Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Erick Thohir Ajak Dispora Transformasi Sektor Kepemudaan dan Olahraga

Published Oktober 17, 2026 · Updated Oktober 17, 2026 · By Mark Martin - beritanew.com

Foto : Mark Martin - beritanew.com

Erick Thohir Dorong Daerah Perkuat Agenda Pemuda dan Olahraga

Beritanew.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengajak pemerintah daerah di seluruh Indonesia membangun perubahan besar dalam pengelolaan sektor kepemudaan dan keolahragaan. Ajakan itu diarahkan kepada jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga agar tidak hanya berkutat pada penyelenggaraan kegiatan olahraga, melainkan turut mengambil peran strategis dalam menyiapkan generasi muda Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Erick dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10). Kegiatan itu mempertemukan jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan kepala dinas serta pimpinan Dispora dari berbagai daerah.

Momentum transformasi dinilai penting karena Indonesia menuju 100 tahun Sumpah Pemuda sekaligus menghadapi puncak bonus demografi. Dengan sekitar 130 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun, kebijakan pemuda dipandang perlu menjadi bagian utama dari arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Pemuda Didorong Menjadi Inti Pembangunan

Erick menekankan perlunya mengubah cara pandang terhadap peran Dispora. Urusan kepemudaan tidak seharusnya ditempatkan sebagai agenda pelengkap, sebab kualitas generasi muda akan memengaruhi kesiapan Indonesia menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, dunia kerja, dan kehidupan sosial.

Sejumlah agenda disiapkan untuk memperkuat fondasi kebijakan tersebut. Salah satunya adalah penguatan landasan hukum melalui pembaruan Undang-Undang Kepemudaan. Kemenpora juga akan mendorong percepatan RUU Kepemudaan agar layanan dan program bagi pemuda dapat menjadi tugas inti yang terintegrasi hingga ke pemerintahan daerah.

Penataan organisasi kepemudaan juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin mendorong regenerasi Organisasi Kepemudaan serta merapikan persoalan perpecahan di lingkungan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda melalui proses verifikasi bersama Kementerian Hukum. Pembahasan mengenai batas usia pemuda, misalnya hingga maksimal 35 tahun, serta pembatasan masa kepemimpinan turut menjadi bagian dari arah pembenahan.

Di sisi pengembangan kapasitas, Kemenpora telah menyiapkan blueprint kepemudaan melalui berbagai program. Di antaranya Career Hub, perluasan kesempatan magang bersama BUMN dan sektor swasta, serta Wirausaha Youth Camp. Ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam isu kesehatan mental, ekonomi hijau, serta teknologi juga terus diperluas.

Rangkaian program itu memberi ruang bagi daerah untuk menerjemahkan kebijakan nasional sesuai kebutuhan masyarakatnya. Dispora dapat menjadi penghubung yang mempertemukan pemuda dengan kesempatan belajar, pengalaman kerja, kewirausahaan, komunitas, dan aktivitas sosial yang produktif.

Olahraga Diposisikan sebagai Investasi

Selain agenda kepemudaan, Erick meminta adanya perubahan cara memandang olahraga. Bidang ini tidak hanya berkaitan dengan pertandingan atau perolehan prestasi, tetapi juga menyentuh kesehatan masyarakat, pembentukan karakter, serta perputaran ekonomi.

Potensi industri olahraga dan wisata olahraga disebut sangat terbuka. Nilai industri olahraga global mencapai Rp8.000 triliun, sedangkan Indonesia baru menggarap sekitar Rp40 triliun atau 0,5 persen. Angka tersebut menunjukkan masih luasnya peluang yang dapat dikembangkan melalui kegiatan, fasilitas, komunitas, dan potensi khas di tiap wilayah.

Daerah didorong memanfaatkan sport tourism yang dapat menghadirkan dampak langsung bagi ekonomi lokal. Erick mencontohkan MotoGP Mandalika yang memiliki dampak ekonomi Rp5,2 triliun. Potensi lain juga dapat dikembangkan melalui wisata selancar atau surfing dan kegiatan olahraga yang sesuai dengan karakter alam serta daya tarik masing-masing daerah.

Pengembangan wisata olahraga perlu dipahami secara luas. Ketika sebuah daerah mampu mengelola kegiatan olahraga dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha kecil, penyedia akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pekerja lokal. Karena itu, olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi aktivitas ekonomi yang lebih merata.

Fasilitas Tidak Boleh Menjadi Beban Anggaran

Erick juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sarana olahraga agar tidak terbengkalai atau justru membebani biaya pemeliharaan pemerintah daerah. Untuk mendukung langkah tersebut, Kemenpora bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM telah menerbitkan payung hukum melalui SKB 3 Menteri.

"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Skema kerja sama operasional dapat membuka peluang pengelolaan fasilitas yang lebih aktif, selama dilakukan secara transparan dan aset daerah tetap terlindungi. Dengan pemanfaatan yang tepat, fasilitas olahraga dapat digunakan untuk pembinaan atlet, kegiatan masyarakat, pelatihan, maupun penyelenggaraan acara yang mendukung ekonomi setempat.

Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dari agenda ini. Erick mengajak pemangku kepentingan di daerah menghidupkan kegiatan olahraga publik, termasuk Car Free Day di 514 kota dan kabupaten. Kegiatan semacam itu dinilai dapat meningkatkan kebiasaan berolahraga, membantu mengurangi tekanan anggaran kesehatan daerah, serta membangun kedisiplinan di kalangan generasi muda.

Perhatian turut diberikan kepada mantan atlet disabilitas. Program sertifikasi didorong agar mereka dapat tetap berkarya dan berbagi pengalaman, termasuk melalui kegiatan mengajar di sekolah-sekolah khusus. Langkah ini membuka peluang keberlanjutan peran atlet setelah masa kompetisi sekaligus memperkuat ekosistem olahraga yang lebih inklusif.

"Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," pungkasnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Erick Thohir Ajak Dispora Transformasi Sektor?

Erick Thohir Ajak Dispora Transformasi Sektor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Erick Thohir Ajak Dispora Transformasi Sektor matter?

Erick Thohir Ajak Dispora Transformasi Sektor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.