Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jaksa Agung Pimpin Upacara Hari Lahir Ke-81 Kejaksaan RI

Published September 2, 2026 · Updated September 2, 2026 · By Michael Gonzalez - beritanew.com

Foto : Michael Gonzalez - beritanew.com

Kejaksaan RI Genjot Kepercayaan Publik di Peringatan Hari Lahir ke-81

Beritanew.com – Delapan dekade lebih satu tahun telah Kejaksaan Republik Indonesia berjalan sebagai lembaga penegak hukum negara. Pada peringatan hari jadi ke-81 yang jatuh pada Rabu, 2 September 2026, lembaga ini memilih untuk menyorot kembali satu persoalan fundamental: bagaimana mengembalikan keyakinan masyarakat terhadap proses hukum yang dijalankan secara berintegritas, adil, dan humanis. Tema tersebut menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan peringatan tahun ini.

Upacara di Badan Diklat Kejaksaan

Jaksa Agung ST Burhanuddin hadir langsung memimpin jalannya upacara peringatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI, kawasan Jakarta Selatan. Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh jajaran pegawai yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) sesuai ketentuan seragam resmi.

Prosedur upacara dijalankan oleh dua pejabat yang ditunjuk khusus untuk kesempatan tersebut. Muhamad Jefri, yang menjabat Koordinator di Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, bertindak sebagai perwira upacara. Sementara itu, Fatkhuri, Kasubdit 1 C pada Jaksa Agung Muda Intelijen, memegang peran komandan upacara.

Momen sentral dalam prosesi ini adalah pembacaan sejarah singkat Kejaksaan oleh Wakil Jaksa Agung, Asep Nana Mulyana. Narasi historis tersebut mengingatkan seluruh peserta bahwa lembaga ini bukan sekadar birokrasi, melainkan warisan perjuangan para pendiri yang meletakkan fondasi penegakan hukum modern di tanah air.

"Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis."

Pernyataan tema di atas bukan sekadar slogan seremonial. Dalam konteks di mana masyarakat kerap mempertanyakan konsistensi dan transparansi proses hukum, Kejaksaan RI secara eksplisit menempatkan pemulihan kepercayaan publik sebagai prioritas strategis. Implikasinya menyentuh seluruh lini: dari kualitas penyidikan dan penuntutan, hingga perlakuan terhadap tersangka dan korban dalam setiap perkara.

Ziarah dan Tabur Bunga di TMP

Sehari sebelum upacara utama, yakni Selasa, 1 September 2026, seluruh jajaran Kejaksaan di berbagai daerah di Indonesia melaksanakan kegiatan ziarah serta tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) masing-masing wilayah. Tradisi tahunan ini menjadi wujud penghormatan dan penghargaan terhadap jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa.

Kegiatan ziarah tersebut juga memiliki dimensi internal bagi institusi kejaksaan: mengingatkan bahwa setiap langkah penegakan hukum hari ini berdiri di atas pengorbanan generasi sebelumnya. Dengan demikian, peringatan hari lahir tidak hanya menjadi perayaan administratif, melainkan juga momentum refleksi moral bagi para penegak hukum.

Akar Historis: 2 September dan Gatot Taroenamihardja

Setiap tanggal 2 September, Indonesia menandai Hari Lahir Kejaksaan RI. Pemilihan tanggal ini berakar pada peristiwa bersejarah ketika Gatot Taroenamihardja dilantik sebagai Jaksa Agung pertama di Indonesia. Sejak pelantikan itulah Kejaksaan Agung secara resmi berdiri sebagai institusi negara yang memiliki kewenangan penuh dalam bidang penuntutan dan penegakan hukum pidana.

Perjalanan delapan puluh satu tahun sejak saat itu bukan tanpa tantangan. Lembaga ini telah melewati berbagai transisi politik, reformasi struktural, dan perubahan regulasi yang membentuk wajah kejaksaan modern. Dari sekadar organ penuntutan di bawah kementerian, Kejaksaan RI kini berkembang menjadi lembaga independen yang juga menangani perkara pidana khusus, perkara perdata dan tata usaha negara, serta memberikan bantuan hukum bagi masyarakat.

Dimensi Institusional dan Tanggung Jawab ke Depan

Sebagai lembaga yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kejaksaan RI memiliki posisi strategis dalam arsitektur negara hukum. Jaksa Agung sendiri merupakan salah satu unsur yang turut serta dalam mekanisme pengawasan peradilan melalui keanggotaan di Mahkamah Agung, sehingga integritas institusi ini berdampak langsung pada persepsi publik terhadap seluruh sistem peradilan.

Tema peringatan tahun ini, dengan penekanan pada integritas, keadilan, dan pendekatan humanis, mengisyaratkan arah kebijakan yang ingin ditempuh ke depan. Dalam praktiknya, hal itu menuntut penguatan mekanisme pengawasan internal, transparansi proses, serta perlakuan yang manusiawi terhadap setiap pihak dalam perkara hukum. Bagi masyarakat luas, komitmen semacam ini menjadi tolok ukur apakah lembaga penegak hukum benar-benar hadir sebagai pelindung hak warga negara, bukan sekadar mesin birokrasi yang menjalankan prosedur.

Peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI tahun 2026, dengan demikian, tidak hanya menjadi catatan sejarah institusional, melainkan juga pernyataan arah: bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga yang harus dijaga melalui tindakan nyata di setiap meja kerja, ruang sidang, dan kantor kejaksaan di seluruh penjuru negeri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jaksa Agung Pimpin Upacara Hari Lahir?

Jaksa Agung Pimpin Upacara Hari Lahir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jaksa Agung Pimpin Upacara Hari Lahir matter?

Jaksa Agung Pimpin Upacara Hari Lahir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.