Tak Kapok Bandar Narkoba di Kampung Ambon, Lapak Dibongkar Dibangun Lagi
Lapak Narkoba Muncul Kembali di Kampung Ambon, Polisi Putus Aliran Listrik
Beritanew.com – Penertiban di Kampung Ambon, Jakarta Barat, belum menghentikan upaya jaringan narkoba untuk kembali membangun tempat yang diduga dipakai sebagai lokasi peredaran. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, petugas mendapati sejumlah tenda dan lapak yang sebelumnya telah dibongkar ternyata kembali berdiri.
Operasi Sarang Narkoba (OSN) tersebut melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan pada siang hari dengan menyasar lapak, tenda, serta rumah-rumah di kawasan yang pernah ditertibkan.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyampaikan bahwa kegiatan itu dilakukan untuk memastikan lokasi yang pernah dibongkar tidak lagi digunakan sebagai titik berkumpul ataupun tempat aktivitas narkotika.
“Dalam kegiatan tersebut, masing-masing tim melaksanakan pengecekan kembali terhadap tenda atau lapak dan rumah-rumah yang sebelumnya telah dibongkar. Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi-lokasi tersebut diduga digunakan sebagai tempat berkumpulnya pengguna dan pengedar narkotika,” kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Aliran Listrik Diputus Bersama PLN
Petugas tidak hanya membongkar kembali bangunan yang ditemukan, tetapi juga melakukan langkah untuk membatasi pemanfaatan lokasi tersebut. Polda Metro Jaya menggandeng PLN guna memutus sambungan listrik pada sejumlah lapak dan rumah yang dicurigai kembali dipakai untuk kegiatan terkait narkoba.
Langkah itu dilakukan setelah pemeriksaan terhadap instalasi listrik di lokasi. Beberapa bangunan disebut mendapatkan aliran listrik secara tidak sah, yakni dengan mengambil sambungan dari luar meteran. Pemutusan jaringan diharapkan membuat bangunan tersebut tidak dapat kembali difungsikan seperti sebelumnya.
“Untuk lapak ada beberapa yang dibangun kembali, maka dari itu kami putus jaringan listriknya agar tidak bisa digunakan lagi dan juga diputus karena memang listriknya mencuri listrik langsung ambil dari luar meteran,” imbuhnya.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono menyatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari penanganan di lapangan bersama pihak PLN. Pemeriksaan terhadap sambungan listrik dilakukan pada rumah-rumah yang diduga berkaitan dengan sarang narkotika.
“Bersama dengan PLN juga kita tadi pemutusan aliran listrik. Jadi yang diduga-duga tempat sarang narkotika tersebut, dan memang apa, dari hasil pengecekan PLN bahwa dia nyolong listrik. Jadi kita upayakan, upaya paksa dari PLN untuk pemotongan,” ujar Yugo.
Tujuh Orang Diamankan
Dalam operasi gabungan di Kampung Ambon tersebut, aparat menangkap tujuh orang. Penindakan tidak berhenti pada pemeriksaan bangunan karena petugas juga menemukan berbagai barang yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.
Barang bukti yang disita meliputi 17 paket ganja, tujuh pelat ketapel, dua brankas, 47 bilah senjata tajam, serta satu pucuk airsoft gun berikut 13 tabung gas. Polisi juga menyita dua klip sabu dengan berat keseluruhan satu gram.
Temuan senjata tajam dan airsoft gun menambah perhatian dalam operasi ini. Keberadaan barang-barang tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang ditangani petugas bersama narkotika yang ditemukan di lokasi. Seluruh hasil penindakan menjadi dasar untuk pendalaman lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang diamankan dan kemungkinan keterkaitan mereka dengan aktivitas di kawasan itu.
Penertiban Dilanjutkan dengan Pengawasan Lokasi
Kembalinya lapak setelah pembongkaran menunjukkan bahwa penanganan kawasan yang diduga dipakai untuk peredaran narkoba memerlukan pengawasan berkelanjutan. Pembongkaran fisik dapat menghilangkan tempat sementara, tetapi kemunculan bangunan baru memperlihatkan adanya upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas yang telah ditertibkan.
Pemeriksaan terhadap rumah, tenda, dan sambungan listrik dalam operasi kali ini menjadi bagian penting dari penindakan. Langkah tersebut tidak hanya menyasar orang yang berada di lokasi, melainkan juga fasilitas yang diduga menunjang penggunaan lapak. Dalam kasus ini, pemutusan listrik dilakukan setelah ditemukan dugaan pencurian aliran listrik.
Bagi warga di sekitar kawasan, operasi semacam ini juga menegaskan pentingnya lingkungan yang tidak memberi ruang bagi aktivitas narkotika. Informasi mengenai tempat yang dicurigai dipakai untuk transaksi atau berkumpulnya pengguna dapat membantu aparat melakukan pengecekan secara tepat. Namun, penanganan tetap harus dilakukan oleh petugas berwenang agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Polisi kini telah mengamankan tujuh orang beserta narkotika dan sejumlah barang lainnya dari operasi di Kampung Ambon. Sementara itu, lapak yang kembali dibangun telah kembali menjadi sasaran penindakan, termasuk melalui pemutusan aliran listrik pada bangunan yang ditemukan memakai sambungan ilegal.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tak Kapok Bandar Narkoba di Kampung?Tak Kapok Bandar Narkoba di Kampung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tak Kapok Bandar Narkoba di Kampung matter?Tak Kapok Bandar Narkoba di Kampung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.