Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan Tinggalkan AS

Published September 3, 2026 · Updated September 3, 2026 · By Patricia Brown - beritanew.com

Foto : Patricia Brown - beritanew.com

Trump Buka Suara soal Harry dan Meghan: "Saya Tidak Akan Menerima Mereka Kembali"

Beritanew.com – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, melontarkan pernyataan yang langsung memicu perhatian publik ketika ditanya mengenai kepulangan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Inggris. Di Ruang Oval, Trump tidak hanya mengungkapkan rasa lega atas kepergian pasangan tersebut dari Amerika Serikat, tetapi juga menyatakan bahwa ia tidak akan menerima mereka kembali seandainya dirinya menjadi bagian dari keluarga kerajaan Inggris. Komentar itu, yang disampaikan pada Kamis (3/9/2026), menambah lapisan baru pada dinamika yang sudah lama membingungkan antara Harry, Meghan, dan institusi monarki Inggris.

Reaksi Langsung dari Ruang Oval

Trump menjawab pertanyaan wartawan dengan nada tegas dan tanpa basa-basi diplomatik. Ia menyebut dirinya bukan penggemar pasangan tersebut dan merasa senang mereka telah meninggalkan tanah Amerika.

"Saya senang dengan itu. Saya bukan penggemar mereka," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Ia kemudian melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa Meghan bersikap tidak sopan terhadap mendiang Ratu Elizabeth II serta Raja Charles III. Bagi Trump, perlakuan semacam itu tidak pantas dilakukan oleh siapa pun terhadap institusi kerajaan, apalagi oleh anggota keluarga yang masih memiliki ikatan darah.

"Menurutku mereka memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak hormat. Aku tidak menyukainya. Aku tidak suka cara dia bertindak. Menurutku dia sangat tidak sopan kepada Ratu, kepada Raja Charles," katanya.

Andai-Andai yang Tidak Akan Terjadi

Trump kemudian membangun sebuah skenario hipotetis: jika dirinya yang duduk di posisi keluarga kerajaan, ia tidak akan memaafkan atau menerima kembali Harry dan Meghan. Pernyataan ini, meski bersifat spekulatif, menunjukkan betapa dalam kesan negatif yang ditinggalkan oleh konflik antara pasangan tersebut dan istana Buckingham.

"Mungkin saya berbeda. Saya tidak akan menerimanya kembali, kan? Jika saya adalah keluarga kerajaan, saya tidak akan menerimanya kembali," kata Trump.

Komentar semacam ini jarang terdengar dari seorang kepala negara asing mengenai urusan internal monarki tetangga. Biasanya, para pemimpin memilih menjaga jarak dari konflik keluarga kerajaan agar tidak dianggap mencampuri urusan domestik. Namun Trump, dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan, memilih untuk tidak menahan diri.

Latar Belakang: Enam Tahun di California

Untuk memahami mengapa pernyataan Trump memicu reaksi luas, perlu dilihat konteks perjalanan Harry dan Meghan sejak tahun 2020. Pada saat itu, pasangan tersebut mundur dari peran aktif sebagai anggota keluarga kerajaan setelah perselisihan yang berkepanjangan dengan pihak istana. Mereka meninggalkan Inggris dan membangun kehidupan baru di California, sebuah keputusan yang pada awalnya mengejutkan banyak pengamat monarki.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021, Meghan mengungkapkan bahwa kemampuan menentukan arah hidupnya sendiri membuatnya merasa lebih "lepas" dari tekanan yang selama ini menyelimuti. Harry juga menyatakan bahwa Amerika Serikat memberikan dirinya dan keluarganya tingkat privasi serta kebebasan yang "pasti tidak akan bisa" mereka nikmati di Inggris. Ia bahkan menyebut kehidupan semacam itu sebagai sesuatu yang kemungkinan diinginkan oleh mendiang ibunya, Putri Diana, untuk dirinya.

Mereka menetap di Montecito, California, kawasan elite yang dihuni oleh sejumlah nama besar hiburan dan media, termasuk Oprah Winfrey, Gwyneth Paltrow, dan Rob Lowe. Kehidupan di sana, jauh dari sorotan paparazzi London, menjadi kontras tajam dengan eksistensi mereka sebagai anggota keluarga kerajaan yang setiap langkahnya dipantau jutaan pasang mata.

Hubungan yang Mulai Mencair, yang Masih Membeku

Di sisi lain, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa hubungan Harry dengan ayahnya, Raja Charles III, yang sedang berjuang melawan kanker, tampak telah membaik selama kunjungan-kunjungan terakhirnya ke Inggris. Pertemuan-pertemuan tersebut menandai pergeseran yang signifikan dari ketegangan yang mendominasi beberapa tahun sebelumnya.

Namun, hubungan Harry dengan Pangeran William, saudara laki-lakinya sekaligus pewaris takhta, serta istri William, Catherine, dilaporkan masih berada dalam kondisi tegang. Perbedaan pandangan mengenai peran media, tanggung jawab publik, dan cara mengelola warisan keluarga terus menjadi sumber gesekan yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Implikasi dan Konteks Lebih Luas

Pernyataan Trump datang di saat yang sensitif bagi monarki Inggris. Raja Charles III tengah menghadapi tantangan kesehatan yang memaksa ia mengurangi aktivitas publik, sementara pertanyaan mengenai masa depan institusi kerajaan semakin sering muncul di ruang publik. Dalam konteks itu, komentar seorang presiden Amerika Serikat yang secara terbuka meragukan integritas moral anggota keluarga kerajaan bisa dipersepsikan sebagai tekanan tambahan yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, bagi pendukung Harry dan Meghan, komentar Trump justru mengonfirmasi narasi yang mereka bangun sejak mundur dari tugas kerajaan: bahwa mereka telah menjadi sasaran ketidakadilan institusional dan bahwa keputusan meninggalkan Inggris adalah satu-satunya jalan untuk menjaga kesehatan mental serta privasi keluarga. Bagi pengkritik mereka, pernyataan Trump menambah bahan bakar bagi perdebatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tentang batas antara hak individu anggota keluarga kerajaan dan kewajiban mereka terhadap institusi.

Apa pun interpretasinya, satu hal jelas: kepulangan Harry dan Meghan ke Inggris tidak akan berjalan tanpa bayang-bayang konflik yang mereka tinggalkan di belakang. Dan kini, suara dari seberang Atlantik telah ikut masuk ke dalam percakapan itu.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan?

Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan matter?

Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.