Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pasangan Mahasiswa Buang Bayi di Depan Rumah Warga Sleman

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Michael Jackson - beritanew.com

Foto : Michael Jackson - beritanew.com

Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Rumah Warga Kalasan

Beritanew.com – Kasus pasangan mahasiswa buang bayi di depan rumah warga menggegerkan warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman. Seorang bayi perempuan yang berusia tujuh hari ditemukan terbaring di atas kursi di teras rumah warga pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 13.30 WIB.

Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas yang berisi perlengkapan bayi. Pemilik rumah awalnya mendengar tangisan dari arah depan rumah. Setelah mencari sumber suara, ia mendapati bayi perempuan itu berada di kursi teras sehingga segera menarik perhatian warga sekitar.

Karena masih berusia sangat muda, bayi itu memerlukan pertolongan dan perlindungan secepatnya. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk ditangani lebih lanjut. Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena bayi berada di lokasi terbuka tanpa pendamping orang dewasa.

Polisi Mengamankan Dua Mahasiswa

Penyelidikan polisi mengarah kepada dua orang yang diduga meninggalkan bayi itu. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN berusia 22 tahun dan mahasiswa berinisial FI berusia 24 tahun. Mereka diketahui merupakan pasangan kekasih dan masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Jogja.

Pasangan tersebut diamankan di sebuah tempat kos pada 30 September 2026, beberapa hari setelah bayi ditemukan. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk alasan pasangan mahasiswa buang bayi di depan rumah warga tersebut.

Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku sempat berupaya mencari tempat penitipan anak. Namun, tempat penitipan yang mereka datangi disebut sudah penuh. Mereka kemudian mengaku kebingungan menentukan tempat bagi bayi perempuan tersebut.

Pengakuan dalam Pemeriksaan Polisi

Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, menyampaikan bahwa pasangan itu pada awalnya tidak bermaksud menelantarkan anak. Akan tetapi, upaya mereka mencari tempat penitipan disebut tidak membuahkan hasil karena tidak tersedia ruang.

“Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,” kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7/10/2026) siang.

Menurut keterangan polisi, saat berada dalam perjalanan, keduanya kemudian memutuskan meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat dengan tempat penitipan anak. Ide untuk melakukan tindakan tersebut disebut berasal dari FI.

“Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,” sambungnya.

Penanganan perkara ini terus dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh. Di sisi lain, kondisi bayi perempuan tersebut menjadi bagian penting dari perhatian dalam proses penanganan kasus.

Perlindungan Bayi dan Peran Warga

Kasus pasangan mahasiswa buang bayi di depan rumah warga Kalasan menegaskan bahwa bayi membutuhkan perlindungan penuh, terlebih pada masa awal kehidupannya. Bayi berusia tujuh hari belum mampu menjaga suhu tubuh, memenuhi kebutuhan makan, atau menyampaikan kondisi kesehatannya tanpa bantuan orang dewasa.

Kepekaan pemilik rumah yang mendengar tangisan bayi menjadi faktor penting dalam peristiwa ini. Respons cepat warga terhadap suara, keadaan mencurigakan, atau anak yang tampak sendirian dapat membantu memastikan pertolongan datang lebih cepat.

Tas berisi perlengkapan bayi yang ditemukan di lokasi merupakan bagian dari temuan petugas. Meski demikian, meninggalkan bayi di ruang terbuka tetap berisiko karena anak dapat terpapar cuaca, mengalami keterlambatan pertolongan, atau menghadapi kondisi lain yang membahayakan keselamatannya.

Orang tua atau keluarga yang mengalami kesulitan mengasuh anak perlu mencari dukungan yang aman dan tepat. Bantuan dapat dicari melalui keluarga, fasilitas kesehatan, layanan sosial, atau lembaga pendampingan yang memiliki kapasitas untuk membantu kebutuhan anak dan keluarga.

FAQ Seputar Penemuan Bayi di Sleman

Apa yang harus dilakukan warga jika menemukan bayi yang ditinggalkan?

Warga sebaiknya segera memastikan bayi berada di tempat aman, meminta bantuan orang di sekitar, lalu menghubungi kepolisian atau fasilitas kesehatan terdekat. Hindari menunda pelaporan karena bayi memerlukan pemeriksaan dan penanganan cepat.

Mengapa bayi yang baru lahir perlu segera diperiksa?

Bayi memerlukan perhatian rutin terkait asupan, suhu tubuh, kebersihan, dan kondisi kesehatan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan penting untuk memastikan bayi tidak mengalami masalah yang membutuhkan tindakan segera.

Bagaimana mencari bantuan saat kesulitan mengasuh anak?

Keluarga yang menghadapi persoalan pengasuhan dapat berbicara dengan anggota keluarga tepercaya, mendatangi fasilitas kesehatan, atau mencari layanan sosial dan pendampingan yang sesuai. Kesulitan pengasuhan perlu ditangani melalui bantuan yang aman agar hak dan keselamatan anak tetap terlindungi.

Peristiwa di Kalasan menjadi pengingat bahwa setiap bayi berhak memperoleh perawatan, perlindungan, dan lingkungan yang aman. Proses hukum dalam kasus pasangan mahasiswa buang bayi di depan rumah warga tetap berjalan, sementara kepentingan terbaik bagi bayi harus menjadi perhatian utama.

Related Reading