Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ini Sosok Pria yang Cekoki Narkoba ke Mahasiswi hingga Tewas di Jakbar

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Michael Gonzalez - beritanew.com

Foto : Michael Gonzalez - beritanew.com

Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Hotel Cengkareng, Pria Berinisial ID Jadi Tersangka

Beritanew.com – Seorang mahasiswi berinisial S ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menyatakan korban diduga dipaksa mengonsumsi narkotika ketika menghadiri kegiatan karaoke di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Seorang pria berinisial ID telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Dalam rekaman yang beredar di kalangan wartawan, ia tampak mengenakan pakaian tahanan oranye. Pria bertato yang memakai kacamata itu kini menjalani proses hukum atas dugaan pemberian narkotika dan obat kepada korban.

"ID kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memberikan narkotika jenis ekstasi dan obat jenis Riklona kepada korban," kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah, Jumat (11/9/2026).

Selain menelusuri rangkaian kejadian, penyidik memeriksa urine tersangka. Pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya kandungan methamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepine dalam tubuh ID.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka ID diketahui positif mengandung methamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepine berdasarkan pemeriksaan urine," ujarnya.

ID dijerat Pasal 116 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut berkaitan dengan perbuatan memberikan narkotika kepada orang lain yang berakibat korban meninggal dunia.

Berawal dari Ajakan Karaoke

Peristiwa ini bermula pada Rabu malam, 2 September, ketika ID mengajak S bersama beberapa rekannya ke tempat karaoke di kawasan PIK. Dalam kegiatan itu, S dan rekannya disebut diminta mengonsumsi ekstasi.

Korban sempat menyatakan penolakan. Namun, ID diduga tetap memaksa S serta rekannya untuk menelan setengah butir ekstasi. Setelah itu, keduanya kembali diberi masing-masing setengah butir ekstasi.

Usai karaoke, pemberian obat disebut berlanjut. S dan rekannya masing-masing menerima dua butir Riklona. ID kemudian mengajak korban dan sejumlah saksi bermalam di sebuah hotel di wilayah Cengkareng.

Kondisi S saat tiba di hotel telah terlihat memburuk. Ia dilaporkan lemas dan perlu dipapah ketika memasuki area hotel. Di depan lift, korban bahkan sempat terjatuh.

Korban Dibawa dengan Kursi Roda ke Kamar

Pihak hotel menyediakan kursi roda agar S dapat dibawa menuju kamar. Setelah sampai, korban diangkat lalu dibaringkan di tempat tidur. ID bersama sejumlah saksi disebut sempat memberikan susu dan minuman elektrolit kepada S.

Keesokan harinya, Kamis, 3 September, ID dan para saksi meninggalkan kamar karena harus bekerja. S saat itu ditinggalkan seorang diri di hotel, dalam keadaan yang telah tampak sangat lemah.

Pada sekitar pukul 13.30 WIB, petugas hotel mendatangi kamar karena waktu check-out telah berlalu. Saat pengecekan dilakukan, S ditemukan sudah tidak bernyawa.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Dalam pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, termasuk minuman elektrolit dan 19 butir obat Riklona. Penyidik juga mengumpulkan rekaman CCTV serta percakapan WhatsApp dari para saksi.

Hasil Autopsi Menunjukkan Intoksikasi

Pemeriksaan medis terhadap jasad korban menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Hasil visum luar dan dalam, termasuk autopsi, menyimpulkan adanya intoksikasi zat amphetamine dan methamphetamine sebagai penyebab kematian S.

"Berdasarkan hasil visum luar dan dalam atau autopsi terhadap korban, diketahui korban meninggal dunia akibat intoksikasi zat amphetamine dan methamphetamin," jelasnya.

Kasus ini menyoroti bahaya pemaksaan penggunaan zat terlarang, terutama dalam situasi pergaulan yang melibatkan tekanan dari orang lain. Kondisi korban yang melemah setelah mengonsumsi zat tertentu juga menjadi keadaan darurat yang memerlukan pertolongan medis segera, bukan sekadar penanganan informal di kamar hotel.

Penyidik masih mendalami keterangan para saksi, barang bukti digital, serta rekaman kamera pengawas untuk memperjelas peran setiap pihak dalam rangkaian kejadian. Perkara ini kini berfokus pada dugaan pemberian narkotika dan obat yang berujung pada meninggalnya mahasiswi tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ini Sosok Pria yang Cekoki Narkoba?

Ini Sosok Pria yang Cekoki Narkoba is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ini Sosok Pria yang Cekoki Narkoba matter?

Ini Sosok Pria yang Cekoki Narkoba matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.