Gangguan Mental Psikosis Adalah?

Psikosis adalah

Pada umumnya kecil akan lumrah jika tidak bisa membedakan imajinasi mereka dengan apa yang sesungguhnya terjadi namun jika hal tersebut terjadi hingga usia remaja bisa jadi anak tersebut mengalami gangguan psikosis. Psikosis adalah penyakit gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dengan realita yang terjadi.

Psikosis ini ditandai dengan munculnya gejala halusinasi dan waham (delusi). Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa semakin parah dan mebuat pengidapnya semakin bermasalah dengan kondisi mentalnya dan jika dibiarkan akan mengganggu kehidupan sehari-harinya serta hubungan sosial dengan orang lain-lain.

Penderita penyakit psikotik ini akan mengalami gangguan pada otak gangguan tersebut akan mempengaruhi cara kerja organ otak dalam memproses informasi maka dari itu biasanya pengidap penyakit ini akan mengalami perubahan perilaku dan cara berpikir sehingga dapat menurunkan minat dan kualitas hidup pengidapnya.

Penyebab Psikosis

Penyebab Psikosis

Ada beberapa penyebab psikosis yang dapat kita ketahui yaitu:

  • Konsumsi obat-obat terlarang seperti narkoba ganja dan lain-lain.
  • Banyaknya mengkonsumsi alkohol hingga mempengaruhi kinerja otak.
  • Mengalami kejadian yang membuat traumatis sehingga mengalami gangguan mental contohnya kehilangan orang yang dicintai dan pelecehan seksual.
  • Mengalami tumor otak.
  • Mengalami stroke.
  • Mengalami Infeksi otak.
  • Faktor genetika.

Genetika juga merupakan penyebab gangguan psikosis. Jika suatu orang tua mengalami psikosis maka akan menurunkan gangguan tersebut pada keturunanya.

Gejala Psikosis

Gejala Psikosis

Berikut ini adalah beberapa contoh gejala psikosis:

  • Dapat melihat dan mendengar hal-hal yang tidak ada.
  • Sering berhalusinasi.
  • Sering khawatir secara berlebihan tanpa alasan yang jelas.
  • Terus-menerus merasa mereka diawasi. Beberapa bahkan merasa bahwa orang lain berada di luar sana untuk menyakiti mereka.
  • Menderita depresi. Mereka selalu merasa murung dan sedih, sering kali karena alasan yang tidak jelas.
  • Penderita akan mengalami kesulitan merasakan emosi yang normal. Mereka acuh tak acuh terhadap perasaan orang lain. Mereka juga tidak merasakan emosi yang dirasakan kebanyakan orang selama kejadian tertentu. Misalnya, mereka tidak merasa senang karena mereka memiliki bayi baru atau tidak merasa sedih saat seseorang yang mereka cintai meninggal dunia.
  • Tidak peduli dengan penampilan dan kebersihan diri mereka.
  • Lebih suka sendirian daripada dengan orang lain. Beberapa pasien bekerja ekstra untuk menghindari kontak sosial apa pun.

Penyembuhan Psikosis

Gejala Psikosis

  • Penderita psikosis jika gejalanya meningkat seharusnya ditangani lebih lanjut dan dirujuk ke tenaga kesehatan mental atau psikiater dan psikolog supaya mencegah terjadinya peningkatan gangguan psikosis dan kompilasi gangguan tersebut.
  • Sebaiknya penderita gangguan psikosis didampingi ketika berobat ke psikiater maupun psikolog hal tersebut dapat membantu penyembuhan karena penderita merasa diperhatikan. Serta pada umumnya penderita gangguan psikosis tidak memiliki pemahaman dan wawasan mengenai gangguan yang dideritanya.
  • Penyembuhan psikosis juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat antipsikotik. Obat ini bekerja mengendalikan gejala. Ada dua jenis obat ini: generasi pertama dan kedua. Antipsikotik generasi pertama, pertama kali digunakan pada tahun 1950an. Mereka bekerja dengan cara memblokir jenis tertentu dari reseptor dopamin (D2). Antipsikotik generasi kedua juga memblokir reseptor D2 serta 5-HT2A, reseptor serotonin.
  • Terapi kognitif (CBT) merupakan¬† Terapi medis paling baik dikombinasikan dengan CBT. Ini adalah terapi bicara dimana konselor berfokus untuk membantu pasien memahami perilaku mereka. Mereka juga mengajarkan tentang teknik pada pasien tentang cara mengatasi masalah mereka dengan lebih baik.
  • Prognosa yaitu penggabungkan CBT dan konsumsi obat, prognosis pasien psikosi jangka panjang cenderung baik. Namun akan lebih baik, jika kondisi diketahui lebih dini dan segera ditangani.
  • Mengubah gaya hidup lebih sehat dengan menghindari minuman beralkohol dan narkoba.
  • Menghindari depresi dengan cara berlibur dan bercerita dengan konselor maupun teman yang dapat di percaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.