Cairan X-Fire Efektif Padamkan Karhutla Riau: Api dan Asap Tak Muncul Lagi
Uji X-Fire di Pelalawan Tunjukkan Hasil Awal Positif pada Karhutla Gambut
Beritanew.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, memasuki tahap pemantauan setelah Polda Riau menerapkan cairan X-Fire pada area gambut yang terbakar. Sehari setelah proses pemadaman berlangsung, api maupun asap tidak lagi terlihat di titik lokasi uji coba.
Pemadaman dilakukan pada Kamis, 10 September 2026, dari siang hingga malam hari. Area yang ditangani mencapai sekitar 6 hektare. Kondisi pada Jumat pagi, 11 September 2026, menunjukkan tidak ada kembali kemunculan api dan asap di lahan gambut tersebut.
Meski hasil awalnya dinilai menjanjikan, pengawasan belum dihentikan. Polda Riau berencana meneruskan pemantauan hingga Sabtu, 12 September, untuk memastikan bara tidak bertahan di bawah permukaan gambut. Tahap ini penting karena kebakaran gambut kerap sulit terlihat dari atas tanah dan dapat kembali memunculkan asap apabila panas di lapisan bawah belum sepenuhnya hilang.
Pemantauan Bara di Lapisan Gambut
Karoops Polda Riau Kombes Edison Ludi Bard Sitanggang menyampaikan bahwa penggunaan X-Fire merupakan bantuan dari Kapolri dalam upaya memadamkan karhutla. Ia menilai pengujian lapangan telah memperlihatkan kemampuan cairan tersebut dalam menekan api yang berada di dalam gambut.
“Kita ada bantuan dari Pak Kapolri, kita gunakan hari ini kita pastikan bahwa cairan tersebut memang efektif, dan tadi kita sudah lihat bersama, api dalam gambut dipastikan padam dan asapnya tidak muncul kembali,” ujar Karoops Polda Riau, Kombes Edison Ludi Bard Sitanggang, kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Karakter tanah gambut membuat proses pemadaman membutuhkan perhatian lebih dibanding kebakaran di permukaan biasa. Api dapat menjalar melalui material organik di bawah tanah, sementara asap kadang tetap keluar meski kobaran di permukaan sudah tidak tampak. Karena itu, tidak ditemukannya api dan asap pada pemeriksaan awal menjadi indikator penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Tim di lapangan masih perlu memastikan cairan yang digunakan mampu menjangkau bagian bawah lahan. Sasaran akhirnya adalah kondisi tanpa titik api atau zero hotspot, sehingga risiko kebakaran kembali dapat ditekan.
Formula untuk Menghemat Air dan Menurunkan Suhu
X-Fire merupakan formula yang dikembangkan Aslog Polri untuk mendukung penanganan karhutla. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses pemadaman dengan penggunaan air yang lebih hemat, sekaligus menurunkan suhu pada area terbakar dan mengurangi pasokan oksigen yang dapat membuat api menyala kembali.
Penerapan cairan tersebut di Pelalawan menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman serta mendukung pendinginan lahan gambut. Selain menargetkan api, metode ini juga diarahkan untuk mengurangi munculnya asap dari lokasi yang telah ditangani. Formula X-Fire disebut dirancang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan.
Kepala Biro SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang menjelaskan bahwa cairan itu sebelumnya telah digunakan dalam pemadaman karhutla di kawasan gambut Sumatera Selatan dan Kalimantan. Kehadiran tim dari Mabes Polri di Riau dimaksudkan untuk menguji dan meneliti penerapannya pada karakteristik gambut di provinsi tersebut.
“Asesmen ini tentu harus dilakukan karena penanganan di tiap daerah bisa berbeda, termasuk untuk karakteristik lahan gambut yang ada di Kabupaten Pelalawan dan Riau pada umumnya,” ujar Kombes Boy Jeckson.
Pengujian di Pelalawan tidak hanya berfokus pada pemadaman yang terlihat saat kegiatan berlangsung. Tim juga akan menilai apakah efek cairan bertahan setelah beberapa waktu, termasuk saat panas tersisa berada lebih dalam di lapisan gambut. Pemantauan selama satu hingga dua hari diperlukan untuk melihat respons lahan setelah tindakan pemadaman selesai.
Uji Lapangan Dilanjutkan hingga Titik Api Nol
Hasil pemeriksaan awal memperlihatkan respons yang cukup baik dalam meredam bara api di dalam gambut. Namun, aparat kepolisian dan tim peneliti belum menyimpulkan uji coba sebelum evaluasi lanjutan rampung. Ketelitian diperlukan agar tidak ada titik panas yang tersisa dan berpotensi berkembang kembali.
“Kami sudah membuktikan bahwasannya penggunaan cairan ini cukup efektif. Namun, kami masih akan menunggu satu sampai dua hari untuk melihat apakah cairan ini benar-benar memadamkan hingga nol persen titik api di bawah permukaan lahan gambut,” jelasnya.
Bagi penanganan karhutla di Riau, evaluasi ini dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas X-Fire pada kondisi gambut setempat. Setiap wilayah memiliki karakter lahan yang berbeda, sehingga pengujian langsung menjadi bagian penting sebelum metode tersebut dinilai dapat digunakan secara lebih luas.
Fokus utama di Desa Sering kini berada pada pengawasan pascapemadaman. Tidak munculnya lagi api dan asap pada Jumat pagi menjadi perkembangan awal yang positif, sementara penilaian akhir tetap menunggu hasil pemantauan hingga tidak ada lagi titik api di bawah permukaan gambut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Cairan X Fire Efektif Padamkan Karhutla?Cairan X Fire Efektif Padamkan Karhutla is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Cairan X Fire Efektif Padamkan Karhutla matter?Cairan X Fire Efektif Padamkan Karhutla matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.