Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok M, Ada Apartemen hingga Mal

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Mary Smith - beritanew.com

Foto : Mary Smith - beritanew.com

Blok M Hub Disiapkan Menjadi Kawasan TOD dengan Dua Menara Baru

Beritanew.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan transformasi Blok M Hub di Jakarta Selatan sebagai kawasan transit-oriented development atau TOD. Rencana ini diarahkan untuk memadukan akses transportasi publik dengan hunian, perhotelan, pusat perbelanjaan, serta ruang kegiatan masyarakat dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kerja sama untuk pengembangan tersebut telah mencapai kesepakatan antara PT MRT Jakarta dan pihak pengembang. Tahap peluncuran proyek sekaligus peletakan batu pertama disebut akan segera digelar.

“Untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada. Dan dalam minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu,” kata Pramono di Mal Pelayanan Publik (MPP) Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Dua Tower Direncanakan Dibangun

Dalam proyek TOD Blok M Hub, dua bangunan menara baru direncanakan hadir. Pramono belum mengungkap ukuran maupun jumlah lantai kedua tower tersebut. Rincian mengenai ketinggian bangunan akan dipaparkan pada agenda peluncuran dan groundbreaking proyek.

“Akan ada dua tower baru di tempat itu, yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan,” ujarnya.

Pengembangan kawasan di sekitar simpul transportasi seperti Blok M memiliki arti penting karena perjalanan warga tidak hanya berhenti di stasiun atau halte. Konsep TOD pada dasarnya mendorong terciptanya lingkungan yang dapat diakses dengan transportasi massal, sekaligus menyediakan kebutuhan harian dan ruang aktivitas dalam jarak yang lebih dekat.

Blok M sendiri telah lama menjadi salah satu titik pergerakan masyarakat di Jakarta Selatan. Kawasan ini memiliki konektivitas transportasi yang kuat dan aktivitas komersial yang beragam. Kesiapan tersebut menjadi salah satu alasan lokasi itu dipilih untuk proyek pengembangan berbasis TOD.

“Salah satu hal kenapa kemudian di Blok M dilakukan itu, karena Blok M memang sudah siap untuk itu,” kata Pramono.

Hunian, Hotel, Mal, dan Ruang Publik

Rencana pembangunan tidak difokuskan semata-mata pada apartemen. Kawasan baru itu juga akan mencakup hotel, mal, serta area yang dapat digunakan untuk kegiatan publik. Perpaduan fungsi tersebut diharapkan membentuk lingkungan yang tetap aktif untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tinggal, bekerja, berbelanja, hingga berkumpul.

“Sehingga dengan demikian, selain ada apartemen, ada hotel, ada mal, ada tempat untuk aktivitas publik dan sebagainya,” tuturnya.

Pramono menekankan bahwa proyek itu akan dikerjakan bersama pengembang yang memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam pembangunan Jakarta. Keterlibatan pengembang yang dinilai profesional dan kredibel dipandang penting untuk mendukung pelaksanaan proyek berskala kawasan.

“Tapi yang jelas, TOD itu dikembangkan bersama dengan developer yang profesional dan kredibel, yang sudah selama ini juga mempunyai kontribusi banyak dalam pembangunan di Jakarta,” jelasnya.

Bagi pengguna angkutan umum, pengembangan seperti ini berpotensi membuat perpindahan antarmoda dan akses menuju berbagai fasilitas menjadi lebih praktis. Sementara itu, kehadiran ruang publik perlu menjadi bagian yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya pelengkap dari pembangunan hunian dan komersial.

Pengembangan TOD Tidak Berhenti di Blok M

Pemprov DKI Jakarta menempatkan Blok M sebagai salah satu bagian dari agenda pengembangan kawasan berbasis transportasi. Pramono menyebut pendekatan serupa juga akan disiapkan di Harmoni, dengan keterkaitan pada kawasan Pasar Baru, kemudian Glodok Pecinan, hingga Kota Tua.

“Dan nanti bukan hanya di Blok M. Di Harmoni juga akan kami lakukan yang sama karena itu berhubungan dengan Pasar Baru, kemudian di Glodok Pecinan, dan terakhir tentunya di Kota Tua,” ucapnya.

Rangkaian kawasan tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Karena itu, pelaksanaan TOD di setiap lokasi akan membutuhkan penataan yang selaras dengan fungsi kawasan, jaringan transportasi yang tersedia, serta aktivitas warga yang sudah berjalan. Blok M diproyeksikan menjadi salah satu contoh pengembangan yang menghubungkan mobilitas massal dengan penggunaan lahan perkotaan.

Kelapa Gading dan Manggarai Masuk Arah Pengembangan

Selain lokasi yang terhubung dengan MRT dan kawasan pusat kota, pemerintah juga melihat peluang pada titik-titik yang berkaitan dengan LRT Jakarta. Kelapa Gading dan Manggarai disebut memiliki ruang yang cukup untuk dikembangkan sebagai TOD baru pada masa mendatang.

“Jadi pengembangan Jakarta memang beberapa tempat yang berkaitan dengan transportasi, termasuk LRT nanti di Kelapa Gading yang kita punya space yang cukup luas, baik di Kelapa Gading maupun Manggarai, pasti akan kita kembangkan untuk menjadi TOD baru,” pungkasnya.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Jakarta ke depan diarahkan pada kawasan yang memiliki hubungan langsung dengan transportasi publik. Keberhasilan konsep ini akan bergantung pada keterpaduan antara akses angkutan massal, bangunan baru, jalur pejalan kaki, ruang aktivitas publik, dan kebutuhan kawasan di sekitarnya.

Untuk Blok M Hub, agenda launching dan groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat akan menjadi penanda awal pelaksanaan rencana tersebut. Detail dua tower serta tahapan pembangunan berikutnya akan disampaikan pada kesempatan itu.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok?

Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok matter?

Pramono Siapkan Proyek TOD di Blok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.