba-tiba habis. Mesin tidak bisa dinyalakan kembali dan ATM tidak sempat dirusak.
"Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen, tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis," jelas Nasriadi.
Kegagalan misi utama justru memicu tindakan lain. Ketiga pelaku yang masih berada di dalam minimarket menjarah rokok dari rak penjualan sebelum keluar.
"Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok," tambah Nasriadi.
Penyidik juga mencatat bahwa pelaku menggunakan pakaian menyerupai seragam karyawan yang dibeli secara daring untuk menyamarkan identitas saat beraksi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini
Di mana lokasi kejadian pembobolan ATM yang melibatkan anak ibu di Jakbar ngaku belajar ngelas? Kasus terjadi di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Siapa saja yang berstatus tersangka dan siapa yang masih buron? H (pemuda) dan D (ibunya) berstatus tersangka. RH, ayah tiri sekaligus perencana, masih berstatus DPO.
Kapan rencana pembobolan itu dijadwalkan? Pertengahan Februari 2026, namun gagal karena bahan las (oksigen) habis sebelum ATM dirusak.
Apa yang terjadi setelah misi utama gagal? Ketiga pelaku menjarah rokok dari rak penjualan minimarket sebelum keluar dari lokasi.