Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hanura Kini Tak Mau Pusing soal Ambang Batas Parlemen, Mau Fokus Pemilu 2029

Published Oktober 20, 2026 · Updated Oktober 20, 2026 · By Susan Thomas - beritanew.com

Foto : Susan Thomas - beritanew.com

Hanura Alihkan Perhatian ke Persiapan Pemilu 2029

Beritanew.com – Partai Hanura memilih tidak larut dalam perdebatan mengenai besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Di tengah munculnya berbagai angka dalam wacana publik, partai tersebut menempatkan persiapan menghadapi Pemilu 2029 sebagai agenda yang lebih mendesak.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyampaikan sikap itu pada Selasa, 20 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa Hanura tidak ingin energi internal partai tersita oleh pembahasan mengenai kemungkinan perubahan angka ambang batas, mulai dari 4 persen hingga angka yang lebih tinggi.

“Kami, Partai Hanura hari ini tidak ingin berlarut-larut dalam wacana soal PT 4, 5 persen, 6, 7 dan sebagainya. Kami lebih fokus menyiapkan diri untuk menghadapi pemilu 2029,” kata Patrice Rio Capella.

Menunggu Proses Resmi dan Putusan Konstitusional

Perdebatan mengenai ambang batas parlemen berkaitan langsung dengan syarat perolehan suara nasional yang harus dipenuhi partai politik agar dapat memperoleh kursi di DPR. Karena itu, perubahan terhadap ketentuan tersebut dapat memengaruhi strategi partai dalam membangun dukungan menjelang pemilu.

Meski tidak ingin menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama, Hanura menyatakan akan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi. Rio menekankan bahwa aturan yang ditetapkan tidak boleh bertentangan dengan putusan MK. Bila terdapat ketidaksesuaian, jalur pengujian kembali ke Mahkamah Konstitusi tetap dapat ditempuh.

“Sepanjang itu tidak bertentangan dengan putusan MK. Ketika dia bertentangan dengan putusan MK, maka pasti ada judicial review yang diajukan ke MK,” jelasnya.

Rio juga melihat pembicaraan mengenai angka 5, 6, atau 7 persen belum memasuki pembahasan resmi di Panitia Kerja DPR Komisi II. Oleh sebab itu, Hanura memilih menyikapi beragam usulan yang beredar secara proporsional tanpa menjadikannya polemik internal.

“Saya pikir ini kan wacana yang hari ini juga belum dibahas secara resmi di Panja DPR Komisi II ya. Apakah putus dari 5, 6, 7 persen dan sebagainya,” imbuh Rio.

Bagi partai politik, kepastian regulasi memang penting untuk menyusun strategi elektoral. Namun, persiapan organisasi, penguatan struktur hingga penyusunan kerja politik di lapangan tetap menjadi faktor yang dapat dikerjakan jauh sebelum aturan akhir diputuskan.

Evaluasi Pemilu Menjadi Landasan Pembenahan

Hanura saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu sebelumnya. Evaluasi tersebut diposisikan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi politik lima tahunan berikutnya, bukan sekadar respons terhadap isu ambang batas parlemen.

Langkah ini menunjukkan perhatian partai pada pembenahan dari dalam. Kesiapan menghadapi pemilu tidak hanya ditentukan oleh target perolehan suara, tetapi juga oleh kemampuan organisasi membangun koordinasi, menjalankan struktur kepengurusan, dan menjaga komunikasi antarkader di berbagai wilayah.

Rio menyatakan optimisme bahwa Hanura dapat kembali memperoleh tempat di parlemen pada Pemilu 2029. Untuk melihat perkembangan dukungan secara lebih terukur, partai juga berencana mengadakan survei internal berskala nasional.

Survei internal dapat menjadi alat bagi partai untuk membaca kondisi organisasinya sendiri, termasuk mengenali area yang membutuhkan perhatian lebih besar. Hasil pengukuran itu dapat dipakai untuk menyusun prioritas kerja politik tanpa harus bergantung pada spekulasi mengenai perubahan aturan pemilu.

Pesan Kerja Keras dari Ketua Umum

Dalam arahannya kepada jajaran partai, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang menekankan pentingnya kerja yang serius. Rio menyampaikan bahwa Ketua Umum mengingatkan seluruh kader agar tidak menjalankan persiapan menuju Pemilu 2029 dengan pola kerja biasa.

“Ketum menyampaikan bahwa pekerjaan kita hari ini merupakan pekerjaan yang bukan biasa-biasa saja. Kalau kita lakukan secara biasa-biasa saja maka hasilnya pun akan biasa-biasa saja,” kata Rio.

Pesan tersebut menempatkan konsolidasi sebagai bagian penting dari agenda Hanura. Partai perlu memastikan struktur yang dibangun dapat bekerja secara berkelanjutan, bukan hanya aktif ketika masa kampanye semakin dekat. Persiapan yang dilakukan sejak awal juga memberi ruang lebih besar untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan dalam evaluasi pemilu.

Selain kerja keras, Hanura menaruh perhatian pada kekompakan dan rasa persatuan di antara pengurus serta kader. Rio menyebut organisasi yang tertata menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan agar mesin politik partai dapat berjalan efektif menuju 2029.

“Pesan kedua, soliditas, kemudian rasa persatuan yang kuat, kemudian well-organized, dan tidak boleh menganggap bahwa pekerjaan ini pekerjaan mudah,” ujarnya.

Wacana ambang batas parlemen kemungkinan akan terus menjadi bagian dari diskusi politik dan legislasi. Namun, sikap Hanura memperlihatkan pilihan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dikendalikan langsung oleh organisasi: memperkuat struktur, menjaga soliditas, mengukur perkembangan melalui survei nasional, serta menyiapkan kerja politik secara sungguh-sungguh.

Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih terbuka, Hanura menilai pembenahan internal dan pengaktifan kembali mesin politik menjadi pekerjaan utama. Target melenggang ke parlemen akan ditopang oleh konsistensi kerja kader, organisasi yang rapi, serta kesiapan menghadapi aturan pemilu yang nantinya berlaku secara sah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Hanura Kini Tak Mau Pusing soal?

Hanura Kini Tak Mau Pusing soal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hanura Kini Tak Mau Pusing soal matter?

Hanura Kini Tak Mau Pusing soal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.