Kerangka Berpikir Penelitian Kualitatif Itu Seperti Apa?

kerangka berpikir penelitian kualitatif

Kerangka berpikir merupakan salah satu bagian yang sudah sering kita gunakan dalam membuat suatu penelitian. Tak hanya berlaku pada penelitian saja, kerangka berpikir ini sering kita gunakan untuk membuat artikel dna juga laporan, biasanya para penulis akan menggunakan kerangka berpikir untuk membuat buku atau karya tulis lainnya. Seperti yang kita ketahui terdapat dua jenis dalam penelitian yaitu kerangka berpikir penelitian kualitatif dan kerangka berpikir penelitian kualitatif.

Mungkin beberapa dari kalian masih belum paham akan materi tersebut. Maka dari itu, yuk kita ketahui tentang materi ini lebih dalam. Kerangka berpikir merupakan suatu cara yang kalian gunakan sebagai teori yang berkaitan dengan faktor-faktor yang akan kalian identifikasi dalam masalah yang penting. Tujuan dari kerangka berpikir penelitian kualitatif maupun kuantitatif adalah untuk membantu proses kita dalam konteks luas.

Apakah Ada Kerangka Berpikir di Penelitian Kualitatif?

Apakah Ada Kerangka Berpikir di Penelitian Kualitatif?

Di dalam membuat penelitian atau karya tulis ilmiah lainnya, kita dapat menggunakan 2 jenis yaitu kerangka berpikir penelitian kualitatif dan kerangka berpikir penelitian kuantitatif.

Kualitatif merupakan salah satu jenis dalam penelitian, hasil penelitian tersebut tidak kita dapatkan melalui statistic atau hitungan.

kerangka berpikir penelitian kualitatif ini kita dapatkan dari sudut pandang atau pendapat dari peneliti tersebut, hasil tersebut kita dapatkan dari penafsiran suatu peristiwa yang kalian teliti.

Sedangkan penelitian kuantitatif adalah kebalikan dari penelitian kualitatif yang dimana penelitian tersebut berdasarkan dari angka-angka dan hitungan.

Melihat kerangka kualitatif adalah hasil dari sudut pandang peneliti, tentunya diperlukan juga kerangka berpikir agar lebih sistematis. Kerangka berpikir pada penelitian kualitatif ini diterapkan pada kasus atau permasalahan yang akan diidentifikasi secara langsung oleh peneliti atau penulis.

Bagaimana Cara Membuat Kerangka Berpikir Dalam Penelitian Kualitatif?

Bagaimana Cara Membuat Kerangka Berpikir Dalam Penelitian Kualitatif?

Mungkin dari kalian masih bingung Bagaimana cara membuat kerangka berpikir dalam penelitian? Berikut adalah cara membuat kerangka berpikir pada penelitian:

  1. Menentukan variabel.

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari atau menentukan variabel yang akan dibahas, variabel tersebut bisa kita tentukan melalui judul yang sudah ditentukan sebelumnya.

  1. Mengidentifikasikan hubungan yang terdapat antar variabel.

Langkah kedua selanjutnya adalah dengan menentukan hubungan antar variabel tersebut. Dalam penelitian biasanya dibutuhkan setidaknya dua variabel yang tentunya saling berhubungan.

  1. Mencari sumber referensi.

Tahap ketiga ni sangat diperlukan karena bertujuan untuk memperkuat pembahasan pada penelitian. Referensi ini bisa kita dapatkan di artikel, jurnal, dan lainnya yang tannya resmi dan relevan.

  1. Memberikan argumen teoritis.

Pada tahap yang keempat ini, akan berisi pendapat selama proses penelitian. Pendapat atau argumen tersebut tentunya harus relevan dan berhubungan dengan sumber referensi sebelumya.

  1. Membuat kerangka berpikir.

Tahap terakhir adalah dengan membuat gambar dari kerangka berpikir. Gambar tersebut bisa saja menggunakan tabel diagram, bagan atau lainnya.

Pada kerangka ini juga menyebutkan variabel yang terdapat pada penelitian, dan juga memberikan keterangan tentang hubungan dari seluruh variabel tersebut.

Apa Saja Isi Kerangka Berpikir?

Apa Saja Isi Kerangka Berpikir?

Setelah kita memahami tentang kerangka berpikir dna juga bagaimana cara membuatnya. Yuk kita bahas, Apa saja isi kerangka berpikir?

  1. Mengidentifikasi variabel pada penelitian.
  2. Menentukan hubungan variabel satu dan juga variabel lainnya. Serta memberikan uraian pada variabel tersebut.
  3. Mencari beberapa referensi untuk memperkuat penelitian.
  4. Memberikan argumen atau pendapat teoritis
  5. Dan terakhir membuat kerangka berpikir dengan bentuk bagan atau diagram yang sistematis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.