Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik, Target Beroperasi 2027

Published Oktober 20, 2026 · Updated Oktober 20, 2026 · By Patricia Brown - beritanew.com

Foto : Patricia Brown - beritanew.com

Serang Mulai Menguji Layanan Bus Listrik untuk Persiapan Operasional 2027

Beritanew.com – Pemerintah Kota Serang memulai langkah awal menuju layanan angkutan umum berbasis listrik melalui uji coba bus listrik. Program ini menjadi bagian dari persiapan penyediaan transportasi publik yang ditargetkan dapat melayani masyarakat secara lebih luas pada 2027.

Selama masa pengujian, warga dapat melihat langsung pengoperasian dua jenis kendaraan pada dua lintasan berbeda. Uji coba berlangsung selama lima hari, dari 19 hingga 23 Oktober 2026, setiap pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB. Jadwal tersebut memungkinkan simulasi layanan dilakukan sejak pagi hingga sore, ketika mobilitas warga menuju sekolah, kampus, tempat kerja, maupun pusat kegiatan kota berlangsung cukup tinggi.

Dua Koridor Menjadi Lokasi Pengujian

Koridor I menghubungkan Terminal Pakupatan dengan Universitas Serang Raya atau UNSERA. Pada rute ini, pemerintah kota mengoperasikan satu unit bus berukuran besar. Pemilihan jalur tersebut menempatkan terminal sebagai salah satu titik penting pergerakan penumpang serta menghubungkannya dengan kawasan pendidikan.

Selain itu, Koridor III diuji pada rute Perumahan Visenda menuju UIN Banten. Layanan di jalur ini menggunakan satu unit minibus tipe Hiace. Kehadiran kendaraan dengan ukuran berbeda menunjukkan bahwa kebutuhan angkutan pada setiap koridor dapat disesuaikan dengan karakter rute dan jumlah pengguna yang dilayani.

Pengujian bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan bus listrik kepada masyarakat. Tahap ini juga penting untuk melihat kesiapan rute, titik pemberhentian, pola perjalanan, serta pengaturan layanan sebelum sistem tersebut masuk ke tahap operasional yang lebih tetap. Pengalaman dari masa uji coba dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menata layanan transportasi umum di Serang.

Perwal Disiapkan untuk Mengatur Layanan

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama jajaran Dinas Perhubungan akan menyiapkan rancangan Peraturan Wali Kota atau Perwal menjelang target operasional pada 2027. Regulasi tersebut direncanakan menjadi dasar bagi penataan bus listrik dan koridor angkutan umum yang akan berjalan.

Salah satu materi penting dalam aturan itu adalah penetapan lokasi naik dan turun penumpang. Penentuan titik pemberhentian yang jelas dibutuhkan agar proses penjemputan maupun penurunan pengguna berlangsung tertib. Dengan adanya lokasi yang terarah, penumpang memiliki kepastian tempat untuk mengakses layanan, sementara arus kendaraan di sepanjang jalur dapat lebih mudah ditata.

Perwal juga akan memuat pengaturan tarif. Bagi calon pengguna, aspek biaya menjadi bagian yang sangat menentukan apakah transportasi umum dapat dipakai secara rutin. Pemerintah kota menyatakan ongkos perjalanan akan diusahakan tetap terjangkau, terutama bagi pelajar yang membutuhkan mobilitas harian menuju sekolah atau kampus.

“Nanti kita akan mengatur Perwal-nya, dan harga ongkosnya diusahakan jangan sampai terlalu mahal, khususnya untuk anak-anak sekolah,” tegasnya, Selasa (20/10/2026).

Penekanan pada tarif yang tidak memberatkan memberi gambaran bahwa layanan ini diarahkan untuk dapat diakses oleh beragam kelompok masyarakat. Pelajar menjadi perhatian khusus karena mereka termasuk pengguna yang membutuhkan angkutan dengan biaya rutin dan jalur yang mendukung perjalanan sehari-hari.

Penataan Angkot dari Luar Daerah

Rancangan aturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bus listrik. Aturan turunan yang disiapkan juga akan mengatur perjalanan angkutan kota atau angkot yang datang dari luar daerah. Tujuannya adalah mencegah penumpukan kendaraan yang dapat terjadi di pusat Kota Serang.

Penataan jalur angkot dan pengembangan koridor bus listrik perlu berjalan seiring. Ketika berbagai moda angkutan menggunakan ruang jalan yang sama, pengaturan rute dan titik layanan menjadi penting agar perjalanan warga tetap lancar. Kebijakan ini juga dapat membantu membentuk pembagian layanan yang lebih jelas antara kendaraan yang melayani perjalanan dari kawasan luar dan angkutan yang bergerak di dalam kota.

Bagi masyarakat, keberadaan aturan mengenai titik pemberhentian, tarif, serta jalur angkot akan menjadi informasi penting sebelum layanan resmi berjalan. Kejelasan mengenai tiga hal tersebut dapat memudahkan warga dalam merencanakan perjalanan, memilih moda angkutan, dan memperkirakan kebutuhan biaya transportasi.

Target Operasi Penuh pada 2027

Pemkot Serang menargetkan seluruh koridor transportasi umum yang direncanakan dapat beroperasi pada 2027. Uji coba pada Oktober 2026 menjadi tahap awal menuju sasaran tersebut. Dalam rentang persiapan ini, penyusunan regulasi akan memegang peran penting karena layanan angkutan tidak hanya membutuhkan kendaraan, tetapi juga aturan operasional yang mudah dipahami pengguna.

Bus listrik menawarkan pilihan baru dalam perjalanan perkotaan, khususnya pada rute yang menghubungkan terminal, kawasan permukiman, dan institusi pendidikan. Namun, keberhasilan layanan nantinya juga akan bergantung pada keteraturan jadwal, kemudahan menjangkau titik naik-turun, serta tarif yang sesuai dengan kemampuan pengguna sehari-hari.

Masa pengujian memberi kesempatan bagi pemerintah kota untuk menilai kebutuhan di lapangan sebelum penerapan yang lebih luas. Dengan dua koridor yang telah dicoba, Serang mulai membangun dasar untuk layanan transportasi publik yang ditargetkan hadir secara resmi pada 2027, sekaligus menata pergerakan angkot agar pusat kota tidak semakin dipadati kendaraan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik?

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik matter?

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.