Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Andre Rosiade Cek Proyek Pengerukan Sungai Sumbar Pascabanjir Bandang

Published Oktober 29, 2026 · Updated Oktober 29, 2026 · By Mark Martin - beritanew.com

Foto : Mark Martin - beritanew.com

Penanganan Sungai di Padang Didorong Berlanjut hingga Rekonstruksi

Beritanew.com – Upaya pemulihan infrastruktur sungai setelah banjir bandang di Sumatera Barat terus dipercepat, terutama di wilayah Kota Padang. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau langsung pekerjaan penanganan sungai di Muaro Panjalinan, Kecamatan Koto Tangah, untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, serta Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa. Peninjauan dilakukan saat pekerjaan di lapangan mulai memasuki tahap permanen, dengan alat berat telah bekerja di sejumlah lokasi.

Andre menekankan bahwa pemulihan pascabencana perlu menghasilkan perlindungan jangka panjang, bukan hanya penanganan sementara pada masa darurat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas dukungan anggaran bagi penanganan dampak bencana di Sumatera Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PU Dody Hanggodo. Pemerintah pusat menunjukkan komitmen untuk membangun kembali Sumatera Barat setelah bencana,” kata Andre, Kamis (29/10/2026).

“Kita melihat langsung alat berat sudah bekerja dan pekerjaan permanen mulai dilaksanakan. Ini yang kita dorong, agar penanganan tidak berhenti pada tanggap darurat, tetapi berlanjut sampai rekonstruksi,” sambung Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Fokus pada Pengendalian Banjir dan Sedimen

Program permanen yang disiapkan tidak hanya diarahkan untuk membenahi titik kerusakan akibat banjir bandang. Pekerjaan juga dirancang guna memperkuat pengendalian banjir dan mengurangi aliran sedimen dari wilayah hulu saat hujan deras terjadi. Langkah ini penting karena material yang terbawa aliran sungai dapat memperbesar risiko gangguan di kawasan hilir.

Andre menyatakan percepatan perlu tetap mengedepankan kajian teknis, rancangan pekerjaan, dan analisis lingkungan. Namun, proses tersebut dinilai harus dituntaskan dengan lebih cepat mengingat banjir kembali terjadi dan masyarakat membutuhkan infrastruktur yang memberi rasa aman dalam jangka panjang.

“Persiapan pekerjaan seperti ini membutuhkan kajian teknis, desain, dan analisis lingkungan. Namun, kita mendorong agar proses tersebut dipercepat tanpa mengabaikan aspek teknis. Apalagi, banjir kembali terjadi dan masyarakat membutuhkan penanganan yang memberikan perlindungan jangka panjang,” ujarnya.

Untuk penanganan sumber daya air pascabencana di Sumatera Barat, anggaran yang tersedia mencapai sekitar Rp4,3 triliun. Dari total itu, sekitar Rp380 miliar diperuntukkan bagi kebutuhan tanggap darurat. Sementara sekitar Rp3,8 triliun dipersiapkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Padang Mendapat Alokasi Sekitar Rp782 Miliar

Kota Padang memperoleh anggaran rehab-rekon sekitar Rp782 miliar. Dana tersebut mencakup pekerjaan pada Batang Kuranji dan Batang Air Dingin, termasuk area Gunung Nago serta Koto Tuo. Kedua sungai itu menjadi fokus karena pekerjaan perlindungan dan pengendalian perlu dilakukan di beberapa titik.

Rencana fisik yang disiapkan meliputi pembangunan dua bendungan, tiga cek dam, normalisasi alur sungai, pembangunan tanggul, serta pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan air baku. Bangunan pengendali sedimen di bagian hulu juga menjadi bagian dari rencana agar material tidak terus mengalir ke kawasan bawah ketika curah hujan tinggi.

“Untuk Kota Padang, penanganan difokuskan pada dua sungai utama, yakni Batang Kuranji dan Batang Air Dingin, dengan pekerjaan yang tersebar di sejumlah titik. Kita juga menyiapkan bangunan pengendali sedimen di bagian hulu agar material tidak terus terbawa ke hilir ketika terjadi hujan deras,” jelas Reski.

Pekerjaan permanen di Padang sebelumnya direncanakan mulai pada November. Jadwal itu kemudian dimajukan sehingga pelaksanaan dapat dimulai pada Oktober 2026. Perubahan jadwal mempertimbangkan kejadian banjir yang berulang di kota tersebut.

Penanganan Menjangkau 43 Sungai

Secara keseluruhan, BWS Sumatera V menjalankan program penanganan pascabencana pada 43 sungai yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Progres perkuatan tebing serta pekerjaan tanggul berada di sekitar 75 persen, sedangkan kegiatan normalisasi sungai telah mencapai kurang lebih 87 persen.

Di Kabupaten Padang Pariaman, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai sekitar Rp1,33 triliun. Pekerjaan mencakup Batang Anai, Batang Tapakis, Batang Ulakan, dan Batang Mangor. Lingkup programnya terdiri atas pembangunan bendungan, tujuh cek dam, normalisasi sungai, serta tanggul.

Kabupaten Solok memperoleh alokasi sekitar Rp392 miliar untuk penanganan Batang Lembang, Batang Gawan, dan sejumlah sungai di kawasan Saniang Baka. Sementara itu, Kabupaten Agam mendapatkan anggaran sekitar Rp278 miliar, termasuk untuk penanganan Batang Malalak dan pembangunan delapan cek dam.

Program di Kabupaten Tanah Datar meliputi penanganan Batang Sinamar, pengendalian lahar dan sedimen Gunung Marapi, pembangunan bendungan, sabo dam, cek dam, serta normalisasi sungai. Kota Padang Panjang juga direncanakan menerima penanganan pengendalian sedimen dan pembangunan satu cek dam dengan anggaran sekitar Rp50 miliar.

Rangkaian pekerjaan ini memperlihatkan bahwa pemulihan pascabanjir di Sumatera Barat mencakup lebih dari perbaikan kerusakan yang terlihat. Normalisasi, penguatan tebing, tanggul, bendungan, dan bangunan pengendali sedimen dipersiapkan sebagai satu sistem untuk memperbaiki fungsi sungai sekaligus mengurangi dampak ketika hujan deras kembali melanda.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Andre Rosiade Cek Proyek Pengerukan Sungai?

Andre Rosiade Cek Proyek Pengerukan Sungai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Andre Rosiade Cek Proyek Pengerukan Sungai matter?

Andre Rosiade Cek Proyek Pengerukan Sungai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.