Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol di Bandung, 5 Orang Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Produksi Obat Keras Ilegal di Kawasan Kopo Bandung
Beritanew.com – Polisi mengungkap operasi pembuatan obat keras ilegal di area pergudangan Kopo, Kota Bandung. Dalam penindakan ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan produksi dan peredaran tramadol serta hexymer tanpa izin.
Pengungkapan tersebut tidak hanya menemukan obat yang sudah siap dipasarkan, tetapi juga bahan baku dan peralatan yang diduga digunakan untuk menjalankan proses produksi. Petugas mendapati dua lokasi di kawasan pergudangan yang dimanfaatkan sebagai tempat pembuatan obat-obatan tersebut.
Kasus ini berawal dari penangkapan seorang tersangka di ruas Tol Purbaleunyi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan dilakukan di Kilometer 125 dan membuka jalan bagi polisi untuk menelusuri dugaan jaringan produksi yang lebih besar di Bandung.
"Awal mulanya mengamankan satu orang tersangka pada hari Jumat di kilometer 125 Purbaleunyi dengan barang bukti 600 ribu butir Hexymer siap edar. Barang bukti tersebut hendak dibawa menuju Jakarta," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki, Minggu (18/10/2026).
Ratusan Ribu Pil Siap Edar Diamankan
Dari penangkapan di jalan tol itu, polisi menyita 600 ribu butir hexymer yang telah dikemas untuk diedarkan. Barang tersebut diduga akan dibawa menuju Jakarta. Temuan awal itu kemudian mengarahkan penyidik pada lokasi pergudangan di Kopo yang disebut menjadi pusat kegiatan produksi.
Saat penggerebekan dilakukan, polisi menemukan ratusan ribu butir tramadol dan hexymer yang telah siap dipasarkan. Selain produk jadi, petugas juga mengamankan material untuk pembuatan obat serta sejumlah perangkat produksi. Keberadaan alat-alat tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengungkap skala operasi yang dijalankan para tersangka.
Tramadol dan hexymer termasuk obat keras yang penggunaannya harus berada dalam pengawasan medis. Peredaran tanpa prosedur yang sah dapat membahayakan masyarakat, khususnya bila obat diperoleh tanpa pemeriksaan kesehatan, aturan dosis, maupun informasi penggunaan yang benar. Karena itu, pengungkapan fasilitas produksi ilegal memiliki arti penting dalam upaya membatasi akses obat keras di jalur peredaran gelap.
Kapasitas Produksi Disebut Sangat Besar
Polisi menilai fasilitas yang dibongkar tersebut mempunyai kemampuan produksi dalam jumlah besar. Kapasitas ini menunjukkan dugaan bahwa kegiatan yang dijalankan tidak terbatas pada kebutuhan lokal dan berpotensi menyasar pasar di sejumlah daerah.
"Kalau melihat alat-alat yang ada, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta," ucap Irjen Hengki.
Potensi cetak hingga delapan juta butir per hari menjadi perhatian serius karena menggambarkan kemungkinan volume barang yang dapat masuk ke jaringan distribusi apabila operasi tersebut tidak terungkap. Polisi juga mendalami alur pengiriman, pihak-pihak yang menerima pesanan, serta kemungkinan adanya jaringan distribusi di luar Jawa Barat.
Jakarta disebut sebagai salah satu tujuan yang diincar dalam peredaran barang tersebut. Temuan 600 ribu butir hexymer di Tol Purbaleunyi memperlihatkan dugaan penggunaan jalur transportasi darat untuk membawa obat siap edar dari lokasi produksi menuju wilayah pemasaran.
Lima Tersangka Memiliki Tugas Berbeda
Total lima orang telah diamankan dalam perkara ini. Mereka berinisial P, R, MF, dan F, serta seorang tersangka lain yang lebih dahulu ditangkap di jalan tol. Polisi menyatakan masing-masing memiliki peran berbeda dalam rangkaian kegiatan yang sedang diselidiki.
"Peran mereka berbeda-beda. Ada yang bertindak sebagai pembeli, peracik, hingga pengantar atau koordinator pengiriman barang sesuai pesanan," jelas Hengki.
Pembagian tugas seperti pembeli, peracik, pengantar, dan koordinator pengiriman memperlihatkan adanya tahapan kerja dari pengadaan hingga penyaluran produk. Penyidik masih perlu menelusuri keterkaitan setiap peran tersebut, termasuk asal bahan yang digunakan, pola pemesanan, dan jalur distribusi obat yang telah siap edar.
Penanganan perkara ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak membeli atau menggunakan obat keras dari jalur yang tidak resmi. Obat yang beredar tanpa pengawasan berisiko tidak memiliki jaminan mutu, dosis, maupun keamanan. Jika menemukan penjualan obat keras yang mencurigakan, masyarakat dapat berhati-hati dan menempuh jalur pelaporan yang sesuai kepada pihak berwenang.
Polisi kini melanjutkan penyidikan terhadap lima tersangka serta barang bukti yang disita dari jalan tol dan dua lokasi produksi di Kopo. Pengembangan perkara diarahkan untuk mengungkap kemungkinan pihak lain yang terlibat dalam pasokan, pembuatan, pemesanan, dan pengiriman tramadol serta hexymer ilegal tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol?Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol matter?Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.