Cegah Karhutla, Polri-TNI Cek Sekat Kanal di Lahan Gambut Kepulauan Meranti
Pengawasan Gambut dan Posko Karhutla Diperkuat di Tanjung Peranap
Beritanew.com – Upaya menjaga kawasan gambut dari ancaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Aparat Polri dan TNI bersama pemerintah daerah, BPBD, akademisi, serta warga memeriksa kondisi sekat kanal dan kesiapan penanganan dini di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Peninjauan ini berfokus pada area gambut yang memerlukan perhatian, khususnya karena perubahan kelembapan tanah dapat meningkatkan risiko kebakaran saat kondisi mulai kering. Selain mengecek infrastruktur pengelolaan air, tim juga memastikan Posko Terpadu Karhutla di tingkat desa siap menjalankan fungsi koordinasi dan pemantauan.
Kegiatan dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita. Turut hadir Staf Ahli Gambut Universitas Riau Khairi, Pabung 0303 Bengkalis-Kepulauan Meranti Mayor Rusli Dongaran Siregar, unsur BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, personel TNI-Polri, serta Masyarakat Peduli Api atau MPA.
Lima Titik Sumur Pantau Diperiksa
Lokasi yang menjadi sasaran pemantauan mencakup kawasan di sepanjang Jalan Poros Tanjung Peranap-Mengkikip, Dusun Parit Senin, Desa Tanjung Peranap. Kawasan tersebut memiliki lahan gambut yang perlu dijaga kadar airnya agar tidak mengalami pengeringan berlebihan.
"Ada beberapa lokasi yang dipantau, antara lain di sepanjang Jalan Poros Tanjung Peranap-Mengkikip, Dusun Parit Senin, Desa Tanjung Peranap. Lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena memiliki lahan gambut yang berpotensi mengalami kekeringan dan meningkatkan risiko Karhutla," ujar AKBP Gede, Rabu (7/10/2026).
Tim memeriksa sekat gambut yang berada di lokasi dan melakukan pengecekan sekaligus pembuatan sumur pantau tinggi muka air tanah pada lima titik. Sumur pantau digunakan untuk membantu melihat keadaan air di dalam tanah gambut, sehingga perubahan kondisi dapat diketahui lebih awal.
Pemantauan tinggi muka air menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Gambut yang tetap lembap lebih terlindungi dari risiko terbakar dibandingkan gambut yang kehilangan kandungan airnya. Karena itu, kondisi sekat kanal turut diperhatikan agar tata air di kawasan tersebut dapat dipelihara dengan baik.
Masukan Teknis untuk Tata Air Gambut
Khairi dari Universitas Riau memberikan masukan teknis mengenai pengelolaan air di lahan gambut. Perhatian utama diarahkan pada keberfungsian sekat kanal dan langkah menjaga kelembapan lahan. Pengelolaan air yang tepat dapat membantu mempertahankan kondisi gambut agar tidak mudah mengering.
Sekat kanal memiliki peran dalam mengendalikan aliran air pada kawasan gambut. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk melihat apakah fasilitas tersebut masih berfungsi serta dapat mendukung kebutuhan pencegahan di lapangan. Temuan dari kegiatan ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi bersama.
Peninjauan tidak hanya menilai kondisi fisik lahan. Kesiapan sumber daya manusia, peralatan pendukung, administrasi pemantauan, serta jalur komunikasi juga menjadi bagian dari perhatian. Pencegahan kebakaran membutuhkan respons yang cepat ketika ada tanda awal gangguan di lapangan.
Posko Desa Disiapkan sebagai Pusat Koordinasi
Rombongan juga mendatangi Posko Terpadu Karhutla di Kantor Desa Tanjung Peranap. Posko ini disiapkan sebagai titik koordinasi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengawasan, kesiapsiagaan, dan penanganan potensi kebakaran di wilayah desa.
"Pengecekan meliputi kesiapan sarana dan prasarana, administrasi pemantauan, serta koordinasi personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla," imbuhnya.
Keberadaan posko memungkinkan informasi dari lapangan diteruskan lebih cepat kepada pihak terkait. Dalam situasi yang memerlukan penanganan awal, komunikasi yang terhubung antara aparat, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat dapat membantu mempercepat tindak lanjut sebelum api meluas.
AKBP Gede bersama unsur TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan MPA turut menyelaraskan pola komunikasi serta respons apabila ditemukan indikasi kebakaran. Koordinasi lintas sektor menjadi unsur penting karena pemantauan gambut dan penanganan risiko karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Tidak Ditemukan Titik Api
Sebanyak empat personel BPBD dan sembilan anggota MPA Desa Tanjung Peranap ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan warga melalui MPA memperkuat upaya pengawasan di tingkat lokal, terutama karena masyarakat berada dekat dengan kondisi lahan sehari-hari.
Hasil pemeriksaan di sekitar lokasi tidak menemukan titik api maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, pemantauan tetap akan dilanjutkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya risiko pada musim kemarau.
Evaluasi dari peninjauan ini akan menjadi bahan untuk memantau keadaan lahan gambut, kesiapan personel, dan ketersediaan sarana pendukung. Dengan menjaga kelembapan gambut, merawat sekat kanal, serta memastikan posko dan komunikasi berjalan baik, potensi kebakaran dapat diketahui lebih dini dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Cegah Karhutla Polri TNI Cek Sekat?Cegah Karhutla Polri TNI Cek Sekat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Cegah Karhutla Polri TNI Cek Sekat matter?Cegah Karhutla Polri TNI Cek Sekat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.