Dugaan Awal Dalam Metode Ilmiah Biasa Disebut Dengan

Dugaan Awal Dalam Metode Ilmiah Biasa Disebut Dengan

Metode ilmiah adalah salah satu cara terstruktur yang dimana diterapkan oleh para ilmuwan untuk menyelesaikan, menemukan jawaban atau memecahkan dari masalah-masalah atau pertanyaan yang diuji dalam suatu analisis penelitian. Dalam pembuatan metode ilmiah terdapat beberapa tahap-tahap untuk menyusunnya. Di dalam pembuatan metod eilmiah terdapat dugaan awal dar penulis. Dugaan awal dalam metode ilmiah biasa disebut dengan hipotesis.

Hipotesis adalah akronim dari kata hupo dan thesis yang berasal dari bahasa yunani. Hupo memiliki arti sementara dan Thesis memiliki arti teori atau pernyataan. Sehingga hipotesis ini merupakan dugaan sementara dari peneliti terhadap objek atau penelitian. Hipotesis ini bersifat sementara dan tidak bisa dikatakan benar, karena belum terbukti kebenarannya. Dugaan awal dalam metode ilmiah biasa disebut dengan hipotesis ini, juga termasuk ke dalam langkah-langkah yang harus terdapat pada metode ilmiah.

Langkah Pertama Yang Harus Dilakukan Dalam Metode Ilmiah?

Langkah Pertama Yang Harus Dilakukan Dalam Metode Ilmiah?

Untuk menyusun sebuah metode ilmiah tentunya diperlukan beberapa tahap-tahap untuk pembuatannya. Tahap-tahap tersebut bertujuan untuk membantu peneliti agar mendapatkan hasil metode yang relevan. Lalu apa sih Langkah Pertama Yang Harus Dilakukan Dalam Metode Ilmiah? Terdapat 6 langkah-langkah pada pembuatan metode ilmiah ini, yaitu sebagai berikut

–          Langkah pertama dalam menyusun metode ilmiah adalah dengan merumuskan masalah yang akan diidentifikasi.

Pada tahap ini kita dapat membuat rumusan masalah dengan beberapa pertanyaan yang nantinya akan dibahas pada penelitian tersebut.

Contoh:

  1.     Apakah air mempengaruhi pertumbuhan kacang kedelai?
  2.     Bagaimana pengaruh suhu dan air pada pemberian tanaman kacang hijau?

Setelah langkah pertama sudah diuraikan selanjutnya teman-teman bisa melanjutkannya ke tahap berikutnya.

–        Mencari keterangan. Selanjutnya mencari keterangan. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan permasalahan. Pada langkah yang kedua ini sering disebut dengan kajian pustaka

–          Menyusun hipotesis. Dugaan awal dalam metode ilmiah biasa disebut dengan hipotesis ini  adalah dugaan atau jawaban sementara dari peneliti yang diambil dari data yang didapatkan dari awal melakukan observasi.

–          Menguji hipotesis. Hal ini bertujuan untuk membuktikan  dugaan awal dalam metode ilmiah biasa disebut dengan hipotesis ini benar atau salah. Hipotesis ini bisa dikatakan benar, jika hasil percobaan dengan dugaan sementara itu memiliki jawaban atau hasil yang berhubungan.

–          Dan langkah terakhir adalah mengolah hasil dari penelitian atau percobaan yang telah didapatkan dengan menentukan metode statistik agar dapat mengambil kesimpulan.

Bagaimana Hipotesis Dilakukan Dengan Metode Ilmiah?

Bagaimana Hipotesis Dilakukan Dengan Metode Ilmiah?

Seperti yang kita ketahui hipotesis merupakan jawaban sementara dari peneliti atau penulis, yang menjadi salah satu syarat dari pembuatan  hipotesis tersebut. Namun, kalian tau gak sih Bagaimana Hipotesis Dilakukan Dengan Metode Ilmiah? Tentunya ada beberapa syarat untuk penyusunan hipotesis tersebut, yaitu sebagai berikut

  1.     Hipotesis harus disusun dengan rumusan yang singkat, padat, dan jelas.
  2.     Penyusunan hipotesis harus didasari oleh pendapat atau teori oleh ahli dengan penelitian yang relevan.
  3.     Hipotesis juga harus menunjukan adanya keterkaitan satu variabel yang terdapat pada permasalahan dengan variabel lainnya.

Salah Satu Urutan Dalam Metode Ilmiah, Apa Yang Dimaksud Dengan Hipotesis?

Salah Satu Urutan Dalam Metode Ilmiah, Apa Yang Dimaksud Dengan Hipotesis?

Setelah kita membahas tentang metode ilmiah ini, terdapat Salah Satu Urutan Dalam Metode Ilmiah, Apa Yang Dimaksud Dengan Hipotesis? Seperti yang kita ketahui, hipotesis ini merupakan dugaan dari penulis atau peneliti yang bersifat sementara. Sehingga hipotesis masih memerlukan percobaan. Jika hasil percobaan dengan hipotesis memiliki jawaban yang relevan, maka penelitian ini bisa dijadikan sumber atau artikel yang dapat berguna untuk orang banyak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.