Gangguan Skizoafektif Adalah Penyakit?

Gangguan skizoafektif adalah

Di zaman sekarang banyak orang stres akan pekerjaan atau faktor ekonomi sehingga mengalami gangguan mental dan perubahan suasana hati secara cepat. Salah satu gangguan mental yang umumnya terjadi adalah gangguan skizoaktif. Gangguan skizoafektif adalah kondisi kejiwaan atau mental seseorang mengalami gangguan mental/psikosis dan suasana hati. Gangguan tersebut lebih sering seorang wanita alami jika kita bandingkan pria karena 2/3 dari kasus ke skizoafektif yang wanita alami.

Tipe-tipe gangguan skizoafektif

Tipe-tipe gangguan skizoafektif

Tipe –  tipe gangguan skizoafektif terbagi menjadi dua  berdasarkan gangguan suasana hati atau mood:

  1. depresi

 Depresi merupakan menurunnya suasana hati biasanya orang depresi akan mudah bersedih marah atau tersinggung.

  1. Bipolar

Bipolar melibatkan episode mania (energi tinggi dengan suasana hati yang tinggi, ekspansif, atau mudah tersinggung) dengan atau tanpa episode depresi. Biasanya seseorang yang mengalami bipolar akan mengalami peningkatan maupun penurunan suasana hati. Cara drastis penderita bipolar akan secara tiba-tiba akan mengalami perubahan suasana hati yang berlebih dari senang ke ke sedih maupun sebaliknya.

Gejala gangguan Skizoafektif

Gejala gangguan Skizoafektif

Berikut Ini adalah beberapa  gejala gangguan skizoafektif:  

  • delusi, atau memiliki keyakinan yang keliru tidak sesuai fakta
  • memiliki pemikiran yang tidak jelas
  • memiliki pemikiran dan persepsi yang tidak biasa
  • Suka halusinasi
  • memiliki ide dan pikiran paranoid
  • mengalami depresi
  • mengalami periode mania di mana perilaku seseorang yang tidak sesuai karakter
  • memiliki temperamen yang tak menentu dan tak terkendali
  • sifat lekas marah
  • Ucapan yang tidak koheren, seringkali beralih dari satu topik yang tidak terkait dengan percakapan saat ini
  • kesulitan dalam memfokuskan perhatian
  • perilaku katatonik di mana seseorang sulit merespon atau tampak gelisah tanpa sebab yang jelas.
  • berkurangnya kepedulian terhadap kebersihan pribadi atau penampilan fisik.
  • mengalami gangguan dan kesulitan tidur

Bagaimana cara mengobati schizoaffective disorder?

Pengobatan  gangguan skizoafektif 

Pengobatan  gangguan skizoafektif 

Jika telah didiagnosa mengalami gangguan skizoaktif, ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Obat-obatan

Obat ada beberapa obat yang dapat penderita gangguan skizoaktif konsumsi tergantung dengan keluhan pasien Apakah pasien mengalami depresi ataupun mengalami bipolar disorder . Obat utama untuk gejala psikotik seperti halusinasi, delusi, dan pola pikir yang terganggu, namanya obat antipsikotik. Ada banyak jenis obat antipsikotik yang tersedia, tapi paliperidone extended release adalah satu-satunya yang sudah tersetujui FDA untuk mengobati gangguan skizoafektif. Untuk gejala yang berhubungan dengan mood, dokter biasanya meresepkan antidepresan atau mood stabilizer seperti lithium.

  • Psikoterapi.

Tujuan psikoterapi ini adalah untuk membantu penderita memahami penyakitnya, menentukan target, dan mengendalikan masalah sehari-hari yang berhubungan dengan penyakitnya tersebut. Terapi yang bisa penderita lakukan salah satunya terapi kelompok atau support group adalah pilihan pengobatan  untuk orang dengan gangguan skizoafektif. Terapi kelompok ini dapat membantu meningkatkan interaksi sosial ketika Anda belajar bagaimana berkomunikasi lebih efektif dengan orang lain. Ini juga bisa dilakukan sekeluarga untuk membantu anggota keluarga yang lain dalam mendukung dan membantu penderita gangguan skizoafektif.

  • Latihan kemampuan

Latihan kemampuan ini difokuskan pada kemampuan bekerja dan bersosialisasi serta kemampuan untuk menghandle diri sendiri dan aktivitas sehari-hari seperti Mengatur 

  • Perawatan di rumah ssakit

Jika gejala gangguan skizoafektif semakin memburuk sebaiknya pasien mendapat perawatan di rumah sakit agar mendapat penanganan lebih dan meminimalisir adanya percobaan bunuh diri. 

Sebaiknya jika anda mengalami gejala skizoafektif atau terdapat orang sekitar anda yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar ditangani lebih lanjut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.