Pria Diamankan Buntut Bau di Konser Kota Tua Bukan Copet, Diserahkan ke Dinsos
Pria Diamankan Buntut Bau di Konser Kota Tua, Bukan Copet
Beritanew.com – Pria Diamankan Buntut Bau di Konser Kota Tua setelah sempat diteriaki warga sebagai copet. Namun, polisi memastikan pria tersebut tidak terbukti melakukan pencopetan dan tidak berkaitan dengan serbuk maupun bau menyengat yang mengganggu konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Pengamanan dilakukan ketika situasi di lokasi masih ramai. Warga menduga pria itu sebagai pelaku pencopetan, sehingga petugas membawanya untuk mencegah tindakan massa dan memastikan kondisi tetap terkendali.
“Itu hanya asumsi masyarakat yang meneriakkan yang bersangkutan pelaku. Kami amankan supaya menghindari adanya tindakan dari massa atau masyarakat lainnya, yang menduga copet,” ujar Kapolsek Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar.
Polisi Tidak Menemukan Barang Curian
Setelah diperiksa, polisi tidak menemukan barang yang diduga berasal dari hasil pencurian pada pria tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa orang yang diamankan tidak memiliki kaitan dengan gangguan bau yang terjadi selama konser.
“Setelah kami cek dan kami periksa, yang bersangkutan tidak diketemukan barang-barang yang diduga hasil copet atau curian. Pelaku yang diduga copet tidak ada kaitannya dengan bau tersebut,” kata Bobby.
Karena tidak membawa kartu identitas, pria itu kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial. Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan kepolisian tidak menemukan bukti pencopetan maupun keterlibatan dalam sumber gangguan di area acara.
“Kemudian kami serahkan orang tersebut ke Dinsos, karena tidak memiliki kartu identitas,” imbuh Bobby.
Bau Menyengat Muncul Menjelang Akhir Konser
Gangguan bau terjadi pada penghujung konser Kota Tua. Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra mengatakan kegiatan pada hari kedua sebelumnya berjalan lancar, dengan penampilan Armand Maulana dan grup band Kotak.
Sekitar pukul 22.45 WIB, sejumlah orang di sekitar panggung mulai mencium bau tidak sedap yang digambarkan seperti bau kentut. Keluhan terutama dirasakan oleh penonton yang berada di bagian depan panggung.
“Hari kedua di akhir ini penampilan Armand Maulana dan Kotak. Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB ketika bawa lagu tercium bau nggak enak, seperti kentut,” tutur Denny.
Menurut Denny, panggung berukuran relatif kecil sehingga dampak gangguan lebih cepat terasa di area dekat pertunjukan. Saat Kotak melanjutkan penampilan hingga sekitar pukul 23.00 WIB, beberapa pengunjung mengeluhkan mata pedih dan sesak napas.
Petugas menduga keluhan tersebut dipicu serbuk yang tidak meninggalkan bekas dan bukan gas air mata. Serbuk itu disebut memunculkan bau tidak sedap serta membuat sebagian pengunjung merasa tidak nyaman.
Penampilan Kotak Sempat Dihentikan
Situasi tersebut membuat vokalis Kotak, Tantri, mundur dan menghentikan penampilan. Tim keamanan acara bersama unsur tiga pilar lalu mengamankan area dan membantu warga yang mengalami keluhan pernapasan.
“Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan. Kami bersama 3 pilar, mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak nafas tertangani,” ujar Denny.
Pada awal kejadian, muncul dugaan bahwa keramaian sengaja dibuat untuk memudahkan aksi pencopetan. Namun, penyelidikan memastikan pria diamankan buntut bau di konser Kota Tua itu tidak terkait dugaan tersebut maupun sumber serbuk yang mengganggu acara.
Area konser kemudian disterilkan sekitar 15 menit. Pengelola juga membuka layanan call center dan pesan langsung bagi warga yang merasa terdampak. Pengunjung yang mengalami keluhan pada malam itu dilaporkan telah pulang dengan selamat.
FAQ Konser Kota Tua
Apakah pria yang diamankan terbukti sebagai copet?
Tidak. Polisi tidak menemukan barang yang diduga hasil pencurian saat memeriksa pria tersebut.
Apakah pria itu menjadi penyebab bau menyengat di konser?
Tidak. Polisi menyatakan tidak ada bukti yang mengaitkan pria itu dengan serbuk atau bau tidak sedap di lokasi konser.
Ke mana pria tersebut dibawa setelah diperiksa?
Setelah pemeriksaan, pria itu diserahkan kepada Dinas Sosial karena tidak membawa kartu identitas.
Apa yang harus dilakukan pengunjung bila terdampak gangguan saat acara publik?
Pengunjung sebaiknya segera menjauh dari sumber gangguan, meminta bantuan petugas keamanan atau medis, serta melapor kepada penyelenggara apabila mengalami keluhan seperti mata pedih atau sesak napas.