Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Mary Smith - beritanew.com

Foto : Mary Smith - beritanew.com

Pramono Singgung Ego Pemimpin saat Bicara Pembangunan Jakarta

Beritanew.com – Pramono Singgung Ego Pemimpin ketika membahas tantangan pembangunan Jakarta dalam sebuah kuliah umum sekaligus peresmian gedung Universitas Ciputra Jakarta di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kolaborasi menjadi unsur penting dalam membangun ibu kota.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan bahwa pembangunan Jakarta tidak dapat dijalankan hanya oleh pemerintah. Kepercayaan serta kemauan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha, dibutuhkan agar program pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Menurut Pramono, kepentingan pribadi dan dorongan untuk selalu menjadi pusat perhatian dapat menghambat kerja bersama. Ia pun menilai persoalan ego masih menjadi salah satu tantangan dalam kepemimpinan.

"Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean. Terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengin dilihat," kata Pramono.

Kolaborasi dan Kepercayaan Jadi Modal Pemerintahan

Pramono Singgung Ego Pemimpin juga dalam konteks pentingnya membangun rasa saling percaya. Ia mengatakan pembangunan Jakarta memerlukan hubungan yang sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kerja sama tersebut, menurutnya, perlu dibangun tanpa mengedepankan kepentingan kelompok maupun individu.

Ia menegaskan bahwa dirinya berupaya tidak terlalu mempersoalkan berbagai serangan selama menjalankan tugas sebagai gubernur. Bagi Pramono, hal utama adalah tetap bekerja untuk Jakarta serta menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

"Kalau saya, mungkin udah nggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, nggak diserang juga nggak apa-apa," ujarnya.

Pramono juga berseloroh mengenai dinamika yang dihadapi di Jakarta. Ia menyebut banyaknya pihak dengan beragam kepentingan membuat kondisi ibu kota terasa unik. Namun, pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dinilai menjadi bekal dalam menghadapi situasi tersebut.

"Tetapi memang Jakarta ini lucu. Apa, suhunya banyak banget, pesilatnya banyak banget. Untung saya ini pesilat lama juga," ucapnya.

Transparansi Perizinan dan Kebijakan KLB

Selain Pramono Singgung Ego Pemimpin, ia turut menekankan bahwa kepercayaan publik perlu didukung kebijakan yang transparan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah proses perizinan, termasuk yang berkaitan dengan Koefisien Lantai Bangunan atau KLB.

Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Pergub Nomor 11 Tahun 2026. Aturan itu dimaksudkan untuk membuat proses perizinan lebih terbuka sekaligus mempersempit ruang bagi praktik yang tidak semestinya.

"Saya sebenarnya memotong tangan saya sendiri, saya memotong kewenangan saya sendiri," tuturnya.

Pernyataan itu menggambarkan komitmen untuk membatasi kewenangan yang berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak disertai mekanisme pengawasan. Transparansi dipandang penting agar proses pembangunan dapat dipahami publik dan memberi kepastian bagi pihak yang ingin berinvestasi di Jakarta.

Menurut Pramono, pemerintah dan pengusaha perlu membangun hubungan yang setara. Pemerintah tetap memiliki peran mengatur serta menjaga kepentingan masyarakat, sementara dunia usaha dapat berkontribusi melalui investasi dan kerja sama dalam pembangunan kota.

Dengan hubungan yang dilandasi kepercayaan, hambatan yang tidak perlu diharapkan dapat dikurangi. Pramono menilai pendekatan semacam ini dapat membantu Jakarta bergerak lebih efektif dalam menjawab kebutuhan pembangunan.

FAQ

Apa yang disampaikan Pramono tentang ego pemimpin?

Pramono mengatakan ego yang terlalu besar dapat menjadi persoalan dalam kepemimpinan, terutama ketika seorang pemimpin hanya ingin dirinya sendiri terlihat.

Di mana Pramono menyampaikan pernyataan tersebut?

Pernyataan itu disampaikan saat kuliah umum dan peresmian gedung Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Apa tujuan Pergub Nomor 11 Tahun 2026?

Pergub tersebut disebut bertujuan membuat proses perizinan, termasuk yang berkaitan dengan KLB, menjadi lebih transparan dan mengurangi ruang bagi praktik yang tidak semestinya.

Mengapa kepercayaan penting dalam pembangunan Jakarta?

Kepercayaan diperlukan agar pemerintah dan pihak swasta dapat bekerja sama secara setara, terbuka, dan berorientasi pada pembangunan Jakarta.

Related Reading