Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Instrumen Pemutus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat Didorong Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan Antargenerasi
Beritanew.com – Program Sekolah Rakyat dipandang sebagai langkah pemberdayaan yang melampaui fungsi pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga miskin. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan bahwa program tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan baru sekaligus memutus kemiskinan yang dapat berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pandangan itu disampaikan Muhaimin dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang digelar Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam acara tersebut, ia menilai pendidikan perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi membangun kesejahteraan masyarakat.
Sekolah Rakyat disebut dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini belum banyak tersentuh program negara, termasuk warga paling miskin atau kelompok yang kerap disebut sebagai the invisible people. Jangkauan ini menjadi salah satu alasan program tersebut dinilai memiliki arti penting dalam kebijakan pemberdayaan.
“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin pada keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026).
Gagasan Presiden dan Model Pendidikan yang Berkembang
Muhaimin menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan sekaligus terobosan Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal, program ini diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang menghadapi keterbatasan akses, sehingga pendidikan dapat menjadi pintu menuju pilihan hidup yang lebih luas.
Ia melihat perkembangan Sekolah Rakyat telah memberi inspirasi mengenai peran pendidikan dalam agenda nasional. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan belajar di ruang kelas, melainkan sarana untuk memperkuat kemampuan individu, menumbuhkan kemandirian, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi peserta didik dan keluarganya.
“Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin memberikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul serta jajaran Kementerian Sosial. Ia menilai arahan Presiden telah diterjemahkan menjadi model pendidikan yang semakin jelas bentuk dan arahnya.
“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua,” ungkap Muhaimin.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat kini menunjukkan prospek yang menjanjikan. Bagi Muhaimin, kematangan model tersebut penting karena program pendidikan yang menyasar kelompok rentan memerlukan arah yang konsisten, pengelolaan yang kuat, dan keberlanjutan.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan, pasti, dan prospeknya mencerahkan,” tambahnya.
Pendidikan yang Mengakui Potensi Setiap Anak
Muhaimin berharap pengalaman dari Sekolah Rakyat dapat memberi pengaruh bagi pengelolaan pendidikan secara lebih luas. Perhatian terhadap minat, bakat, dan potensi masing-masing siswa dinilai perlu menjadi bagian dari proses pendidikan, agar anak-anak memiliki ruang untuk tumbuh sesuai kemampuan mereka.
“Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita,” ucapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya mengejar keseragaman. Setiap anak datang dengan kemampuan, kebutuhan, dan cita-cita yang berbeda. Sistem pendidikan dituntut dapat menghadapi perubahan zaman tanpa mengabaikan keberagaman peserta didik.
“Sekolah Rakyat bukan hanya menginspirasi pola pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi juga menginspirasi tata kelola pendidikan kita pada umumnya,” tuturnya.
Dalam kerangka itu, keberhasilan pendidikan dapat dilihat bukan semata dari proses belajar, tetapi juga dari kemampuannya memberi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Akses belajar yang lebih terbuka diharapkan dapat memperbesar peluang anak-anak dari keluarga miskin untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Anggaran Negara untuk Pemberdayaan yang Terukur
Muhaimin juga menempatkan Sekolah Rakyat dalam agenda politik pemberdayaan. Penanggulangan kemiskinan, baginya, harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang berorientasi pada hasil. Setiap alokasi anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan tanpa dampak yang jelas.
“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan,” ujarnya.
Pengelolaan anggaran negara, lanjutnya, perlu efektif dan fungsional dalam meningkatkan kesejahteraan. Tujuannya adalah menghadirkan masyarakat yang lebih mandiri serta Indonesia yang kuat karena berdiri di atas kemampuan rakyatnya sendiri.
“Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri,” kata Muhaimin.
Dukungan bagi Kelanjutan Program
Muhaimin mengajak semua pihak menjaga keberlanjutan Sekolah Rakyat. Harapannya, para lulusan dapat memiliki jalur yang jelas untuk meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki pasar kerja sesuai harapan dan kemampuan mereka.
“Mari kita dukung terus keberlanjutan Sekolah Rakyat, memastikan Sekolah Rakyat memberikan lulusan yang bisa langsung terserap di dunia pendidikan yang lebih tinggi maupun di pasar kerja yang diharapkan oleh anak-anak kita,” paparnya.
Kepada para siswa, ia berpesan agar kesempatan belajar digunakan secara sungguh-sungguh. Disiplin, kepatuhan terhadap aturan sekolah, dan ketekunan belajar disebut sebagai bekal penting untuk membangun masa depan.
“Teruslah belajar sungguh-sungguh, disiplin, taatilah seluruh aturan sekolah. Insyaallah masa depan Anda cerah bagi Indonesia di masa yang akan datang,” pesannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Instrumen?Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Instrumen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Instrumen matter?Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Instrumen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.