Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebakaran di Gunung Rinjani Capai 1.098 Hektare

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Patricia Brown - beritanew.com

Foto : Patricia Brown - beritanew.com

Kebakaran di TNGR Meluas, Jalur Sembalun Jadi Arah Evakuasi Pendaki

Beritanew.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani masih menjadi perhatian setelah area terdampak diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare. Penanganan terus dilakukan di sejumlah lokasi, sementara pendaki yang masih berada di dalam kawasan diminta mengubah rencana turun gunung melalui jalur Sembalun.

Langkah pengalihan jalur ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung di tengah aktivitas pemadaman dan pemantauan titik api. Pendaki yang semula berencana keluar melalui Senaru maupun Torean diarahkan menuju Sembalun agar pergerakan mereka tidak melewati jalur yang berdekatan dengan area kebakaran.

Kebakaran yang telah berlangsung selama enam hari tersebut sempat menjalar ke beberapa sektor di kawasan taman nasional. Tim gabungan telah memadamkan api di Bukit Setampol serta wilayah di sekitarnya. Meski begitu, api masih terpantau di lereng utara Puncak Sangkareang.

Api Masih Terlihat di Lereng Utara Puncak Sangkareang

Titik kebakaran yang belum padam berada di sekitar jalur pendakian via Senaru, tepatnya pada bagian lereng utara Puncak Sangkareang. Kondisi ini membuat kegiatan pemadaman belum dapat dihentikan, karena petugas juga perlu memastikan api tidak kembali meluas ke sektor lain.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan bahwa pembatasan akses dan pengaturan arah turun pendaki merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi pengunjung yang masih melakukan pendakian.

Bagi pendaki yang masih melakukan aktivitas pendakian dan sebelumnya memilih Jalur Senaru atau Torean sebagai pintu keluar, diarahkan untuk mengalihkan perjalanan melalui jalur Sembalun.

Pengalihan tersebut penting diperhatikan oleh pendaki karena pilihan jalur keluar dapat berubah ketika terdapat gangguan di kawasan konservasi. Dalam situasi kebakaran, keselamatan pendaki, petugas, dan warga di sekitar kawasan menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan akses pendakian.

Selain mengatur pergerakan pengunjung, petugas juga melanjutkan pengamatan terhadap titik api yang masih aktif. Pemantauan dibutuhkan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan berikutnya pada area yang terdampak.

Luas Terdampak Masih Bersifat Estimasi

Balai TNGR mencatat luasan area yang terkena kebakaran saat ini mencapai 1.098,75 hektare. Angka itu belum bersifat final karena masih berupa perkiraan sementara. Pembaruan luas terdampak akan dilakukan seiring pemantauan lapangan dan perkembangan proses pemadaman.

Perbedaan antara titik api yang berhasil dipadamkan dan lokasi yang masih menyala menunjukkan bahwa situasi kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Area Bukit Setampol dan sekitarnya telah ditangani, tetapi perhatian masih diarahkan ke Puncak Sangkareang, khususnya pada lereng bagian utara.

Berdasarkan perkembangan terakhir sampai hari ini, api pada sejumlah sektor telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran masih terpantau menyala di lereng utara Puncak Sangkareang, sehingga kegiatan pemadaman dan pemantauan tetap dilanjutkan.

Bagi pendaki yang sedang berada di kawasan Rinjani, perubahan rute perlu dipatuhi sebagai bagian dari pengaturan keselamatan. Arahan petugas di lapangan menjadi acuan utama, terutama bagi mereka yang sebelumnya telah menentukan Senaru atau Torean sebagai jalur kepulangan.

Rinjani memiliki sejumlah jalur pendakian dengan karakter medan dan akses keluar yang berbeda. Ketika satu atau beberapa jalur dipengaruhi kondisi darurat, pengalihan rute dapat membantu mengurangi risiko perjalanan di area yang tidak aman. Pendaki juga perlu memperhatikan informasi terbaru selama proses turun gunung berlangsung.

Penanganan dan Pemantauan Tetap Berjalan

Upaya penanganan kebakaran di TNGR masih diteruskan oleh tim pemadam gabungan. Fokus kegiatan mencakup pemadaman pada lokasi yang masih aktif sekaligus pengawasan terhadap kemungkinan perubahan situasi di lapangan.

Kebakaran di kawasan taman nasional bukan hanya memengaruhi aktivitas pendakian, tetapi juga menuntut pengelolaan akses yang cermat. Penutupan atau pengalihan jalur dilakukan agar petugas dapat bekerja dan pengunjung tidak memasuki area yang berisiko.

Dengan luasan terdampak yang telah melampaui seribu hektare, perkembangan kebakaran di Gunung Rinjani akan terus memerlukan perhatian. Estimasi area terbakar dapat berubah setelah pemeriksaan lapangan dilakukan secara lebih lanjut, sementara titik api di lereng utara Puncak Sangkareang masih menjadi bagian dari penanganan yang berlangsung.

Para pendaki diimbau mengikuti arahan pengelola kawasan selama perjalanan turun. Rute Sembalun ditetapkan sebagai jalur yang diarahkan bagi pendaki yang sebelumnya memilih Senaru atau Torean sebagai pintu keluar, sejalan dengan langkah keselamatan di tengah kebakaran yang belum sepenuhnya padam.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kebakaran di Gunung Rinjani Capai 1 098?

Kebakaran di Gunung Rinjani Capai 1 098 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kebakaran di Gunung Rinjani Capai 1 098 matter?

Kebakaran di Gunung Rinjani Capai 1 098 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.