Pakar Paparkan Pemicu Houthi Serang Arab Saudi, Dorong RI Ambil Peran
Ketegangan Houthi dan Arab Saudi Jadi Sorotan, Indonesia Didorong Aktif Meredakan Konflik
Beritanew.com – Serangan kelompok Houthi ke wilayah Riyadh, Arab Saudi, kembali menegaskan rumitnya konflik yang telah lama membelit Yaman dan kawasan Timur Tengah. Ketegangan ini tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan perselisihan politik domestik Yaman, keterlibatan kekuatan regional, serta persaingan kepentingan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Pakar hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah, memandang Houthi menempatkan Arab Saudi sebagai pihak yang ikut terlibat dalam persoalan internal Yaman. Kelompok tersebut juga menilai Riyadh bersama koalisi negara-negara Teluk telah melancarkan operasi terhadap daerah-daerah yang berada dalam pengaruh Houthi.
Dalam pandangan kelompok Houthi, keberpihakan Arab Saudi terhadap perubahan politik di Yaman sejak Arab Spring 2011 ikut membentuk akar ketegangan saat ini. Peristiwa itu berujung pada tumbangnya Presiden Ali Abdullah Saleh dan munculnya pemerintahan Presiden Mansour Hadi.
"Dalam pandangan Houthi, Saudi mendukung Arab Spring tahun 2011 silam, yang menjatuhkan Presiden Ali Abdullah Saleh, dan mendukung pemerintahan Presiden Mansour Hadi yang tak mampu mengatasi masalah pengangguran dan ketimpangan ekonomi," kata Rezasyah kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Persoalan Lama di Tengah Krisis Yaman
Rezasyah menggambarkan Houthi sebagai kelompok nasionalis yang menolak campur tangan asing di Yaman. Kelompok itu juga mempersoalkan kemampuan pemerintahan Mansour Hadi dalam menangani masalah ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat.
Kemiskinan, pengangguran, ketimpangan ekonomi, serta keterbatasan fasilitas publik menjadi isu yang terus membayangi kehidupan warga Yaman. Bagi Houthi, kegagalan menjawab kebutuhan dasar masyarakat memperkuat kritik terhadap pemerintahan yang didukung Arab Saudi.
Arab Saudi dinilai belum mampu menghadirkan dukungan pembangunan sipil yang cukup untuk menjawab persoalan tersebut. Padahal, krisis di Yaman telah berlangsung kurang lebih 15 tahun dan meninggalkan tantangan besar dalam pemulihan kehidupan masyarakat.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik Yaman tidak hanya berkaitan dengan serangan militer. Ada persoalan tata kelola, kesenjangan ekonomi, legitimasi politik, dan kebutuhan kemanusiaan yang saling bertaut. Selama isu-isu mendasar itu belum terselesaikan, ketegangan akan tetap mudah muncul kembali.
Dimensi Regional dan Geopolitik
Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menjelaskan Houthi melihat serangan mereka sebagai respons atas tindakan Arab Saudi yang lebih dahulu menyerang wilayah kelompok tersebut. Pada saat bersamaan, posisi kedua pihak berada dalam jaringan dukungan regional yang berbeda.
"Houthi melakukan penyerangan karena menurut Houthi Arab Saudi yang terlebih dahulu menyerang. Di samping Arab Saudi berpihak pada pemerintahan Yaman, sementara Houthi didukung oleh Iran," kata Hikmahanto.
Konflik ini kerap dibaca sebagai persaingan antar-kelompok. Namun, Hikmahanto menilai persoalannya juga tidak terlepas dari pertarungan kepentingan geopolitik di Timur Tengah. Arab Saudi berada pada poros yang dekat dengan Amerika Serikat, sedangkan Houthi mendukung Iran.
Ketegangan menjadi semakin kompleks karena hubungan Iran dan Amerika Serikat juga diwarnai konflik. Dalam kondisi seperti ini, serangan di satu wilayah dapat menimbulkan dampak politik yang lebih luas, termasuk risiko meningkatnya ketidakstabilan kawasan.
Bagi masyarakat internasional, eskalasi semacam itu perlu dicermati karena konflik regional dapat menghambat upaya diplomasi dan memperpanjang penderitaan warga sipil. Ruang dialog penting dijaga agar kepentingan politik maupun militer tidak menutup peluang penyelesaian damai.
Peran Diplomasi Indonesia
Di tengah meningkatnya ketegangan, Indonesia didorong untuk mengambil peran melalui jalur multilateral. Rezasyah melihat peluang bagi Indonesia untuk bergerak di Organisasi Kerja Sama Islam, Gerakan Non-Blok, dan kerja sama antarnegara di kawasan dunia bagian selatan.
Upaya tersebut dapat ditempuh baik melalui forum di dalam maupun di luar Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi multilateral dinilai dapat digunakan untuk mendorong komunikasi dan pengurangan ketegangan.
Hikmahanto mengemukakan sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah Indonesia agar konflik tidak melebar. Prioritas pertama adalah mengajak seluruh pihak menurunkan intensitas serangan. Deeskalasi diperlukan agar peluang penyelesaian melalui diplomasi dapat kembali terbuka.
Langkah berikutnya adalah mendorong pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam untuk membahas perkembangan situasi. Pertemuan tersebut dapat digelar secara daring apabila kondisi tidak memungkinkan pertemuan langsung.
Indonesia juga dapat menawarkan diri sebagai mediator bagi pihak-pihak yang berselisih. Mediasi tidak serta-merta menjamin penyelesaian cepat, tetapi dapat menjadi pintu awal untuk menghentikan serangan dan membangun kembali komunikasi di antara pihak yang bertikai.
"Langkah diplomasi tersebut diharapkan dapat mendorong penghentian serangan dan mencegah konflik regional semakin meluas," ujarnya.
Dengan mengedepankan dialog, deeskalasi, dan forum multilateral, Indonesia dapat ikut mendorong agar konflik tidak berkembang menjadi ketegangan regional yang lebih besar. Pendekatan diplomatik juga memberi ruang bagi pembahasan persoalan mendasar di Yaman, termasuk kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun terdampak krisis.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pakar Paparkan Pemicu Houthi Serang Arab?Pakar Paparkan Pemicu Houthi Serang Arab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pakar Paparkan Pemicu Houthi Serang Arab matter?Pakar Paparkan Pemicu Houthi Serang Arab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.