Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan di Gereja yang Tewaskan 7 Orang
Penembakan di Gereja Karak Guncang Yordania, Tujuh Orang Tewas
Beritanew.com – Yordania diguncang serangan bersenjata di Gereja Hamoud, Karak, ketika sebuah upacara pemakaman berlangsung. Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara 40 lainnya mengalami luka dan sebagian besar masih mendapat perawatan medis.
Serangan ini menjadi perhatian besar karena kekerasan terhadap komunitas Kristen di Yordania tergolong sangat jarang. Negara tersebut selama ini dikenal relatif stabil di kawasan yang kerap dilanda konflik, sekaligus menjadi salah satu mitra utama Amerika Serikat dalam menghadapi kelompok militan.
Pelaku Masih Diburu
Kepala Direktorat Keamanan Publik, Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, menyampaikan bahwa operasi pengejaran terhadap pelaku masih berjalan. Aparat berupaya mengungkap identitas serta jaringan di balik serangan yang disebut sebagai aksi teror oleh pihak berwenang.
Menteri Kesehatan Yordania mengonfirmasi jumlah korban luka mencapai 40 orang. Kondisi para korban yang terluka belum seluruhnya dijelaskan, tetapi banyak di antaranya masih berada di fasilitas kesehatan untuk penanganan lanjutan.
Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh menyatakan serangan itu dilakukan kelompok ekstremis. Namun, pemerintah belum dapat memastikan apakah para pelaku memiliki hubungan dengan organisasi tertentu di dalam negeri maupun jaringan dari luar Yordania.
Sampai saat ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Pemerintah sebelumnya juga telah beberapa kali menggagalkan rencana serangan kelompok militan dalam beberapa tahun terakhir, meski serangan terbuka terhadap tempat ibadah seperti ini tetap menjadi peristiwa yang tidak lazim.
Rekaman Menunjukkan Tiga Penyerang
Video kamera keamanan yang disiarkan televisi pemerintah Al-Mamlaka memperlihatkan tiga orang menembakkan senjata dari area trotoar. Mereka tampak memanfaatkan pepohonan dan dinding rendah sebagai perlindungan sebelum bergerak ke arah pintu masuk gereja.
Rekaman itu kemudian menunjukkan ketiga orang tersebut berlari menuju akses masuk bangunan. Detail jalur menuju gereja, tembok di sekitarnya, serta unsur visual lain menguatkan bahwa video tersebut direkam di lokasi serangan.
Di dalam gereja, suasana kepanikan terjadi ketika tembakan dilepaskan selama beberapa menit. Khaled Burqan, yang berada di lokasi pemakaman, menyebut puluhan orang tengah berkumpul saat orang-orang bersenjata mulai menyerang.
Saksi lain, Ihab Ammareen, menggambarkan pemandangan mencekam setelah tembakan berhenti. Ia melihat sejumlah korban berlumuran darah jatuh ke lantai, sementara orang-orang di sekitar mereka menangis dan berteriak meminta pertolongan.
“Orang-orang menangis, meratap, dan menjerit-sulit untuk menggambarkannya,” ujar Ihab Ammareen.
Rekaman dari area gereja setelah serangan memperlihatkan bercak darah di lantai dekat pintu masuk. Petugas keamanan kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi, membantu proses penyelidikan, dan menjaga area sekitar gereja.
Raja Abdullah Janjikan Respons Tegas
Raja Abdullah mengunjungi Karak beberapa jam setelah serangan. Dalam kunjungannya, pemimpin Yordania itu menegaskan bahwa para pelaku akan menghadapi tindakan tegas dan tidak akan dibiarkan mengganggu persatuan masyarakat.
“Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan yang paling keras. Mereka yang berkhayal bisa memecah belah rakyat Yordania dengan peluru mereka tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Pesan serupa juga disampaikan Perdana Menteri Jafar Hassan. Ia menilai kekerasan tersebut lahir dari paham terorisme dan ekstremisme yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat.
“Ini adalah akibat dari ideologi teroris dan ekstremisme buta; kami tidak akan membiarkan masyarakat terjerumus ke jalan seperti ini,” ujar Jafar Hassan melalui unggahan di X.
Di rumah sakit pemerintah Karak, warga berdatangan untuk menyampaikan dukungan kepada korban dan keluarga mereka. Keterkejutan terasa kuat di tengah masyarakat yang tidak terbiasa menghadapi serangan bersenjata di tempat ibadah.
“Peristiwa hari ini membuat kami terdiam, tak mampu berkata-kata. Namun, satu-satunya tuntutan kami kepada negara adalah agar mereka menyelidiki paham-paham kelam ini-dari mana asalnya dan bagaimana paham tersebut bisa merasuki pikiran anak-anak kita,” ujar Hani Al-Mbaydeen.
Serangan terhadap Tempat Ibadah Dikecam
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengecam kekerasan di Karak. Ia menekankan bahwa serangan yang menyasar warga sipil dan rumah ibadah tidak dapat diterima.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, juga menyebut penembakan itu sebagai serangan brutal terhadap sebuah tempat ibadah. Reaksi internasional tersebut menegaskan kekhawatiran terhadap ancaman ekstremisme yang menyasar ruang-ruang sipil.
Komunitas Kristen merupakan kelompok minoritas di Yordania. Meski jumlahnya tidak dominan, keberadaan mereka menjadi bagian dari kehidupan sosial dan sejarah negara itu. Yordania juga memiliki sejumlah lokasi yang disebut dalam Alkitab dan selama ini menarik peziarah Kristen dari berbagai negara.
Serangan di Karak memperlihatkan dampak terorisme yang tidak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga rasa aman komunitas keagamaan. Pemerintah Yordania kini menghadapi tuntutan untuk menangkap para pelaku, mengusut kemungkinan jaringan pendukung mereka, serta memastikan perlindungan yang kuat bagi warga dan tempat ibadah.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah situasi regional yang tegang. Yordania termasuk negara sekutu Amerika Serikat di kawasan yang terdampak serangan dari Iran tahun ini, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Meski latar belakang penembakan di Karak belum terungkap sepenuhnya, penyelidikan akan menentukan apakah aksi itu terkait dinamika yang lebih luas atau merupakan operasi kelompok ekstremis setempat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan?Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan matter?Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.