Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pria di Jakut Tewas Dibacok saat Nobar Timnas, Dipicu Panggilan ‘Boleng’

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By David Gonzalez - beritanew.com

Foto : David Gonzalez - beritanew.com

Pria di Kalibaru Meninggal Usai Dibacok saat Nobar Timnas Indonesia

Beritanew.com – Seorang pria berinisial ADN (32) meninggal dunia setelah mengalami luka bacok ketika kegiatan nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh berlangsung di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/10) malam itu berawal dari perselisihan antara korban dan MNHD (26).

Keributan disebut dipicu oleh panggilan “boleng” yang dilontarkan MNHD kepada ADN. Korban tidak menerima sebutan tersebut dan situasi kemudian berkembang menjadi pertengkaran yang berujung kekerasan menggunakan senjata tajam.

Panggilan Berujung Pertikaian

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan, ADN semula bereaksi setelah dipanggil dengan sebutan yang tidak disukainya. Dalam kondisi emosi, korban mengambil sebuah kursi lalu memukulkannya ke tubuh MNHD.

Setelah terkena pukulan kursi, MNHD disebut ikut terpancing emosi. Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah celurit. Senjata tajam itu selanjutnya digunakan untuk menyerang ADN satu kali pada bagian perut bawah kiri.

Luka akibat serangan tersebut menyebabkan ADN kehilangan banyak darah. Polisi mencatat terdapat luka terbuka di bagian bawah perut sebelah kiri dengan panjang sekitar 3 sentimeter dan kedalaman 6 sentimeter.

“Korban ini meninggal dunia karena kehabisan darah setelah dianiaya oleh pelaku menggunakan sebilah celurit,” kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Kasus ini menggambarkan bagaimana perselisihan yang berawal dari ucapan dapat berubah menjadi kejadian serius ketika emosi tidak terkendali. Dalam situasi ramai seperti nonton bersama, respons cepat dari orang-orang di sekitar juga penting untuk membantu menghentikan pertikaian dan memberi pertolongan kepada pihak yang terluka.

Korban Dibawa ke RSUD Cilincing

Salah seorang saksi melihat ADN sudah tergeletak setelah insiden tersebut. Korban kemudian segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Cilincing untuk mendapatkan penanganan medis.

Di rumah sakit, ADN sempat menjalani tindakan penjahitan sebanyak tiga jahitan. Namun, nyawanya tidak tertolong karena kehilangan darah akibat luka yang dideritanya.

Polisi juga menemukan luka pada bagian ujung kuku kaki kanan korban. Luka itu tidak dikaitkan dengan serangan celurit. Bobi menjelaskan, kondisi tersebut terjadi ketika ADN dibawa menuju IGD dan kaki kanannya terjuntai hingga terseret permukaan aspal.

“Sementara untuk luka pada ujung kuku kaki sebelah kanan disebabkan pada saat membawa korban ke IGD RSUD Cilincing kaki kanan korban terjuntai dan terseret di aspal,” kata Bobi.

Penjelasan mengenai luka tersebut menjadi bagian dari pendalaman kronologi agar setiap cedera yang ditemukan pada tubuh korban dapat dibedakan penyebabnya. Fokus utama penyelidikan tetap mengarah pada luka bacok di perut bawah sebelah kiri yang menyebabkan pendarahan berat.

Pelaku Mendatangi Kantor Polisi

Setelah melihat ADN tergeletak dalam kondisi bersimbah darah, MNHD sempat memegang korban dan meminta bantuan. Akan tetapi, saat itu tidak ada orang yang memberikan pertolongan kepada korban maupun pelaku.

MNHD kemudian memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Cilincing. Tindakan tersebut dilakukan tidak lama setelah peristiwa penganiayaan terjadi.

“Kemudian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Cilincing,” ujarnya.

Penyerahan diri pelaku membuat proses penanganan perkara dapat segera dilakukan oleh kepolisian. Keterangan saksi, kondisi korban saat ditemukan, serta rangkaian kejadian sebelum dan sesudah pembacokan menjadi unsur penting untuk memperjelas peristiwa tersebut.

Perkara ini juga menjadi pengingat bahwa konflik antarpersonal dapat meningkat dengan sangat cepat, terutama ketika ada tindakan balasan dan akses terhadap benda berbahaya. Ketegangan yang semula muncul dari panggilan atau ejekan seharusnya dapat diredakan melalui jarak aman, komunikasi, atau bantuan orang lain di sekitar lokasi.

Bagi warga yang menyaksikan situasi kekerasan, keselamatan diri tetap perlu menjadi perhatian utama. Menghubungi pihak berwenang, mencari bantuan medis, dan mengajak orang lain untuk membantu dari posisi aman dapat menjadi langkah yang lebih tepat daripada membiarkan korban terluka tanpa pertolongan.

Dalam kejadian di Kalibaru ini, ADN akhirnya meninggal setelah sempat menerima perawatan di RSUD Cilincing. Polisi masih menangani perkara pembacokan yang terjadi di tengah kegiatan nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pria di Jakut Tewas Dibacok saat?

Pria di Jakut Tewas Dibacok saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pria di Jakut Tewas Dibacok saat matter?

Pria di Jakut Tewas Dibacok saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.