BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta Lebih Dulu di Jaksel dan Jaktim
Jakarta Selatan dan Timur Diproyeksikan Memasuki Musim Hujan Lebih Awal
Beritanew.com – Sejumlah kawasan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan menjadi wilayah pertama di DKI Jakarta yang memasuki musim hujan pada 2026. Peralihan itu diproyeksikan mulai terlihat pada dasarian II November, atau rentang tanggal 11 hingga 20 November 2026.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab, menyampaikan bahwa datangnya musim hujan di Jakarta tidak berlangsung serempak. Perbedaan kondisi geografis serta unsur atmosfer membuat waktu awal musim hujan dapat berbeda antarkecamatan, bahkan di dalam satu wilayah kota administrasi.
"Awal musim hujan 2026 di DKI datangnya tidak serentak, mulai dari dasarian II November hingga dasarian III Desember. Awal musim hujan pada dasarian II November 2026 diprediksi terjadi di Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, Pasar Minggu), Jakarta Timur (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo)," kata Fachri kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Kriteria Penetapan Awal Musim Hujan
BMKG menggunakan ukuran curah hujan untuk menentukan suatu daerah telah memasuki musim hujan. Suatu wilayah dinyatakan mengalami awal musim hujan apabila curah hujan melampaui 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut. Ukuran lainnya adalah akumulasi hujan yang melebihi 150 milimeter dalam sebulan.
Dasarian merupakan pembagian waktu dalam satu bulan menjadi tiga bagian. Dasarian pertama berlangsung dari tanggal 1 sampai 10, dasarian kedua mencakup tanggal 11 hingga 20, sedangkan dasarian ketiga dimulai pada tanggal 21 dan berakhir pada akhir bulan. Pembagian ini digunakan untuk memantau perubahan pola hujan secara lebih rinci.
Bagi warga, prediksi tersebut dapat menjadi pengingat untuk mulai memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Saluran air, talang, atap, serta area yang mudah menampung genangan dapat diperiksa sebelum intensitas hujan meningkat. Perubahan musim juga dapat memengaruhi aktivitas perjalanan, terutama pada jam sibuk ketika hujan berpotensi memperlambat arus lalu lintas.
Pengaruh Kondisi Geografis di Selatan Jakarta
Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur memiliki kedekatan relatif dengan kawasan dataran tinggi di selatan DKI Jakarta. Keberadaan Gunung Gede, Pangrango, dan Salak disebut menjadi salah satu unsur yang mendukung kemungkinan hujan datang lebih awal di wilayah tersebut.
"Kondisi geografis lokal, yaitu adanya dataran tinggi (Gunung Gede, Pangrango dan Gunung Salak) di sebelah selatan DKI. Maksudnya ini salah satu faktor di antara berbagai faktor lain, seperti kondisi angin, kelembaban dan lain-lain," ucap Fachri.
Artinya, faktor bentang alam bukan satu-satunya penentu. Arah dan kekuatan angin, tingkat kelembapan udara, serta perkembangan kondisi cuaca secara umum turut berperan dalam pembentukan hujan. Karena itu, waktu kedatangan musim hujan dapat bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain.
Wilayah yang Diperkirakan Memasuki Musim Hujan pada November
Pada dasarian II November 2026, musim hujan diperkirakan lebih dulu tiba di sejumlah kecamatan Jakarta Selatan, yaitu Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, dan Pasar Minggu.
Di Jakarta Timur, kecamatan yang diproyeksikan memasuki musim hujan pada periode yang sama meliputi Cipayung, Kramat Jati, Ciracas, dan Pasar Rebo. Warga di kawasan tersebut dapat mulai menyesuaikan persiapan kegiatan luar ruang dengan kemungkinan hujan yang lebih sering.
Perkiraan Awal Musim Hujan pada Awal Desember
Memasuki dasarian I Desember 2026, atau tanggal 1 sampai 10 Desember, cakupan wilayah yang memasuki musim hujan diperkirakan meluas. Di Jakarta Barat, wilayah yang masuk proyeksi adalah Kebon Jeruk, Kembangan, dan Palmerah.
Jakarta Pusat diperkirakan mulai mengalami musim hujan di Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, serta Tanah Abang. Sementara itu, di Jakarta Timur terdapat Jatinegara, Makasar, Pulogadung, dan Matraman.
Wilayah Jakarta Selatan yang diproyeksikan menyusul pada periode ini mencakup Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Setia Budi, dan Tebet. Perbedaan jadwal ini menunjukkan bahwa awal musim hujan tidak dapat dipukul rata untuk seluruh wilayah DKI Jakarta.
Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara Menyusul pada Akhir Desember
Pada dasarian III Desember 2026, atau mulai 21 Desember hingga akhir bulan, musim hujan diperkirakan mencapai wilayah yang tersisa. Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan masuk dalam proyeksi periode tersebut.
Di Jakarta Barat, wilayah yang diperkirakan mulai mengalami musim hujan adalah Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Tamansari, dan Tambora. Jakarta Pusat mencakup Gambir, Kemayoran, serta Sawah Besar, sedangkan Jakarta Timur meliputi Cakung dan Duren Sawit.
Untuk Jakarta Utara, proyeksi awal musim hujan pada dasarian III Desember mencakup Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok. Rentang waktu yang berbeda ini menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk mengikuti pembaruan informasi cuaca sesuai lokasi aktivitas sehari-hari.
Prediksi awal musim hujan memberikan gambaran mengenai periode peralihan yang perlu diantisipasi. Namun, kondisi cuaca harian dapat berubah, sehingga kesiapan warga tetap penting, terutama saat hujan lebat disertai angin atau ketika aktivitas berlangsung di luar ruangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta?BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta matter?BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.