Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Seperti Myeongdong, Pasar Baru Mau Disulap Jadi Pusat Kuliner 24 Jam

Published Oktober 30, 2026 · Updated Oktober 30, 2026 · By Anthony Taylor - beritanew.com

Foto : Anthony Taylor - beritanew.com

Pasar Baru Disiapkan Menjadi Pusat Kuliner yang Hidup Sepanjang Hari

Beritanew.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan gagasan baru untuk kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat. Wilayah yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan itu direncanakan berkembang menjadi tujuan wisata kuliner yang aktif selama 24 jam, dengan suasana keramaian yang dibayangkan menyerupai Myeongdong di Korea Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menempatkan rencana tersebut dalam agenda pengembangan sejumlah titik aktivitas baru di ibu kota. Pasar Baru tidak hanya diproyeksikan menjadi lokasi makan dan belanja, tetapi juga sebagai simpul pertemuan bagi warga maupun pengunjung yang ingin menikmati Jakarta hingga malam hari.

Pelaksanaan konsep itu berkaitan dengan pengembangan jaringan MRT Jakarta. Penataan Pasar Baru akan dipersiapkan setelah pembangunan MRT menjangkau koridor Monas-Harmoni, sehingga akses transportasi publik dapat mendukung pergerakan pengunjung menuju kawasan tersebut.

“Yang pertama, kita sedang menunggu penyelesaian MRT. Nanti begitu MRT selesai sampai dengan Monas-Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi tempat untuk orang bisa menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeongdong di Korea,” kata Pramono di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Transportasi Publik Jadi Bagian Penting

Kehadiran MRT hingga kawasan Monas-Harmoni dipandang penting karena rencana pusat kuliner 24 jam membutuhkan akses yang mudah, terutama pada sore, malam, dan dini hari. Konektivitas angkutan umum dapat membantu pengunjung menjangkau Pasar Baru tanpa seluruh aktivitas perjalanan bergantung pada kendaraan pribadi.

Dalam skema yang dibayangkan, Pasar Baru akan menjadi salah satu pilihan ruang kota yang tetap hidup di luar jam aktivitas perkantoran. Kehadirannya diharapkan memperluas pilihan warga untuk berkegiatan, bersantai, menikmati makanan, atau berkunjung ke area bersejarah di pusat Jakarta.

Gagasan tersebut juga menandai keinginan Pemprov DKI untuk menyebarkan pusat keramaian ke lebih banyak kawasan. Selama ini, sejumlah titik seperti Blok M dikenal luas sebagai tempat berkumpul dan tujuan kuliner. Pengembangan Pasar Baru diharapkan menghadirkan alternatif baru dengan identitas kawasan yang berbeda.

“Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M. Akan ada tempat-tempat hub baru 24 jam ada di Pasar Baru, Glodok Pecinan, yang kemudian mau ditematik yang lebih mendekati tradisi masyarakat Tionghoa,” ujarnya.

Terhubung dengan Glodok dan Kota Tua

Pasar Baru tidak dirancang berdiri sendiri dalam peta destinasi Jakarta. Kawasan ini diharapkan tersambung dengan lokasi tematik lain, termasuk Glodok Pecinan dan Kota Tua. Setiap wilayah akan diarahkan memiliki karakter serta daya tarik yang tidak sama, sehingga pengunjung mempunyai alasan untuk menjelajahi lebih dari satu kawasan.

Glodok Pecinan direncanakan menonjolkan tema yang dekat dengan tradisi masyarakat Tionghoa. Pendekatan tersebut dapat memperkuat ciri kawasan sekaligus memberi pengalaman yang lebih khas bagi masyarakat yang datang untuk menikmati kuliner, suasana jalanan, maupun aktivitas budaya setempat.

Sementara itu, Kota Tua akan memperoleh pengembangan dengan segmentasi tersendiri. Pramono menyebut kawasan bersejarah itu ditujukan bagi pengunjung kelas menengah ke atas, dengan dukungan bangunan serta restoran yang mengusung tema tertentu. Perbedaan konsep ini diharapkan membuat masing-masing destinasi memiliki posisi yang jelas tanpa harus menampilkan pengalaman yang seragam.

Pengembangan kawasan-kawasan tersebut berkaitan erat dengan upaya menghidupkan ruang publik Jakarta. Pusat aktivitas yang beroperasi lebih panjang membutuhkan pengelolaan yang baik, mulai dari akses mobilitas, kebersihan, kenyamanan pejalan kaki, hingga keteraturan kegiatan usaha. Rencana Pasar Baru sebagai pusat kuliner 24 jam akan bergantung pada kesiapan berbagai unsur tersebut ketika tahap penataan dimulai.

Belum Ada Jadwal dan Anggaran Terperinci

Meski arah pengembangan telah disampaikan, belum ada rincian mengenai kapan penataan Pasar Baru akan dimulai. Besaran anggaran untuk mewujudkan kawasan kuliner 24 jam itu juga belum dijelaskan. Saat ini, penyelesaian proyek MRT menuju Monas-Harmoni menjadi salah satu penanda penting sebelum persiapan konsep Pasar Baru dilakukan.

Pramono menyatakan optimisme bahwa rencana tersebut dapat diwujudkan sejalan dengan perluasan transportasi publik Jakarta hingga area Kota Tua. Harapannya, jaringan destinasi yang saling terhubung dapat membuat pusat kota semakin mudah diakses dan menawarkan lebih banyak pilihan kegiatan bagi warga.

“Dan itulah yang kami rencanakan, mudah-mudahan perencanaan itu bisa diwujudkan dan saya yakin bisa mewujudkan itu,” imbuhnya.

Bila terealisasi, Pasar Baru berpotensi tampil sebagai ruang kuliner malam yang menggabungkan fungsi perdagangan, wisata, dan aktivitas sosial. Namun, bentuk akhir kawasan, tahapan pelaksanaan, serta dukungan anggaran masih akan menjadi hal penting yang perlu ditunggu dalam kelanjutan rencana tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Seperti Myeongdong Pasar Baru Mau Disulap?

Seperti Myeongdong Pasar Baru Mau Disulap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Seperti Myeongdong Pasar Baru Mau Disulap matter?

Seperti Myeongdong Pasar Baru Mau Disulap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.